Senjakala Oposisi dalam Labirin Koalisi Permanen

Minggu, 11 Januari 2026 - 12:39 WIB
loading...
A A A
Jika oposisi di parlemen mati, ke mana rakyat harus mengadu? Secara alami, aspirasi akan mencari jalannya sendiri melalui jalur ekstra non parlementer: seperti apa yang terjadi pada demonstrasi agustus kemarin, kritik aktivisme di media sosial yang hari ini terus meningkat, dan gerakan masyarakat sipil yang menguat meskipun kita menyaksikan terror dan represi silih berganti.

Terjadi sebuah korelasi yang berbahaya: ketika koalisi politik semakin menguat, ruang gerak kritik publik justru semakin menyempit. Hal ini menciptakan risiko ledakan sosial. Sejarah bangsa ini kebelakang telah mengajarkan pada kita bahwa ketika saluran komunikasi politik formal buntu, masyarakat akan cenderung menggunakan cara-cara non-konvensional yang sering kali berujung pada instabilitas yang justru lebih besar dari yang dikhawatirkan pemerintah.

Belajar dari Sejarah: Bahaya Unanimitas


Indonesia pernah mengalami periode di mana "persatuan" dipaksakan di atas segalanya, sebagaimana yang terjadi di era Orde Baru dengan kebijakan fusi partainya. Pengalaman sejarah tersebut berakhir dengan krisis hebat karena kekuasaan yang terlalu sentralistik kehilangan sensor terhadap realitas di tingkat bawah. Ketika saluran kritik tersumbat oleh keseragaman semu, sistem politik menjadi rapuh terhadap guncangan karena tidak adanya mekanisme koreksi internal yang jujur.

Koalisi permanen 2026 memang tidak secara eksplisit membubarkan partai, namun secara substantif, mereka telah mengebiri fungsi partai sebagai agregator kepentingan rakyat yang beragam. Unanimitas (kesepakatan bulat) dalam politik adalah tanda bahwa demokrasi sedang sakit. Demokrasi yang sehat membutuhkan kebisingan argumen, bukan kesunyian yang mencekam di bawah bayang-bayang kesepakatan elite.

Untuk menyelamatkan demokrasi Indonesia dari senjakala, perlu ada redefinisi atas makna "stabilitas". Stabilitas yang sejati tidak lahir dari ketiadaan kritik, melainkan dari kemampuan sistem dalam mengelola kritik tersebut menjadi kebijakan yang lebih baik.

Pemerintah di bawah Presiden Prabowo harus memiliki keberanian untuk membiarkan "ular di dalam kamar", yakni membiarkan adanya kekuatan oposisi yang tetap kritis namun konstruktif. Di sisi lain, partai politik harus menyadari bahwa menjadi bagian dari kekuasaan tidak selalu berarti harus setuju pada setiap kebijakan. Integritas partai justru diuji saat mereka berani berdiri bersama rakyat ketika kebijakan pemerintah tidak sejalan dengan kemaslahatan publik.

Tahun 2026 tidak boleh menjadi tahun di mana kita merayakan kematian oposisi. Sebaliknya, ini harus menjadi momentum revolusi nalar kritis. Sebab, pada akhirnya, sebuah bangsa yang besar tidak dibangun di atas pondasi kepatuhan buta, melainkan di atas dialektika pemikiran yang merdeka dan jujur.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang,...
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang, Golkar: Entah Apa yang Diseimbangkan, Nanti Rakyat yang Menilai
PKB Minta PDIP Tegas...
PKB Minta PDIP Tegas soal Posisi terhadap Pemerintah: Jangan Abu-abu
Said Didu: Jangan Juga...
Said Didu: Jangan Juga Semua Orang Kritis Ditakut-takuti
Rampai Nusantara Sangkal...
Rampai Nusantara Sangkal PSI Gagal Masuk Parlemen karena Jokowi
Mantan Komisioner KPU...
Mantan Komisioner KPU Bicara Ambang Batas Parlemen: Idealnya 0 %
Prabowo Beri Arahan...
Prabowo Beri Arahan Tertutup Retreat Ketua DPRD se-Indonesia di Akmil Magelang
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
2 Anggota DPR Amerika...
2 Anggota DPR Amerika Serikat Mundur karena Skandal Seks
BNP Menang Pemilu Bangladesh,...
BNP Menang Pemilu Bangladesh, Raih 209 dari 297 Kursi
Rekomendasi
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Berita Terkini
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Ungkap Kondisi Terkini...
Ungkap Kondisi Terkini Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Masih Terpasang Infus
Kuasa Hukum Prioritaskan...
Kuasa Hukum Prioritaskan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan saat Penyerahan ke Kejaksaan
Gelar Mimbar Mahasiswa,...
Gelar Mimbar Mahasiswa, BEM Persatuan Indonesia Sampaikan Lima Pernyataan Sikap
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Seskab Teddy Bertemu...
Seskab Teddy Bertemu Kepala BNN Komjen Suyudi, Ada Apa?
Infografis
Daftar 10 Pemain Tersubur...
Daftar 10 Pemain Tersubur dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved