Program Pemberdayaan PNM Perluas Dampak Sosial Sepanjang 2025
Rabu, 31 Desember 2025 - 15:45 WIB
loading...
A
A
A
Selain Mekaar, PNM juga mengembangkan Program Kampung Madani sebagai model pemberdayaan berbasis komunitas. Hingga 2025, Kampung Madani telah hadir di 20 titik di seluruh Indonesia dan memberikan manfaat kepada 4.603 warga, yang terdiri dari nasabah Mekaar, keluarga, serta masyarakat sekitar. Program ini bertujuan membangun ekosistem usaha lokal yang saling terhubung dan berkelanjutan.
Baca juga: Catat Sejarah, PNM Terbitkan Orange Bonds Pertama di Indonesia untuk Pemberdayaan Perempuan
Dalam pelaksanaannya, Kampung Madani mengedepankan pendekatan klasterisasi usaha. Sepanjang 2025, PNM telah menyelenggarakan 539 kegiatan klasterisasi yang diikuti oleh lebih dari 10.000 nasabah. Melalui klaster, pelaku UMKM dikelompokkan berdasarkan jenis usaha agar dapat berkolaborasi, meningkatkan kapasitas produksi, serta memperluas akses pasar secara kolektif.
PNM juga memperkuat fondasi usaha nasabah melalui peningkatan literasi. Tercatat, 66 kegiatan literasi keuangan dan literasi usaha telah dilaksanakan dan menjangkau lebih dari 38.000 nasabah. Kegiatan ini membekali nasabah dengan pemahaman pengelolaan keuangan, perencanaan usaha, serta pemanfaatan peluang pasar, termasuk pasar digital, sehingga usaha dapat tumbuh lebih terarah dan berdaya tahan.
Dampak sosial dari program pemberdayaan PNM mulai terlihat nyata di tingkat akar rumput. Banyak nasabah yang sebelumnya hanya mampu bertahan secara subsisten kini memiliki usaha yang lebih stabil dan produktif.
Hasil riset BRI Research Institute (2024) menunjukkan ketahanan keuangan nasabah Mekaar meningkat signifikan, dari sebelumnya hanya mampu bertahan satu hingga dua minggu, menjadi satu hingga dua bulan setelah mendapatkan dukungan pembiayaan serta modal intelektual dan sosial dari PNM.
Baca juga: Catat Sejarah, PNM Terbitkan Orange Bonds Pertama di Indonesia untuk Pemberdayaan Perempuan
Dalam pelaksanaannya, Kampung Madani mengedepankan pendekatan klasterisasi usaha. Sepanjang 2025, PNM telah menyelenggarakan 539 kegiatan klasterisasi yang diikuti oleh lebih dari 10.000 nasabah. Melalui klaster, pelaku UMKM dikelompokkan berdasarkan jenis usaha agar dapat berkolaborasi, meningkatkan kapasitas produksi, serta memperluas akses pasar secara kolektif.
PNM juga memperkuat fondasi usaha nasabah melalui peningkatan literasi. Tercatat, 66 kegiatan literasi keuangan dan literasi usaha telah dilaksanakan dan menjangkau lebih dari 38.000 nasabah. Kegiatan ini membekali nasabah dengan pemahaman pengelolaan keuangan, perencanaan usaha, serta pemanfaatan peluang pasar, termasuk pasar digital, sehingga usaha dapat tumbuh lebih terarah dan berdaya tahan.
Dampak sosial dari program pemberdayaan PNM mulai terlihat nyata di tingkat akar rumput. Banyak nasabah yang sebelumnya hanya mampu bertahan secara subsisten kini memiliki usaha yang lebih stabil dan produktif.
Hasil riset BRI Research Institute (2024) menunjukkan ketahanan keuangan nasabah Mekaar meningkat signifikan, dari sebelumnya hanya mampu bertahan satu hingga dua minggu, menjadi satu hingga dua bulan setelah mendapatkan dukungan pembiayaan serta modal intelektual dan sosial dari PNM.
Lihat Juga :