Hubungan China-Indonesia Masih Diwarnai Tantangan Aspek Ekonomi dan Kedaulatan

Selasa, 30 Desember 2025 - 23:01 WIB
loading...
A A A
Padahal, pengangguran di China masih menjadi isu yang mengemuka di tahun 2025. Selain isu ekonomi, China juga dinilai masih menghadapi persoalan dalam tataran politik dan pemerintahannya.

“Ini antara lain terlihat dari pemecatan sejumlah pejabat tinggi di China, entah akibat kasus korupsi seperti yang diberitakan atau akibat sikap kritis mereka terhadap pimpinan seperti ditengarai oleh media Barat,” tuturnya.

Dia menekankan dampak ekonomilah yang dalam waktu dekat perlu diwaspadai oleh negara-negara Asia Tenggara dan Indonesia. Banjir barang murah dari China adalah salah satu dampak yang sudah berlangsung di tahun ini.

Sedangkan masuknya investor China untuk berproduksi di Indonesia sebagai upaya menghindari tarif dari Amerika Serikat (AS), meski terlihat positif karena berpotensi menyerap tenaga kerja, perlu juga diantisipasi potensi dampaknya bagi Indonesia.

Selain permasalahan terkait ekonomi, hubungan Indonesia dengan China tampaknya masih menyisakan persoalan terkait kedaulatan. Teuku Rezasyah, misalnya, menyinggung kekhawatiran China memperluas lagi 9 garis putus-putus yang secara sepihak menandai wilayahnya.

“Garis ini sebelumnya telah ditambah menjadi 10, beberapa pihak mengkhawatirkan di masa mendatang China menambah menjadi 11 dan itu mencakup wilayah Indonesia di Natuna. Meski itu belum terjadi, ada baiknya kita waspada,” kata Teuku.

Ahli hubungan internasional ini juga menyampaikan bahwa China telah berkembang menjadi kekuatan hegemoni di Asia Pasifik. Memang China menghadapi berbagai tantangan dari dalam dan luar negeri, namun Presiden Xi sudah menyiapkan diri menghadapi segala skenario hantaman terhadap China dari dalam dan luar negeri.

Dia juga menekankan hubungan negara-negara Asia Tenggara dengan China lebih kuat bahkan daripada hubungan dengan AS. Namun, dia mengingatkan bahwa hubungan Indonesia dan negara-negara ASEAN lainnya dengan China bukan hanya berada pada aspek kerja sama semata, tetapi juga terdapat potensi konflik, karena hubungan dua pihak berada pada tataran kerja sama sekaligus kompetisi.

Hubungan yang diwarnai ketegangan ini sudah terlihat misalnya dengan negara-negara ASEAN di Laut China Selatan baik dengan Filipina maupun Malaysia.

“Dengan Malaysia terjadi ketegangan antara nelayan kedua negara, namun nelayan China biasanya akan dipantau oleh kapal-kapal penjaga pantai mereka, yang dari jarak tertentu juga dibayangi oleh Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China,” tuturnya.

Menurut Teuku, Indonesia harus pintar-pintar mengelola keseimbangan antara ketegangan atau konflik dengan kerja sama di atas. Sebagai implikasinya, Indonesia tidak bisa menjadikan China sebagai sumber utama.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
UNCLOS 82, Strategi...
UNCLOS 82, Strategi Sea Denial Melawan AT Mahan
PP Himmah: Waspada Aksi...
PP Himmah: Waspada Aksi Reformasi Jilid II Dimanfaatkan Hambat Program Pemerintah
World Giving Report...
World Giving Report 2026: Donasi Global Turun, Indonesia Bertahan di Atas Rata-rata Dunia
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Aden Indonesia Sinergi...
Aden Indonesia Sinergi Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Routa
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Rekomendasi
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Pramono Bakal Resmikan Ruang Publik di Rasuna Said dan Stasiun KRL JIS
13 Kiai Berkumpul di...
13 Kiai Berkumpul di Ponpes Al Falah Ploso, Serukan Muktamar NU Digelar di Pesantren
Venue Pernikahan Seribu...
Venue Pernikahan Seribu Tamu Hadir Dekat Bandara Soekarno-Hatta
Berita Terkini
Ungkap Kondisi Terkini...
Ungkap Kondisi Terkini Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Masih Terpasang Infus
Kuasa Hukum Prioritaskan...
Kuasa Hukum Prioritaskan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan saat Penyerahan ke Kejaksaan
Gelar Mimbar Mahasiswa,...
Gelar Mimbar Mahasiswa, BEM Persatuan Indonesia Sampaikan Lima Pernyataan Sikap
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Seskab Teddy Bertemu...
Seskab Teddy Bertemu Kepala BNN Komjen Suyudi, Ada Apa?
50 Tokoh Pasang Badan...
50 Tokoh Pasang Badan untuk Roy Suryo, Din Syamsuddin dan Oegroseno Ikut Jadi Penjamin
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved