Pascabanjir, Layanan Kesehatan Fisik dan Pendampingan Psikososial Tanggap Bencana Bantu Pulihkan Sorkam
Selasa, 30 Desember 2025 - 19:25 WIB
loading...
UI melalui program Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Hibah Dikti 2025 melaksanakan rangkaian Program Tanggap Bencana di Kecamatan Sorkam, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Foto: Ist
A
A
A
TAPANULI TENGAH - Universitas Indonesia (UI) melalui program Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Hibah Dikti 2025 melaksanakan rangkaian Program Tanggap Bencana di Kecamatan Sorkam, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Kegiatan berlangsung selama empat hari, 25–28 Desember 2025 dengan fokus memberikan pelayanan kesehatan fisik dan pendampingan psikososial bagi warga terdampak bencana banjir.
Program dilaksanakan di dua wilayah utama yaitu Dusun Sorkam Kiri dan Pasar Sorkam, serta melibatkan masyarakat dari empat desa yakni Sorkam Kiri, Sorkam, Sorkam Tengah, dan Sorkam Kanan. Sebanyak 470 kepala keluarga dari berbagai kelompok rentan termasuk ibu hamil, bayi, balita, anak-anak, dewasa, hingga lansia mendapatkan layanan kesehatan dan dukungan psikososial secara komprehensif.
Baca juga: Wujud Pengabdian Masyarakat, UI Gelar Pelatihan Teknisi AC
Kegiatan ini diketuai Prof Dr Mustikasari berkolaborasi dengan kampus mitra posko, Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara (FKep USU).
Dalam layanan kesehatan fisik, Tim Pengabdi UI memberikan pemeriksaan kesehatan umum, pemeriksaan ibu hamil termasuk pemantauan kondisi janin dan pemberian obat-obatan dasar sesuai kebutuhan.
Salah satu penerima layanan, Junia Marito (28), ibu hamil yang tinggal di Sorkam Kiri menceritakan pengalaman saat banjir yang sempat membuatnya sangat cemas. Dia terjebak selama 14 jam ketika banjir datang, sementara dia harus menjaga dua anaknya yang masih balita.
“Waktu banjir itu saya sempat terjebak 14 jam. Saya cemas kali soalnya saya bawa dua anak yang masih balita,” ujarnya.
Setelah mengikuti kegiatan, Junia menjalani pemeriksaan kesehatan dan kehamilan. “Tadi sudah diperiksa juga kesehatan sama kondisi kehamilan saya. Alhamdulillah sehat, jadi sekarang saya lebih tenang,” tambahnya.
Selain layanan fisik, Tim UI juga memberikan Dukungan Kesehatan Jiwa dan Psikososial (DKJPS). DKJPS dilakukan setelah skrining menunjukkan sebagian warga mengalami ketakutan dan kecemasan pascabencana.
Mustikasari dari Research Cluster Disaster and Emergency Nursing mengatakan, kehadiran UI tidak hanya untuk merespons cepat, tetapi juga mendukung pemulihan masyarakat. “Bencana tidak hanya merusak fisik, tetapi juga meninggalkan dampak psikologis yang dalam. Melalui Pengmas Hibah Dikti, kami ingin memastikan warga Sorkam mendapatkan dukungan yang tepat baik fisik maupun psikososial sehingga mereka dapat bangkit kembali,” ungkapnya.
Program ini turut bekerja sama dengan pemerintah daerah, puskesmas setempat, serta tokoh masyarakat di Sorkam agar pelayanan menjangkau kelompok yang membutuhkan. Warga mengaku terbantu, terutama kelompok rentan yang mengalami stres dan kesulitan mengakses fasilitas kesehatan setelah bencana.
Program Pengmas Hibah Dikti ini menjadi bukti kontribusi nyata Universitas Indonesia dalam membantu masyarakat terdampak bencana di wilayah Indonesia. Inisiatif ini menunjukkan bahwa perguruan tinggi dapat berperan langsung dalam mengatasi krisis kemanusiaan melalui ilmu pengetahuan, pelayanan medis, dan dukungan psikososial berbasis riset.
Melalui rangkaian layanan kesehatan fisik dan pendampingan psikososial yang dilaksanakan di Sorkam, UI berupaya menghadirkan intervensi berbasis riset secara menyeluruh bagi kelompok rentan melalui pemantauan kondisi kesehatan hingga dukungan psikososial bagi warga yang masih diliputi kecemasan pascabencana sehingga proses pemulihan dapat berjalan lebih aman dan adaptif.
Program dilaksanakan di dua wilayah utama yaitu Dusun Sorkam Kiri dan Pasar Sorkam, serta melibatkan masyarakat dari empat desa yakni Sorkam Kiri, Sorkam, Sorkam Tengah, dan Sorkam Kanan. Sebanyak 470 kepala keluarga dari berbagai kelompok rentan termasuk ibu hamil, bayi, balita, anak-anak, dewasa, hingga lansia mendapatkan layanan kesehatan dan dukungan psikososial secara komprehensif.
Baca juga: Wujud Pengabdian Masyarakat, UI Gelar Pelatihan Teknisi AC
Kegiatan ini diketuai Prof Dr Mustikasari berkolaborasi dengan kampus mitra posko, Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara (FKep USU).
Dalam layanan kesehatan fisik, Tim Pengabdi UI memberikan pemeriksaan kesehatan umum, pemeriksaan ibu hamil termasuk pemantauan kondisi janin dan pemberian obat-obatan dasar sesuai kebutuhan.
Salah satu penerima layanan, Junia Marito (28), ibu hamil yang tinggal di Sorkam Kiri menceritakan pengalaman saat banjir yang sempat membuatnya sangat cemas. Dia terjebak selama 14 jam ketika banjir datang, sementara dia harus menjaga dua anaknya yang masih balita.
“Waktu banjir itu saya sempat terjebak 14 jam. Saya cemas kali soalnya saya bawa dua anak yang masih balita,” ujarnya.
Setelah mengikuti kegiatan, Junia menjalani pemeriksaan kesehatan dan kehamilan. “Tadi sudah diperiksa juga kesehatan sama kondisi kehamilan saya. Alhamdulillah sehat, jadi sekarang saya lebih tenang,” tambahnya.
Selain layanan fisik, Tim UI juga memberikan Dukungan Kesehatan Jiwa dan Psikososial (DKJPS). DKJPS dilakukan setelah skrining menunjukkan sebagian warga mengalami ketakutan dan kecemasan pascabencana.
Mustikasari dari Research Cluster Disaster and Emergency Nursing mengatakan, kehadiran UI tidak hanya untuk merespons cepat, tetapi juga mendukung pemulihan masyarakat. “Bencana tidak hanya merusak fisik, tetapi juga meninggalkan dampak psikologis yang dalam. Melalui Pengmas Hibah Dikti, kami ingin memastikan warga Sorkam mendapatkan dukungan yang tepat baik fisik maupun psikososial sehingga mereka dapat bangkit kembali,” ungkapnya.
Program ini turut bekerja sama dengan pemerintah daerah, puskesmas setempat, serta tokoh masyarakat di Sorkam agar pelayanan menjangkau kelompok yang membutuhkan. Warga mengaku terbantu, terutama kelompok rentan yang mengalami stres dan kesulitan mengakses fasilitas kesehatan setelah bencana.
Program Pengmas Hibah Dikti ini menjadi bukti kontribusi nyata Universitas Indonesia dalam membantu masyarakat terdampak bencana di wilayah Indonesia. Inisiatif ini menunjukkan bahwa perguruan tinggi dapat berperan langsung dalam mengatasi krisis kemanusiaan melalui ilmu pengetahuan, pelayanan medis, dan dukungan psikososial berbasis riset.
Melalui rangkaian layanan kesehatan fisik dan pendampingan psikososial yang dilaksanakan di Sorkam, UI berupaya menghadirkan intervensi berbasis riset secara menyeluruh bagi kelompok rentan melalui pemantauan kondisi kesehatan hingga dukungan psikososial bagi warga yang masih diliputi kecemasan pascabencana sehingga proses pemulihan dapat berjalan lebih aman dan adaptif.
(jon)
Lihat Juga :