Membaca Makna Sebenarnya Latihan Militer China di Sekitar Taiwan

Senin, 29 Desember 2025 - 17:17 WIB
loading...
A A A
Jika tujuan utamanya adalah perang dalam waktu dekat, logika militer akan mendorong kerahasiaan, ambiguitas, dan pengaburan sinyal. Yang terjadi sekarang justru sebaliknya: Beijing ingin semua pihak melihat, menghitung, dan menyesuaikan diri. Ini adalah deterrence terbuka, bukan mobilisasi perang.

Meski demikian, menafsirkan latihan ini semata-mata sebagai upaya pencegahan juga tidak boleh membuat kita terjebak pada rasa aman yang keliru. Perang antara daratan China dan Taiwan bukanlah sesuatu yang mustahil terjadi, terutama karena satu fondasi historis yang dahulu menahan konflik kini telah hilang, kedua belah pihak tidak lagi memiliki musuh bersama.

Pada masa Perang Dunia II, baik daratan China maupun Taiwan berada dalam posisi menghadapi musuh yang sama—Jepang. Ancaman eksternal itu, meski tidak menghapus perbedaan politik, menciptakan rasa kebersamaan minimal dan kepentingan strategis yang saling bersinggungan. Hari ini, fondasi itu telah lenyap sepenuhnya. Yang tersisa justru jarak psikologis, historis, dan identitas yang semakin mengeras.

Erosi rasa memiliki dan kegagalan integrasi sosial
Di satu sisi, Beijing terus menegaskan bahwa Taiwan adalah bagian dari wilayahnya. Namun di sisi lain, kebijakan pembatasan mobilitas, interaksi, dan akses otoritas Taiwan ke dunia luar justru memperkuat persepsi sebaliknya. Bagi banyak orang Taiwan, pengalaman ini menciptakan kesan bahwa mereka diklaim secara teritorial, tetapi tidak diterima secara sosial dan politik. Akibatnya, Taiwan semakin sulit merasa sebagai bagian dari China.

Sebaliknya, di Taiwan sendiri tumbuh narasi bahwa mereka berada pada posisi moral yang lebih tinggi—lebih demokratis, lebih terbuka, lebih “beradab” secara politik. Narasi ini, meski berakar pada pengalaman politik domestik Taiwan, pada saat yang sama memperkuat ego kolektif dan memperdalam jurang psikologis dengan daratan. Ketika klaim kedaulatan di satu pihak bertemu dengan klaim superioritas moral di pihak lain, ruang kompromi pun menyempit.

Situasi ini semakin kompleks dengan keterlibatan aktor eksternal yang tidak selalu berkepentingan pada keharmonisan di Selat Taiwan. Dukungan politik, simbolik, maupun militer dari pihak luar sering kali dipersepsikan berbeda oleh masing-masing pihak.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bumi Eropa Membara,...
Bumi Eropa Membara, Dunia Memilih Bisu: Pelajaran dari Gelombang Panas yang Tak Lagi Anomali
Histeria Ojol dan Kerentanan...
Histeria Ojol dan Kerentanan Ekstrem Pekerja 'Gig Economy'
B50: Strategi Diplomasi...
B50: Strategi Diplomasi Sawit Berkelanjutan
Narkoba, Masa Depan...
Narkoba, Masa Depan Bangsa, dan Kerja Sama Internasional
Dari Cinta Menjadi Luka:...
Dari Cinta Menjadi Luka: Kekerasan Berpacaran Perspektif Psikologi
Pilihan Praperadilan...
Pilihan Praperadilan untuk Roy Suryo dan Sidang untuk dr Tifa dalam Polemik Ijazah Jokowi
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Rekomendasi
Gapasdap: Penggunaan...
Gapasdap: Penggunaan B50 untuk Kapal Bebani Biaya Operasional Angkutan Penyeberangan
Kasus Dugaan Penganiayaan...
Kasus Dugaan Penganiayaan ART Naik Penyidikan, Erin Wartia Berpotensi Jadi Tersangka
Vladimir Petkovic Melawan...
Vladimir Petkovic Melawan Mantan
Berita Terkini
Polisi Tetapkan 3 Mantan...
Polisi Tetapkan 3 Mantan Pejabat Pertamina Niaga dan Samin Tan Tersangka Jual Beli BBM
OTT di Kuansing, KPK...
OTT di Kuansing, KPK Minta Bupati dan Sekda Menyerahkan Diri
PDIP Nonaktifkan Anggota...
PDIP Nonaktifkan Anggota DPRD TTU Imbas Dugaan Intimidasi Dokter Icha
Pakar: Putusan Nadiem...
Pakar: Putusan Nadiem Makarim Buktikan Hukum Tidak Tebang Pilih
Survei Puspoll Indonesia:...
Survei Puspoll Indonesia: Lebih dari 80 Persen Masyarakat Dukung Pilkada Langsung
Polri Kini Punya 54...
Polri Kini Punya 54 Jenderal Baru pada 2026 usai Kapolri Berikan Kenaikan Pangkat
Infografis
10 Radar Militer Terbaik...
10 Radar Militer Terbaik di Dunia, Sudah Teruji di Medan Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved