Ma’ruf Amin: Hasil Pertemuan Gus Yahya dan Rais Aam Berakhir Damai, Bakal Gelar Muktamar
Jum'at, 26 Desember 2025 - 10:54 WIB
loading...
Mustasyar PBNU KH Ma’ruf Amin mengungkapkan hasil pertemuan antara Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf berjalan baik dan menghasilkan kesepakatan. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ma’ruf Amin mengungkapkan hasil pertemuan antara Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf berjalan baik dan menghasilkan kesepakatan. Pertemuan itu digelar di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Kamis (25/12/2025).
Ma’ruf Amin memastikan pertemuan berakhir damai dan disepakati penyelenggaraan Muktamar sebagai jalan keluar konflik internal. “Pertemuan ini berakhir bagus. Ujungnya itu kan ada kesepakatan segera diadakan muktamar. Muktamar yang tidak oleh satu pihak, tapi bersama,” ujarnya, Jumat (26/12/2025).
Baca juga: Ketua Umum PBNU: Paus Fransiskus Pengasuh dan Pembela Kemanusiaan
Menurut dia, baik rais aam maupun ketua umum PBNU tetap menjalankan peran masing-masing dan bersama-sama membentuk kepanitiaan untuk menyelenggarakan Muktamar NU.
“Jadi masih tetap ada, Rais Aam ada, Ketua Umum PBNU ada. Jadi berarti sama-sama hidup, bersama-sama membentuk panitia menyelenggarakan muktamar,” katanya.
Sebelumnya, konflik internal di elite PBNU memasuki babak baru. Islah atau rekonsiliasi antara Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf akhirnya tercapai di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Kamis (25/12/2025).
Dalam pertemuan ini, kedua pihak sepakat menyelenggarakan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama secara bersama-sama. “Alhamdulillah, hari ini kita semua menyaksikan peristiwa yang menyejukkan. Islah telah tercapai, dan kami bersama Rais Aam sepakat bahwa jalan terbaik bagi jam’iyah adalah melalui Muktamar bersama,” ujar KH Yahya Cholil Staquf.
Musyawarah di Lirboyo merupakan kelanjutan dari Musyawarah Kubro yang digelar di lokasi yang sama beberapa hari sebelumnya. Para masyayikh menilai persoalan internal PBNU yang bermula dari keputusan pemberhentian Ketua Umum oleh Rais Aam dan dinilai tidak sesuai AD/ART NU perlu diselesaikan melalui mekanisme islah dan Muktamar yang sah dengan melibatkan kedua belah pihak.
Kesepakatan tersebut dicapai setelah melalui proses dialog, negosiasi, dan perdebatan yang cukup intens, namun tetap dijalankan dalam semangat ukhuwah nahdliyah. Sejumlah tokoh sentral NU turut hadir dan berperan sebagai penengah dalam pertemuan ini.
Dengan tercapainya kesepakatan ini, silaturahmi di Lirboyo secara resmi mengakhiri konflik internal PBNU. Kepemimpinan PBNU hingga pelaksanaan Muktamar ke-35 NU tetap berjalan sebagaimana mestinya, dengan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan KH Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum.
Sebagai tindak lanjut, PBNU segera membentuk Panitia Bersama untuk mempersiapkan penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU. “Kesepakatan ini segera kami tindak lanjuti dengan pembentukan panitia Muktamar. Kita akan bersama-sama menyukseskan forum tertinggi jam’iyah ini secara damai dan bermartabat,” kata Gus Yahya.
Ma’ruf Amin memastikan pertemuan berakhir damai dan disepakati penyelenggaraan Muktamar sebagai jalan keluar konflik internal. “Pertemuan ini berakhir bagus. Ujungnya itu kan ada kesepakatan segera diadakan muktamar. Muktamar yang tidak oleh satu pihak, tapi bersama,” ujarnya, Jumat (26/12/2025).
Baca juga: Ketua Umum PBNU: Paus Fransiskus Pengasuh dan Pembela Kemanusiaan
Menurut dia, baik rais aam maupun ketua umum PBNU tetap menjalankan peran masing-masing dan bersama-sama membentuk kepanitiaan untuk menyelenggarakan Muktamar NU.
“Jadi masih tetap ada, Rais Aam ada, Ketua Umum PBNU ada. Jadi berarti sama-sama hidup, bersama-sama membentuk panitia menyelenggarakan muktamar,” katanya.
Sebelumnya, konflik internal di elite PBNU memasuki babak baru. Islah atau rekonsiliasi antara Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf akhirnya tercapai di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Kamis (25/12/2025).
Dalam pertemuan ini, kedua pihak sepakat menyelenggarakan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama secara bersama-sama. “Alhamdulillah, hari ini kita semua menyaksikan peristiwa yang menyejukkan. Islah telah tercapai, dan kami bersama Rais Aam sepakat bahwa jalan terbaik bagi jam’iyah adalah melalui Muktamar bersama,” ujar KH Yahya Cholil Staquf.
Musyawarah di Lirboyo merupakan kelanjutan dari Musyawarah Kubro yang digelar di lokasi yang sama beberapa hari sebelumnya. Para masyayikh menilai persoalan internal PBNU yang bermula dari keputusan pemberhentian Ketua Umum oleh Rais Aam dan dinilai tidak sesuai AD/ART NU perlu diselesaikan melalui mekanisme islah dan Muktamar yang sah dengan melibatkan kedua belah pihak.
Kesepakatan tersebut dicapai setelah melalui proses dialog, negosiasi, dan perdebatan yang cukup intens, namun tetap dijalankan dalam semangat ukhuwah nahdliyah. Sejumlah tokoh sentral NU turut hadir dan berperan sebagai penengah dalam pertemuan ini.
Dengan tercapainya kesepakatan ini, silaturahmi di Lirboyo secara resmi mengakhiri konflik internal PBNU. Kepemimpinan PBNU hingga pelaksanaan Muktamar ke-35 NU tetap berjalan sebagaimana mestinya, dengan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan KH Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum.
Sebagai tindak lanjut, PBNU segera membentuk Panitia Bersama untuk mempersiapkan penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU. “Kesepakatan ini segera kami tindak lanjuti dengan pembentukan panitia Muktamar. Kita akan bersama-sama menyukseskan forum tertinggi jam’iyah ini secara damai dan bermartabat,” kata Gus Yahya.
(jon)
Lihat Juga :