Pasokan BBM Jadi Kunci Pemulihan Layanan Vital Pascabencana di Aceh
Selasa, 23 Desember 2025 - 18:32 WIB
loading...
A
A
A
Di lapangan, kondisi darurat distribusi BBM juga dirasakan masyarakat di Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh. Pascabencana banjir dan tanah longsor, sejumlah akses jalan utama terputus sehingga pasokan BBM mengalami kelangkaan, terutama di wilayah pedalaman yang hingga kini masih sulit dijangkau.
Pantauan di lapangan menunjukkan, sejak beberapa hari terakhir warga terpaksa mengantre panjang di SPBU dan kios pengecer BBM. Bahkan, sebagian masyarakat terpaksa membeli BBM dengan harga jauh di atas normal mencapai Rp20 ribu per liter akibat distribusi yang terhambat kerusakan jalan dan jembatan yang belum sepenuhnya pulih.
Tokoh pemuda Gayo Lues Kamsah Galus menilai kelangkaan BBM di tengah situasi darurat bencana menjadi persoalan krusial yang perlu segera ditangani. BBM bukan sekadar kebutuhan kendaraan, tetapi penopang utama roda ekonomi dan layanan kemanusiaan.
“BBM ini urat nadi kehidupan. Saat bencana justru kebutuhan meningkat untuk evakuasi, logistik, hingga aktivitas ekonomi warga. Kalau BBM langka, semuanya macet,” ujar Kamsah.
Dia menyoroti distribusi pasokan BBM ke Gayo Lues yang dinilai belum sebanding dengan kondisi darurat yang dihadapi masyarakat. Dia meminta Pertamina segera mengambil langkah ekstra seperti penambahan kuota dan pengiriman khusus ke daerah terdampak.
Selain itu, Kamsah juga mengingatkan agar pengawasan diperketat untuk mencegah penimbunan dan permainan harga di tingkat pengecer. Dia menilai praktik tersebut justru memperparah penderitaan masyarakat.
Pantauan di lapangan menunjukkan, sejak beberapa hari terakhir warga terpaksa mengantre panjang di SPBU dan kios pengecer BBM. Bahkan, sebagian masyarakat terpaksa membeli BBM dengan harga jauh di atas normal mencapai Rp20 ribu per liter akibat distribusi yang terhambat kerusakan jalan dan jembatan yang belum sepenuhnya pulih.
Tokoh pemuda Gayo Lues Kamsah Galus menilai kelangkaan BBM di tengah situasi darurat bencana menjadi persoalan krusial yang perlu segera ditangani. BBM bukan sekadar kebutuhan kendaraan, tetapi penopang utama roda ekonomi dan layanan kemanusiaan.
“BBM ini urat nadi kehidupan. Saat bencana justru kebutuhan meningkat untuk evakuasi, logistik, hingga aktivitas ekonomi warga. Kalau BBM langka, semuanya macet,” ujar Kamsah.
Dia menyoroti distribusi pasokan BBM ke Gayo Lues yang dinilai belum sebanding dengan kondisi darurat yang dihadapi masyarakat. Dia meminta Pertamina segera mengambil langkah ekstra seperti penambahan kuota dan pengiriman khusus ke daerah terdampak.
Selain itu, Kamsah juga mengingatkan agar pengawasan diperketat untuk mencegah penimbunan dan permainan harga di tingkat pengecer. Dia menilai praktik tersebut justru memperparah penderitaan masyarakat.
(jon)
Lihat Juga :