Ijon Pajak di Ujung 2025: Solusi Cepat atau Ilusi Berisiko untuk APBN?

Minggu, 21 Desember 2025 - 05:48 WIB
loading...
A A A
Dari sisi kebijakan fiskal, outlook penerimaan pajak 2025 dipatok Rp2.076,9 triliun, menyiratkan potensi shortfall sekitar Rp112,4 triliun dari target APBN; defisit diproyeksikan 2,78% PDB pada outlook tersebut.

Kombinasi target pajak yang meningkat, basis yang melambat, dan sistem administrasi yang sedang “transisi besar” (Coretax) membuat tekanan di kuartal IV terasa seperti lari sprint memakai sepatu baru. Di titik inilah godaan “rekayasa timing” muncul.

Ijon Pajak: Tahun Depan Bagaimana?


Secara teknis, tidak semua percepatan penerimaan itu ijon. Menagih pajak masa yang memang sudah terutang, mengejar piutang pajak inkracht, memperketat kepatuhan material, atau menutup kebocoran administrasi adalah strategi yang sah. Karena itu DJP menepis isu ijon dan menyebut sebagai strategi penguatan pengawasan pembayaran masa, kepatuhan material, ekstensifikasi–intensifikasi, serta optimalisasi Coretax.

Problematik utamanya adalah apabila pemerintah “memindahkan” penerimaan lintas tahun secara non-alami—mengubah masalah struktural menjadi tampak selesai di laporan tahun berjalan. DJP sendiri (dalam artikel edukasinya) menyebut praktik ijon sebagai pilihan yang keliru karena menciptakan efek buruk karena merusak basis data, membuat target tahun depan jadi ilusi, dan berpotensi menyebabkan pertumbuhan penerimaan awal tahun berikutnya negatif.

Secara ekonomi-politik, ijon menggoda karena dua alasan yaitu (1) publik dan pasar melihat headline “defisit terjaga”, (2) pengambil kebijakan bisa “membeli waktu” sampai kebijakan struktural bekerja. Masalahnya, ijon itu seperti menutup kebocoran kapal dengan memindahkan air ke kabin sebelah. Tahun depan Anda memulai dengan lantai basah dan ekspektasi yang lebih tinggi.

Lebih penting lagi kita pahami bahwa ijon dapat mengaburkan diagnosis permasalahan pajak itu sendiri. Padahal, diagnosis yang jernih penting sebagai dasar untuk merancang reformasi penerimaan yang lebih realistis.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Ekologi adalah Kesehatan:...
Ekologi adalah Kesehatan: Ketika Dua Visi Besar Emil Salim dan Farid Moeloek Menjadi Keharusan Zaman
Mengapa Pendonor Darah...
Mengapa Pendonor Darah Kita Tidak Kembali?
Dari SPBU ke Meja Makan:...
Dari SPBU ke Meja Makan: Rantai Dampak Kenaikan BBM terhadap Kesejahteraan
Birokrasi dan Paradoks...
Birokrasi dan Paradoks Belanja Negara
Perang Iran: Dari Bertahan...
Perang Iran: Dari Bertahan Hidup Menjadi Pengatur Kawasan?
Tok! DPR dan Pemerintah...
Tok! DPR dan Pemerintah Sepakati Asumsi Makro KEM-PPKF 2027, Target Lifting Migas Dikerek
Menhub Minta Tambahan...
Menhub Minta Tambahan Anggaran Rp20 Triliun, Buat Apa?
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
Rekomendasi
Eksekusi Hotel Sultan,...
Eksekusi Hotel Sultan, Wamensesneg: Kita Harus Tarik Aset yang Dikuasai Pihak Lain
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Drama di Akhir Laga,...
Drama di Akhir Laga, Ghana Tekuk Panama 1-0
Berita Terkini
KPK Buka Peluang Periksa...
KPK Buka Peluang Periksa Pihak BPK, Dalami Peran Eks Staf Ahli Bobby Adhityo Rizaldi
Kisah Kasus Nadiem Dalam...
Kisah Kasus Nadiem Dalam Perkara Korupsi
Eks Wakil BGN Sony Sonjaya...
Eks Wakil BGN Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung Hari Ini
Slopaganda: Propaganda...
Slopaganda: Propaganda Massal di Era AI
Mutasi TNI: Marsdya...
Mutasi TNI: Marsdya M. Khairil Lubis Jabat Dansesko TNI, Marsda Muzafar Jadi Pangkogabwilhan II
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Infografis
Kaleidoskop 2025: 7...
Kaleidoskop 2025: 7 Peristiwa Ekonomi Paling Heboh di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved