Muhammadiyah Terima Amanah Salurkan 30 Ton Beras Bantuan Kemanusiaan UEA bagi Korban Banjir
Sabtu, 20 Desember 2025 - 13:02 WIB
loading...
A
A
A
Bobby menjelaskan bahwa bantuan tersebut bukan bersifat government to government (G2G), melainkan berasal dari organisasi nonpemerintah atau non-government organization (NGO) di UEA. "Ini bukan bantuan G2G. Jadi bukan dari negara Uni Emirat Arab, melainkan dari NGO," kata Bobby, Jumat (19/12/2025).
Baca Juga: Menteri PU Ungkap 123 Jalan dan 95 Jembatan Daerah Terdampak Banjir Sumatera
Karena bersumber dari NGO, lanjut Bobby, Pemerintah Kota Medan kemudian menyerahkan dan mempercayakan penyaluran bantuan tersebut kepada Muhammadiyah sebagai organisasi kemanusiaan yang memiliki jejaring dan pengalaman dalam penanganan bencana.
"Sebenarnya bukan dipulangkan, tetapi karena ini bantuan dari NGO, maka diserahkan kepada NGO yang ada di Indonesia, yaitu Muhammadiyah. Nanti Muhammadiyah yang akan menyalurkan kepada para korban," ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian merespons terkait Pemerintah Kota Medan yang mengembalikan bantuan 30 kilogram beras dari Uni Emirat Arab (UEA) untuk korban banjir bandang dan longsor. Tito menjelaskan bahwa bantuan itu bukan berasal dari pemerintah UEA, melainkan dari lembaga non-pemerintah Red Crescent atau Bulan Sabit Merah.
Baca Juga: Menteri PU Ungkap 123 Jalan dan 95 Jembatan Daerah Terdampak Banjir Sumatera
Karena bersumber dari NGO, lanjut Bobby, Pemerintah Kota Medan kemudian menyerahkan dan mempercayakan penyaluran bantuan tersebut kepada Muhammadiyah sebagai organisasi kemanusiaan yang memiliki jejaring dan pengalaman dalam penanganan bencana.
"Sebenarnya bukan dipulangkan, tetapi karena ini bantuan dari NGO, maka diserahkan kepada NGO yang ada di Indonesia, yaitu Muhammadiyah. Nanti Muhammadiyah yang akan menyalurkan kepada para korban," ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian merespons terkait Pemerintah Kota Medan yang mengembalikan bantuan 30 kilogram beras dari Uni Emirat Arab (UEA) untuk korban banjir bandang dan longsor. Tito menjelaskan bahwa bantuan itu bukan berasal dari pemerintah UEA, melainkan dari lembaga non-pemerintah Red Crescent atau Bulan Sabit Merah.
Lihat Juga :