Alissa Wahid: Generasi Ideal Rahmat bagi Semua dan Berakhlak Mulia
Kamis, 18 Desember 2025 - 18:11 WIB
loading...
A
A
A
“Kita mau 'kertas putihnya' anak-anak kita ini diisi dengan dengan nilai-nilai dasar yang toleran, cinta perdamaian, dan berakhlak mulia. Harapannya, nilai-nilai positif semacam ini membuat anak memasukkan segala perkara kehidupan yang ia temukan, ke dalam nilai-nilai dasar yang positif dan telah terpupuk sejak lama,” tambahnya.
Alissa Wahid mengurai ajaran budi pekerti yang diajarkan oleh para kiai di Nahdlatul Ulama (NU) bahwa untuk menunjukkan Islam yang rahmatan lil alamin, maka dia harus menjaga tiga ukhuwah (persaudaraan).
Ketiganya yakni ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama muslim), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sesama warga sebangsa), dan ukhuwah insaniyah (persaudaraan sesama manusia).
“Ukhuwah wathaniyah ini, mungkin tidak melihat latar belakang agama ataupun suku, golongan, itu tidak dilihat. Pokoknya, selama dia warga Indonesia, dia juga harus dihargai hak-haknya. Hal yang juga penting adalah kemampuan kita menerapkan ketiga ukhuwah ini. Jika memang memiliki tiga ukhuwah ini, maka seharusnya tidak setuju kalau diajak menyakiti umat yang lain, karena berarti si pelaku tidak mewujudkan Islam yang rahmatan lil alamin,” tegasnya.
Alissa Wahid berharap agar prinsip dan keyakinan yang berorientasi pada rahmatan lil ‘alamin dan menjunjung tinggi akhlak yang mulia bisa ditanamkan kepada generasi muda, sehingga dengan sendirinya semua hal yang beririsan dengan ideologi kekerasan akan tertolak. Ia pun berharap, dengan demikian, anak punya kesadaran untuk mengingat nasihat-nasihat yang baik dari orang tua mereka.
“Bahkan, dalam Al-Qur'an saja berperang itu hanya dibolehkan untuk mempertahankan diri. Dalam berperang, ada kelompok-kelompok yang tidak boleh sama sekali kita perangi. Kita ketahui, misalnya, lansia, rumah ibadah, anak-anak, perempuan, dan lain-lain, misalnya. Itu adalah salah satu implementasi aturan rahmat yang harus dipahami oleh generasi yang ideal,” pungkas Alissa Wahid.
Alissa Wahid mengurai ajaran budi pekerti yang diajarkan oleh para kiai di Nahdlatul Ulama (NU) bahwa untuk menunjukkan Islam yang rahmatan lil alamin, maka dia harus menjaga tiga ukhuwah (persaudaraan).
Ketiganya yakni ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama muslim), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sesama warga sebangsa), dan ukhuwah insaniyah (persaudaraan sesama manusia).
“Ukhuwah wathaniyah ini, mungkin tidak melihat latar belakang agama ataupun suku, golongan, itu tidak dilihat. Pokoknya, selama dia warga Indonesia, dia juga harus dihargai hak-haknya. Hal yang juga penting adalah kemampuan kita menerapkan ketiga ukhuwah ini. Jika memang memiliki tiga ukhuwah ini, maka seharusnya tidak setuju kalau diajak menyakiti umat yang lain, karena berarti si pelaku tidak mewujudkan Islam yang rahmatan lil alamin,” tegasnya.
Alissa Wahid berharap agar prinsip dan keyakinan yang berorientasi pada rahmatan lil ‘alamin dan menjunjung tinggi akhlak yang mulia bisa ditanamkan kepada generasi muda, sehingga dengan sendirinya semua hal yang beririsan dengan ideologi kekerasan akan tertolak. Ia pun berharap, dengan demikian, anak punya kesadaran untuk mengingat nasihat-nasihat yang baik dari orang tua mereka.
“Bahkan, dalam Al-Qur'an saja berperang itu hanya dibolehkan untuk mempertahankan diri. Dalam berperang, ada kelompok-kelompok yang tidak boleh sama sekali kita perangi. Kita ketahui, misalnya, lansia, rumah ibadah, anak-anak, perempuan, dan lain-lain, misalnya. Itu adalah salah satu implementasi aturan rahmat yang harus dipahami oleh generasi yang ideal,” pungkas Alissa Wahid.
(shf)
Lihat Juga :