Buku Sejarah Indonesia 2025 Penyangga Bangsa di Tengah Hoaks dan Pseudohistori

Rabu, 17 Desember 2025 - 22:27 WIB
loading...
Buku Sejarah Indonesia...
Menteri Kebudayaan Fadli Zon memberikan keterangan pers usai soft launching Buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global di Jakarta, Minggu (14/12/2025). Foto/Dok. SindoNews
A A A
JAKARTA - Buku Sejarah Indonesia 2025: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global dinilai relevan dalam menjawab tantangan globalisasi, disrupsi informasi, hoaks, dan pseudohistori yang berpotensi melemahkan pilar kebangsaan. Hal ini disampaikan Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Diponegoro, Singgih Tri Sulistiyonosaatsoft launching buku tersebut di Jakarta, Minggu(14/12/2025).

“Ini waktu yang tepat ketika bangsa menghadapi globalisasi, disrupsi, hoaks, dan pseudohistori yang memperlemah pilar kebangsaan . Karena itu, kita perlu menemukan kembali identitas keindonesiaan yang semakin lama semakin tergerus,” katanya. Baca juga: Sempat Tuai Kritik, Fadli Zon Resmikan Buku Penulisan Sejarah Ulang Indonesia

Singgih mengatakan, buku ini menghadirkan kebaruan penting, baik dari sisi temuan maupun pendekatan. Menurutnya, kredibilitas akademik buku ini diperkuat keterlibatan para editor jilid dari berbagai institusi.

Mereka antara lain dari Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, Universitas Hasanuddin, Universitas Andalas, Universitas Diponegoro, Universitas Jember, Universitas Negeri Padang, Universitas Islam Internasional Indonesia, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan universitas lainnya, serta Masyarakat Sejarawan Indonesia. Keberagaman latar belakang editor memastikan tidak adanya dominasi perspektif tunggal dalam penyusunan narasi sejarah.

“Kebaruan buku ini berasal dari temuan-temuan sejarah dalam kurun waktu sekitar 20 tahun terakhir, serta pendekatan metodologi yang Indonesia-sentris, berangkat dari otonomi sejarah, tetapi tetap ditempatkan dalam konteks global,” jelasnya.

Ia menjelaskan sejarah Indonesia tidak dapat dilepaskan dari interaksi internasional. Pelayaran dan perdagangan Nusantara dengan berbagai bangsa telah membentuk kebudayaan yang khas. Perjumpaan dengan Barat melahirkan kolonialisme yang kemudian memicu antitesis dan perjuangan panjang hingga mencapai kemerdekaan.

“Setelah itu, sejarah bergerak pada upaya mempertahankan kemerdekaan, memasuki era 1950-an ketika Soekarno tampil sebagai pemimpin dunia, hingga masa pembangunan di era Soeharto. Semua itu dirangkai dalam satu alur besar dinamika kebangsaan,” ujarnya.

Sebelumnya, dilakukan soft launching Buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global diluncurkan Kementerian Kebudayaan sebagai pemutakhiran penulisan sejarah nasional di Jakarta, Minggu (14/12/2025). Buku ini disusun dalam 10 jilid utama yang mencakup perjalanan sejarah Indonesia dari prasejarah hingga era Reformasi, serta dilengkapi satu jilid faktaneka dan indeks untuk memperkuat rujukan akademik.

Penggagas Komunitas Historia Indonesia, Asep Kambali, menilai buku ini sebagai penanda penting hadirnya negara dalam kerja-kerja sejarah. “Narasi nasionalisme kita baru sekitar 100 tahun, padahal bentang sejarah Indonesia mencapai lebih dari 51 ribu tahun. Buku ini mengingatkan bahwa kecintaan terhadap Indonesia harus sejauh mungkin,” katanya. Baca juga: Penulisan Sejarah Nasional dan Integrasi Bangsa

Sementara itu, Ketua Klub Tempo Doeloe (KTD) Jakarta, Agil Kurniadi, berharap publikasi massal buku ini dapat diikuti dengan strategi diseminasi yang tepat. Sebab menurutnya, buku ini membawa arah baru dalam pemahaman sejarah Indonesia. “Tantangannya adalah bagaimana pengetahuan sejarah ini disampaikan dengan baik agar benar-benar memberi manfaat bagi publik,” tuturnya.

Dengan roadmap yang jelas menuju distribusi massal pada 2026, buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global diharapkan menjadi rujukan utama sejarah nasional sekaligus fondasi penguatan literasi kebangsaan Indonesia ke depan.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Terbitkan Buku Politik...
Terbitkan Buku Politik Hukum Kepolisian, Eks Kapolri: Masukan untuk RUU Polri
Tampil di Wanderlust...
Tampil di Wanderlust Festival Mongolia, Talenta Seni Indonesia Perluas Jejaring Global
Budayawan Denny JA Publikasikan...
Budayawan Denny JA Publikasikan 8 Buku Puisi Esai tentang Luka Sejarah
Peluncuran Buku The...
Peluncuran Buku The Man Who Said Yes, Mengubah Ketidakpastian Menjadi Kesuksesan
Peluncuran Buku Penanganan...
Peluncuran Buku Penanganan TPPO, Wakapolri: Kejahatan Ini Telah Bertransformasi
Buku Spirit Kemanusiaan...
Buku Spirit Kemanusiaan Manajemen Risiko Bencana Ala Megawati Diluncurkan
Dorong Ekosistem Lagu...
Dorong Ekosistem Lagu Anak Berkualitas, KILA 2026 Resmi Dibuka
Rupiah Cetak Rekor Terlemah...
Rupiah Cetak Rekor Terlemah Rp17.700 per Dolar AS, Pertama Kalinya dalam Sejarah Indonesia
7 Seniman Indonesia...
7 Seniman Indonesia Ramaikan Venice Biennale 2026 lewat Pameran Printing the Unprinted
Rekomendasi
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta Eps. 6: Konflik Memuncak! Jaka Jual Aset Mertua, Rumah Tangga Mila di Ujung Tanduk
Kisah Syahla, Anak Driver...
Kisah Syahla, Anak Driver Ojol dan Penjual Nasi Lolos UGM lewat Jalur SNBP
Berita Terkini
Pengamat: Penegakan...
Pengamat: Penegakan Hukum Jadi Cermin Kualitas Demokrasi
Kemendagri dan DPR Sinergi...
Kemendagri dan DPR Sinergi Pemberdayaan Ormas untuk Percepat Kesejahteraan Masyarakat NTB
Survei Puspoll Indonesia,...
Survei Puspoll Indonesia, Kepuasan Publik Atas Kinerja Presiden Prabowo Capai 64,8 Persen
Jokowi Minta Kader PSI...
Jokowi Minta Kader PSI Hidupkan Mesin Partai sampai Tingkat Desa
Sinergi BPJS dan Kejaksaan...
Sinergi BPJS dan Kejaksaan Agung, Jaga Keberlangsungan JKN
Uya Kuya Jadi Ketua...
Uya Kuya Jadi Ketua DPW DKI Jakarta Gantikan Eko Patrio, PAN Ungkap Alasannya
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved