Lemhannas: Ketahanan Nasional Indonesia Masih Tangguh di Tengah Kondisi Geopolitik Global yang Kompleks

Selasa, 16 Desember 2025 - 13:00 WIB
loading...
Lemhannas: Ketahanan...
Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) TB Ace Hasan Syadzily mengungkapkan bahwa dinamika geopolitik global sepanjang 2025 bergerak semakin cepat, kompleks, dan penuh volatilitas. Foto/Binti Mufarida
A A A
JAKARTA - Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional ( Lemhannas ) TB Ace Hasan Syadzily mengungkapkan bahwa dinamika geopolitik global sepanjang 2025 bergerak semakin cepat, kompleks, dan penuh volatilitas. Hal tersebut disampaikannya dalam forum Refleksi dan Rilis Akhir Tahun 2025 serta Outlook 2026 Lemhannas RI di Jakarta, Selasa (16/12/2025).

“Sepanjang tahun 2025 konstalasi geopolitik global bergerak semakin cepat kompleks dan penuh dengan volatilitas. Rivalitas strategis antara negara-negara adidaya antara lain Amerika dan Tiongkok semakin termanifestasi di dalam kompetisi teknologi mutakhir, proteksionisme ekonomi serta pembentukan aliansi-aliansi baru yang menandai penguatan tatanan dunia multipolar,” ujar Ace Hasan dalam sambutannya.

Ia menambahkan, konflik global yang berlangsung saat ini menunjukkan kecenderungan berlarut-larut dan berdampak luas terhadap stabilitas dunia. “Konflik Rusia-Ukraina menunjukkan kecenderungan sebagai konflik yang berkepanjangan sementara eskalasi di Gaza, Laut Merah, kawasan Timur Tengah, konflik India Pakistan serta Semenanjung Korea menegaskan bahwa isu kemanusiaan, isu energi serta keamanan Global tetap menjadi variabel penentu dari stabilitas dunia,” katanya.

Baca juga: Jenderal Bintang 2 dan 1 di Lemhannas Dimutasi Panglima TNI, Nomor 3 Jadi Wadan Pussenarhanud



Menurut Ace Hasan, kawasan Indo-Pasifik juga mengalami peningkatan ketegangan yang signifikan. “Di kawasan Indo-Pasifik trend peningkatan postur militer, intensifikasi kompetisi maritim, serta semakin masifnya manuver kekuatan-kekuatan besar dunia, konflik di kawasan ASEAN seperti Thailand dan Kamboja juga mewarnai dinamika geopolitik saat ini. Hal ini semakin menegaskan bahwa kawasan ini telah bertransformasi menjadi episentrum baru geostrategi global,” jelasnya.

Dalam situasi tersebut, Ace Hasan menegaskan Indonesia tetap memainkan peran penting di tingkat internasional. “Dalam konteks tersebut, Indonesia telah memainkan peran diplomasi aktif, adaptif dan berwibawa melalui pendekatan multiple alignment sebagai aktualisasi dari politik luar negeri bebas aktif dalam konfigurasi global kontemporer,” ujarnya.

Ia juga menyoroti dampak positif diplomasi Presiden Prabowo Subianto. Dia menegaskan bahwa kunjungan Presiden Prabowo ke sejumlah negara mitra strategis sepanjang 2024-2025 semakin mempertegas posisi Indonesia sebagai global middle power yang memiliki kapasitas pengaruh substantif di tingkat Internasional.

Di tengah tantangan global tersebut, Aceh mengatakan bahwa Lemhannas RI menilai kondisi ketahanan nasional Indonesia masih berada pada posisi cukup kuat. “Di tengah konfigurasi global tersebut, Lemhannas Republik Indonesia menilai bahwa ketahanan nasional Indonesia sepanjang tahun 2025 berada pada posisi kondisi cukup tangguh dengan skor 2,84 dengan trend ya, penguatan yang stabil,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil pengukuran Laboratorium Ketahanan Nasional Lemhannas, Ace Hasan menyebut beberapa gatra berada dalam kondisi positif. “Dari hasil pengukuran laboratorium ketahanan nasional di tahun 2025, menunjukkan posisi cukup tangguh pada Gatra politik, ekonomi serta sumber kekayaan alam,” ujarnya.

Namun demikian, ia mengingatkan adanya sejumlah aspek yang perlu mendapat perhatian serius. “Gatra yang perlu menjadi perhatian adalah Gatra sosial budaya karena masih rentan adanya disinformasi polarisasi digital serta penetrasi nilai-nilai eksternal yang berpotensi menggerus karakter kebangsaan,” tegas Ace Hasan.

Selain itu, kata Ace Hasan, sektor pertahanan dan pengelolaan sumber daya alam juga dinilai strategis. Namun demikian pada Gatra Hankam harus mendapat perhatian yang sama terutama pada peningkatan kemandirian industri pertahanan.

“Demikian pula Gatra sumber kekayaan alam walaupun berada pada posisi cukup tangguh namun perlu mendapatkan perhatian karena sumber daya alam tidak hanya dipandang sebagai modal ekonomi tetapi juga sebagai pilar penyangga kehidupan dan ketahanan nasional,” pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
ASPEK Indonesia Dorong...
ASPEK Indonesia Dorong Reformasi Jaminan Sosial Jilid II
PPM sebagai Solusi Ketahanan...
PPM sebagai Solusi Ketahanan Nasional di Bawah Naungan Bacadnas
Prabowo Dinilai Mampu...
Prabowo Dinilai Mampu Jaga Keamanan RI Hadapi Dinamika Geopolitik Global
Tutup P3N 27, Gubernur...
Tutup P3N 27, Gubernur Lemhannas Tegaskan Pemimpin Nasional Harus Berintegritas, Adaptif, dan Visioner
Pertemuan Istana Elysee,...
Pertemuan Istana Elysee, Denny JA: Macron-Prabowo Arsitek Poros Baru Negara Menengah
Kunjungan Prabowo ke...
Kunjungan Prabowo ke Eropa Dinilai Perkuat Posisi Geopolitik Indonesia
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Uni Eropa Kini Tak Lagi...
Uni Eropa Kini Tak Lagi Relevan di Pangung Geopolitik, Ini 3 Alasannya
Antisipasi Risiko Geopolitik...
Antisipasi Risiko Geopolitik Global, BUMD Jakarta Percepat Impor 7.500 Sapi
Rekomendasi
Unggahan Nana Mirdad...
Unggahan Nana Mirdad soal Vonis Nadiem Makarim Tuai Kritik, Ini Penyebabnya
Aldi Taher Semprot Baskara...
Aldi Taher Semprot Baskara Putra usai Sebut Kameramen 'Tolol', Tantang Debat Terbuka
Hadapi Gugatan Ruben...
Hadapi Gugatan Ruben Onsu, Sarwendah Klaim Simpan Fakta yang Belum Pernah Diungkap
Berita Terkini
1 Abad Kelahiran Rahmi...
1 Abad Kelahiran Rahmi Hatta Momen Refleksi Nilai Keteladanan bagi Generasi Muda
Menhut Raja Juli Bakal...
Menhut Raja Juli Bakal Kooperatif soal Pengusutan Kasus Bupati Kuansing
Presiden Lukashenko...
Presiden Lukashenko Sebut Indonesia Mitra Penting Belarus di Asia Tenggara
Kembangkan Kompetensi...
Kembangkan Kompetensi di Era Digital, UI Publishing Terbitkan Buku Digital Social Work untuk Afrika-Asia
Dengarkan Keterangan...
Dengarkan Keterangan Ahli Polda Metro Jaya, Roy Suryo Optimistis Praperadilannya Dikabulkan
Kolonel BU Diduga Terlibat...
Kolonel BU Diduga Terlibat Korupsi Tata Kelola MBG, Mabes TNI Koordinasi dengan Kejagung
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved