ICMI Dorong Kepemimpinan Perempuan dalam Ketahanan Pangan lewat ICMW 2025
Senin, 15 Desember 2025 - 16:14 WIB
loading...
A
A
A
“Ketahanan pangan adalah hak asasi manusia. Ketika perempuan diberdayakan secara keilmuan dan struktural, maka ketahanan pangan nasional memiliki fondasi yang jauh lebih kuat,” kaa Hanifah.
Sebagai organisasi cendekiawan, ICMI juga menempatkan dimensi keilmuan dan inovasi sebagai pilar utama. Wakil Ketua Umum MPP ICMI Riri Fitri Sari menyoroti bagaimana perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), membuka peluang baru bagi perempuan dalam mengelola pangan keluarga dan masyarakat secara lebih presisi, berkelanjutan, dan adaptif terhadap tantangan zaman.
Rangkaian acara ICMW 2025 dirancang komprehensif dan reflektif terhadap peran perempuan dalam tata kelola pangan global. Konferensi dibuka dengan sambutan Wakil Presiden ICMI Riri Fitri Sari. Kemudian sambutan Presiden ICMI Arief Satria melalui video karena sedang tidak berada di Tanah Air. Kegiatan ini dihadiri Menteri Kordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan yang hadir dalam Menerima Buku dan Menyapa peserta konferensi Internasional ini, serta peluncuran buku hasil pemikiran para peserta konferensi.
Kegiatan ICMW dilanjutkan dengan sesi diskusi dengan tema “the role of Women in Food Governance” dengan Keynote speech dari perwakilan dari Menteri Pertanian diwakilkan oleh Direktur Hilirisasi hasil Perkebunan Dirjen Perkebunan Kuntoro Boga Andri. Selain itu, pembicara Internasional Lisa Ahramjian dari Agricultural Counselor, US Embassy dan Rajendra Arya dari FAO Representative for Indonesia and Timor leste.
Kuntoro mengapresiasiasi Forum ICMI tersebut. “Kementerian Pertanian mengapresiasi forum Internasional ICMI, karena sebagai fondasi keilmuan yang bisa mendorong percepatan target swasembada pangan, Pak Menteri berharap ICMI terus mensupport pemerintah, dalam pemikiran dan gagasan, bahkan lebih dari itu, ikut berperan lebih praksis dan teknik dalam mengembangkan industri pertanian,” ujarnya.
Sebagai organisasi cendekiawan, ICMI juga menempatkan dimensi keilmuan dan inovasi sebagai pilar utama. Wakil Ketua Umum MPP ICMI Riri Fitri Sari menyoroti bagaimana perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), membuka peluang baru bagi perempuan dalam mengelola pangan keluarga dan masyarakat secara lebih presisi, berkelanjutan, dan adaptif terhadap tantangan zaman.
Rangkaian acara ICMW 2025 dirancang komprehensif dan reflektif terhadap peran perempuan dalam tata kelola pangan global. Konferensi dibuka dengan sambutan Wakil Presiden ICMI Riri Fitri Sari. Kemudian sambutan Presiden ICMI Arief Satria melalui video karena sedang tidak berada di Tanah Air. Kegiatan ini dihadiri Menteri Kordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan yang hadir dalam Menerima Buku dan Menyapa peserta konferensi Internasional ini, serta peluncuran buku hasil pemikiran para peserta konferensi.
Kegiatan ICMW dilanjutkan dengan sesi diskusi dengan tema “the role of Women in Food Governance” dengan Keynote speech dari perwakilan dari Menteri Pertanian diwakilkan oleh Direktur Hilirisasi hasil Perkebunan Dirjen Perkebunan Kuntoro Boga Andri. Selain itu, pembicara Internasional Lisa Ahramjian dari Agricultural Counselor, US Embassy dan Rajendra Arya dari FAO Representative for Indonesia and Timor leste.
Kuntoro mengapresiasiasi Forum ICMI tersebut. “Kementerian Pertanian mengapresiasi forum Internasional ICMI, karena sebagai fondasi keilmuan yang bisa mendorong percepatan target swasembada pangan, Pak Menteri berharap ICMI terus mensupport pemerintah, dalam pemikiran dan gagasan, bahkan lebih dari itu, ikut berperan lebih praksis dan teknik dalam mengembangkan industri pertanian,” ujarnya.
Lihat Juga :