ICMI Dorong Kepemimpinan Perempuan dalam Ketahanan Pangan lewat ICMW 2025
Senin, 15 Desember 2025 - 16:14 WIB
loading...
A
A
A
Di sesi kedua mengangkat tema “the Isamic Concept In Achievinf Food Security” dengan pembicara para pakar dan ilmuawan ICMI serta pakar Biotechnology Scientist dan Food Science asal Malaysia Irwandi Jaswir dan Noranizan Mohn Adzahan.
Sesi materi terakhir diisi oleh Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana, sebagai keynote speech dan Intenasional Speakers, Prof. Cyr Coutorier, M.Sc dari Momorial University, Canada, Jim Manczak, CEO ESGCX, Australia Prof. Dr. Kau Chawla dari India, dan para ilmuan dan Cendekiawan ICMI.
Tiga sesi utama membahas secara mendalam peran perempuan dalam tata kelola pangan, konsep Islam dalam pencapaian ketahanan pangan, serta inovasi teknologi dan sosial untuk peningkatan gizi dan diversifikasi pangan. Sejumlah tokoh nasional dan internasional, termasuk perwakilan FAO, akademisi dari berbagai negara, dan pemangku kebijakan Indonesia, akan terlibat aktif dalam diskusi dan perumusan rekomendasi.
Puncak konferensi akan menghasilkan pernyataan penutup dan rekomendasi strategis yang dirangkum dalam sebuah buku, yang diharapkan menjadi rujukan kebijakan bagi pemerintah serta pemangku kepentingan di tingkat nasional dan global. Melalui ICMW 2025, ICMI menegaskan posisinya sebagai simpul keilmuan dan moral yang mendorong kepemimpinan perempuan Muslim dalam menjawab tantangan pangan dunia, sekaligus memperkuat kontribusi Indonesia dalam percaturan keilmuan global.
Sesi materi terakhir diisi oleh Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana, sebagai keynote speech dan Intenasional Speakers, Prof. Cyr Coutorier, M.Sc dari Momorial University, Canada, Jim Manczak, CEO ESGCX, Australia Prof. Dr. Kau Chawla dari India, dan para ilmuan dan Cendekiawan ICMI.
Tiga sesi utama membahas secara mendalam peran perempuan dalam tata kelola pangan, konsep Islam dalam pencapaian ketahanan pangan, serta inovasi teknologi dan sosial untuk peningkatan gizi dan diversifikasi pangan. Sejumlah tokoh nasional dan internasional, termasuk perwakilan FAO, akademisi dari berbagai negara, dan pemangku kebijakan Indonesia, akan terlibat aktif dalam diskusi dan perumusan rekomendasi.
Puncak konferensi akan menghasilkan pernyataan penutup dan rekomendasi strategis yang dirangkum dalam sebuah buku, yang diharapkan menjadi rujukan kebijakan bagi pemerintah serta pemangku kepentingan di tingkat nasional dan global. Melalui ICMW 2025, ICMI menegaskan posisinya sebagai simpul keilmuan dan moral yang mendorong kepemimpinan perempuan Muslim dalam menjawab tantangan pangan dunia, sekaligus memperkuat kontribusi Indonesia dalam percaturan keilmuan global.
(rca)
Lihat Juga :