Fadli Zon: Kita Perlu Tulis Sejarah Kerajaan dan Kesultanan

Minggu, 14 Desember 2025 - 18:57 WIB
loading...
Fadli Zon: Kita Perlu...
Menbud Fadli Zon menilai, kisah raja dan kesultanan yang pernah ada di Nusantara perlu dibuat buku sejarah. Foto/SindoNews
A A A
JAKARTA - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menilai, kisah raja dan kesultanan yang pernah ada di Nusantara perlu dibuat buku sejarah. Untuk itu, Fadli Zon berharap, Direktorat Sejarah dan Permuseuman Kemenbud bisa membuat proyek penulisan ulang sejarah kembali.

Hal itu diungkapkan Fadli saat memberi sambutan di acara peluncuran buku bertajuk, "Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global," di kantornya, Jakarta Selatan, Minggu (14/12/2025).

Fadli Zon berharap, pihaknya dapat merilis kembali buku sejarah pada tahun depan. "Tahun depan, kita harapkan ada buku-buku sejarah yang lain," ucap Fadli Zon.

Baca juga: Sempat Tuai Kritik, Fadli Zon Resmikan Buku Penulisan Sejarah Ulang Indonesia

Menurut Fadli Zon, buku sejarah yang baru dirilis ini masih masih perlu diulas lebih dalam, salah satunya perihal mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Pasalnya, Fadli Zon menilai, banyak dinamika yang terjadi pasca kemerdrkaan.


"Karena kroniknya cukup lumayan banyak, dinamikanya banyak yaitu sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia (1945–1950). Sebenarnya sampai 1949, tapi biar lengkap ujungnya itu adalah kita menjadi NKRI tanggal 17 Agustus 1950," tuturnya.

Baca juga: Fadli Zon Bakal Susun Buku Sejarah Pahlawan Nasional, Ada Soeharto-Gus Dur

Di sisi lain, Fadli menilai, pihaknya juga perlu mengulas lebih dalam tentang keberadaan kerajaan dan kesultanan. "Kita juga perlu tulis buku sejarah tentang Majapahit yang komprehensif. Sejarah tentang Sriwijaya. Sejarah tentang Pajajaran. Sejarah tentang kerajaan-kerajaan, kesultanan-kesultanan, maupun perjuangan-perjuangan lainnya," ucapnya.

Menurut Fadli Zon, program penulisan sejarah ini menjadi tugas Direktorat Sejarah dan Permuseuman Kemenbud. Untuk itu, kata dia, para sejarawan memiliki banyak pekerjaan.

"Saya kira inilah tugas dari Direktorat Sejarah untuk melahirkan buku-buku sejarah. Jadi sejarawan banyak kerjaannya ini selama ada Direktorat Sejarah ini. Tinggal nanti mana yang kita prioritaskan dahulu ya Pak Dirjen, Pak Restu, Pak Agus," kata Fadli Zon.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Budayawan Denny JA Publikasikan...
Budayawan Denny JA Publikasikan 8 Buku Puisi Esai tentang Luka Sejarah
Diaspora Indonesia Gelar...
Diaspora Indonesia Gelar Konser Kemanusiaan di London untuk Korban Banjir Sumatera
Gelar Anugerah Kebudayaan...
Gelar Anugerah Kebudayaan Indonesia 2025, Fadli Zon: Pengakuan Negara Atas Kerja Budaya
Buku Sejarah Indonesia...
Buku Sejarah Indonesia 2025 Penyangga Bangsa di Tengah Hoaks dan Pseudohistori
Kementerian Kebudayaan...
Kementerian Kebudayaan Tetapkan 85 Cagar Budaya Peringkat Nasional 2025
Buku Sejarah Indonesia...
Buku Sejarah Indonesia 2025 Diluncurkan, Fadli Zon: Dari Prasejarah hingga Reformasi
Rupiah Cetak Rekor Terlemah...
Rupiah Cetak Rekor Terlemah Rp17.700 per Dolar AS, Pertama Kalinya dalam Sejarah Indonesia
Indonesian Idol Raih...
Indonesian Idol Raih Penghargaan Bergengsi Kementerian Kebudayaan
Kubu Raja Keraton Solo...
Kubu Raja Keraton Solo PB XIV Purbaya Keberatan Keputusan Menteri Kebudayaan
Rekomendasi
Rahasia Keutamaan Puasa...
Rahasia Keutamaan Puasa Asyura, Ibadah Sunnah yang Sangat Dianjurkan Rasulullah SAW
Insentif Guru PAI Tahap...
Insentif Guru PAI Tahap II 2026 Cair, Berikut Besaran dan Jumlah Penerimanya
Rizky Billar Laporkan...
Rizky Billar Laporkan Akun Penyebar Fitnah Selingkuh dengan Anak Ramzi
Berita Terkini
KPK Kembali Periksa...
KPK Kembali Periksa Silmy Karim, Bukti-bukti Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi Didalami
Sikapi Putusan PN Jakpus,...
Sikapi Putusan PN Jakpus, Kuasa Hukum PPP Maluku Akan Tempuh Kasasi
Penangkapan dr Tifa...
Penangkapan dr Tifa dan Ujian Negara Hukum di Tengah Polemik Ijazah Jokowi
Protes Penangkapan Roy...
Protes Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa, Ahmad Khozinudin Bandingkan Silfester Matutina yang Tak Kunjung Dieksekusi
Tahu-Tempe dan Impor...
Tahu-Tempe dan Impor Kedelai yang Mematikan
Ahmad Khozinudin: Kami...
Ahmad Khozinudin: Kami Nyatakan Perang Terbuka secara Hukum Melawan Joko Widodo
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved