Paket Isolasi Mandiri Covid-19, Bisnis Legit Berisiko Tinggi
Selasa, 15 September 2020 - 20:38 WIB
loading...
A
A
A
Dia memastikan calon pasien tidak bisa ujug-ujug datang untuk dirawat. Mereka harus sudah memegang hasil tes polymerase chain reaction (PCR) positif. Bisa juga yang sedang menunggu hasil tes PCR atau yang baru pulang dari wilayah zona merah.
“Setiap keluhan akan kami klarifikasi. Ini bagian kami memastikan ke depannya baik-baik saja di safehouse. Kami cukup detail menyiapkan pasien-pasien ini. Mudah-mudahan semua berjalan lancar,” tuturnya.
(Baca: Soal Layanan Isolasi Mandiri, ARSSI Tak Setuju Disebut Bisnis RS)
RS Pelni akan menjemput setiap pasien positif Covid-19. Pelni sudah bekerja sama dengan puskesmas-puskesmas di wilayah DKI Jakarta. Namun, semua dikembalikan lagi pasien apakah mau dijemput atau datang sendiri. Jika datang sendiri, Pelni mengingatkan transportasi menuju safehouse harus dilakukan sesuai prosedur agar tidak menularkan ke orang lain.
Didid menjelaskan mekanisme penanganan selama di safe house akan disesuaikan dengan hasil screening dan wawancara awal. “Dengan adanya screening bisa diketahui pasien mana yang membutuhkan kunjungan tiap hari. Mana pasien yang memerlukan perhatian khusus. Artinya, yang memerlukan kunjungan setiap hari,” paparnya.
Secara umum, tidak semua pasien dikunjungi setiap hari karena mayoritas tanpa gejala. Namun, tenaga medis tetap siaga sewaktu-waktu untuk menghadapi situasi darurat dan melakukan evakuasi. Dokter dan perawat pasti akan mendatangi pasien pada hari pertama. Ini untuk menentukan skema terapi selama isolasi.
Kunjungan kedua dilakukan pada hari keenam. Ini sekaligus melakukan tes swab ulang. Hasilnya akan keluar pada hari berikutnya. Jika negatif, boleh pulang dengan catatan harus isolasi selama tujuh hari di rumah. Jika hasilnya positif, tetap menjalani isolasi. “Kunjungan berikutnya kami lakukan tujuh hari sekali untuk dipantau kondisi kesehatan dan swab ulang,” katanya.
“Setiap keluhan akan kami klarifikasi. Ini bagian kami memastikan ke depannya baik-baik saja di safehouse. Kami cukup detail menyiapkan pasien-pasien ini. Mudah-mudahan semua berjalan lancar,” tuturnya.
(Baca: Soal Layanan Isolasi Mandiri, ARSSI Tak Setuju Disebut Bisnis RS)
RS Pelni akan menjemput setiap pasien positif Covid-19. Pelni sudah bekerja sama dengan puskesmas-puskesmas di wilayah DKI Jakarta. Namun, semua dikembalikan lagi pasien apakah mau dijemput atau datang sendiri. Jika datang sendiri, Pelni mengingatkan transportasi menuju safehouse harus dilakukan sesuai prosedur agar tidak menularkan ke orang lain.
Didid menjelaskan mekanisme penanganan selama di safe house akan disesuaikan dengan hasil screening dan wawancara awal. “Dengan adanya screening bisa diketahui pasien mana yang membutuhkan kunjungan tiap hari. Mana pasien yang memerlukan perhatian khusus. Artinya, yang memerlukan kunjungan setiap hari,” paparnya.
Secara umum, tidak semua pasien dikunjungi setiap hari karena mayoritas tanpa gejala. Namun, tenaga medis tetap siaga sewaktu-waktu untuk menghadapi situasi darurat dan melakukan evakuasi. Dokter dan perawat pasti akan mendatangi pasien pada hari pertama. Ini untuk menentukan skema terapi selama isolasi.
Kunjungan kedua dilakukan pada hari keenam. Ini sekaligus melakukan tes swab ulang. Hasilnya akan keluar pada hari berikutnya. Jika negatif, boleh pulang dengan catatan harus isolasi selama tujuh hari di rumah. Jika hasilnya positif, tetap menjalani isolasi. “Kunjungan berikutnya kami lakukan tujuh hari sekali untuk dipantau kondisi kesehatan dan swab ulang,” katanya.
Lihat Juga :