Anggota DPR Ida Fauziyah Dorong Pemerintah Beri Solusi Hunian Layak untuk Warga Jakarta
Sabtu, 13 Desember 2025 - 13:49 WIB
loading...
Anggota DPR Ida Fauziyah saat membuka acara Berani Berdaya di A Greya Coffe, Menteng, Jakarta, Jumat (12/12/2025). FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Anggota DPR Ida Fauziyah mengtakan bahwa Jakarta akan menjadi kota global yang terus mengembangkan kemajuannya. Namun ia mengingatkan, meski menjadi kota global, Jakarta tidak boleh meninggalkan warganya.
Hal ini disampaikan Wakil Rakyat asal Dapil Jakarta II (Jakarta Pusat, Jakarta Selatan dan Luar Negeri) dalam acara Berani Berdaya di A Greya Coffe, Menteng, Jakarta, Jumat (12/12/2025). "Jakarta menjadi kota global, tapi bagaimana Jakarta tidak berjarak dengan warganya. Jakarta harus terus berpihak kepada warganya. Kita tidak ingin warga Jakarta terpinggirkan," kata Ida Fauziyah dalam sambutannya.
Ida Fauziyah meyakini Jakarta yang memiliki segudang anak muda visioner tidak akan ditinggalkan oleh warganya. Jakarta menjadi kota global pun akan benar-benar terwujud. Namun ia berharap Jakarta menjadi rumah yang nyaman bagi warga dan generasinya.
"Rumah bukan sekadar kebutuhan dasar tetap kota fndasi kota modern. Karena rumah menentukan stabilitas hidup dan penentu kualitas kota," katanya.
Menurut politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, perumahan menjadi isu strategis menuju kota global. Namun harga rumah di Jakarta terus naik. Karena itu, ia ingin ada solusi kongkret dari pemerintah, sehingga warga Jakarta memiliki kemampuan untuk memiliki rumah.
"Perumahan ini menjadi isu strategis bagi Jakarta yang ingin menjadi kota Global. Pemerintah harus mampu memberikan solusi bagi warganya sehingga mereka mempunyai hunian yang layak dan terjangkau," katanya.
Acara Berani Berdaya series ke-3 ini menghadirkan sejumlah narasumber. Antara lain Marsha Chairuddin (warga Kampung Susun Kunir), Andri Hari Rochyanto (Direktur Penyiapan Lahan, Perizinan dan Penghunian Perumahan Perdesaan di Kementerian PKP), Cipta Aditya (Kabid PLH Bapedda DKI Jakarta), dan Sapta Satria Putra (Kepala Subkelompok Peningkatan Kualitas Permukiman Dinas PRKP DKI Jakarta).
Andri Hari Rochyanto menilai Jakarta adalah etalase Indonesia, sehingga harus ditata dengan baik agar menjadi bagus. "Jakarta itu seharusnya menampilkan apa yang paling bagus dari Indonesia secara umum. Namun ada permasalahan terkait perumahan di Jakarta yaitu pembiayaan," ujarnya.
Pembiayaan untuk perumahan di Jakarta, jelas Andri, ada dua cara. Pertama, FLPP bagi MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) di mana suku bunganya terjangkau dan tenor hingga 20 tahun yang disalurkan lewat BTN (Bank Tabungan Negara) dan Bank lainnya.
"Kedua ada BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya). Namun DKI (Jakarta) hanya sedikit yang dapat tahun ini, hanya 128. Insyaallah tahun depan bisa meningkat," tambahnya.
Sementara itu, narasumber lain sepakat bahwa isu perumahan layak di Jakarta harus menjadi perhatian bagi pemerintah. Terutama rumah layak bagi anak muda.
Terlepas apakah rumah tersebut hak milik atau sewa, menurut Sapta Satria Putra tetap harus disediakan rumah layak huni. "Anak muda dan Gen Z itu masih banyak yang belum mau untuk punya rumah, tapi cukup sewa. Yang penting bisa tinggal di rumah yang layak," tuturnya.
Hal ini disampaikan Wakil Rakyat asal Dapil Jakarta II (Jakarta Pusat, Jakarta Selatan dan Luar Negeri) dalam acara Berani Berdaya di A Greya Coffe, Menteng, Jakarta, Jumat (12/12/2025). "Jakarta menjadi kota global, tapi bagaimana Jakarta tidak berjarak dengan warganya. Jakarta harus terus berpihak kepada warganya. Kita tidak ingin warga Jakarta terpinggirkan," kata Ida Fauziyah dalam sambutannya.
Ida Fauziyah meyakini Jakarta yang memiliki segudang anak muda visioner tidak akan ditinggalkan oleh warganya. Jakarta menjadi kota global pun akan benar-benar terwujud. Namun ia berharap Jakarta menjadi rumah yang nyaman bagi warga dan generasinya.
"Rumah bukan sekadar kebutuhan dasar tetap kota fndasi kota modern. Karena rumah menentukan stabilitas hidup dan penentu kualitas kota," katanya.
Menurut politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, perumahan menjadi isu strategis menuju kota global. Namun harga rumah di Jakarta terus naik. Karena itu, ia ingin ada solusi kongkret dari pemerintah, sehingga warga Jakarta memiliki kemampuan untuk memiliki rumah.
"Perumahan ini menjadi isu strategis bagi Jakarta yang ingin menjadi kota Global. Pemerintah harus mampu memberikan solusi bagi warganya sehingga mereka mempunyai hunian yang layak dan terjangkau," katanya.
Acara Berani Berdaya series ke-3 ini menghadirkan sejumlah narasumber. Antara lain Marsha Chairuddin (warga Kampung Susun Kunir), Andri Hari Rochyanto (Direktur Penyiapan Lahan, Perizinan dan Penghunian Perumahan Perdesaan di Kementerian PKP), Cipta Aditya (Kabid PLH Bapedda DKI Jakarta), dan Sapta Satria Putra (Kepala Subkelompok Peningkatan Kualitas Permukiman Dinas PRKP DKI Jakarta).
Andri Hari Rochyanto menilai Jakarta adalah etalase Indonesia, sehingga harus ditata dengan baik agar menjadi bagus. "Jakarta itu seharusnya menampilkan apa yang paling bagus dari Indonesia secara umum. Namun ada permasalahan terkait perumahan di Jakarta yaitu pembiayaan," ujarnya.
Pembiayaan untuk perumahan di Jakarta, jelas Andri, ada dua cara. Pertama, FLPP bagi MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) di mana suku bunganya terjangkau dan tenor hingga 20 tahun yang disalurkan lewat BTN (Bank Tabungan Negara) dan Bank lainnya.
"Kedua ada BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya). Namun DKI (Jakarta) hanya sedikit yang dapat tahun ini, hanya 128. Insyaallah tahun depan bisa meningkat," tambahnya.
Sementara itu, narasumber lain sepakat bahwa isu perumahan layak di Jakarta harus menjadi perhatian bagi pemerintah. Terutama rumah layak bagi anak muda.
Terlepas apakah rumah tersebut hak milik atau sewa, menurut Sapta Satria Putra tetap harus disediakan rumah layak huni. "Anak muda dan Gen Z itu masih banyak yang belum mau untuk punya rumah, tapi cukup sewa. Yang penting bisa tinggal di rumah yang layak," tuturnya.
(abd)
Lihat Juga :