Bencana Sumatera, Rokhmin PDIP: Stop Salahkan Cuaca Ekstrem, Ini karena Ulah Manusia
Jum'at, 12 Desember 2025 - 15:32 WIB
loading...
A
A
A
"Dengan deforestasi separah itu, kemampuan ekosistem menyerap air hujan melemah drastis membuat wilayah padat penduduk semakin rentan terhadap banjir, longsor, dan krisis air bersih," kata Guru Besar Fakultas Kelautan dan Perikanan IPB University ini.
Dia mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk segera merehabilitasi hutan secara masif, memperketat pengawasan tata ruang, menindak tegas pelaku perusakan lingkungan, merevitalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS), dan membangun infrastruktur pengendali banjir berbasis ekologi.
Penanganan banjir tidak boleh berhenti pada respons darurat semata. Indonesia harus meniru negara-negara yang berhasil menekan risiko banjir melalui konsistensi memperluas ruang hijau, memulihkan lahan kritis, dan mengembalikan fungsi ekologis sungai.
“Bencana banjir tidak boleh dianggap sebagai kejadian musiman. Ini masalah tata kelola lingkungan. Kalau kita tidak berubah, intensitas dan kerugiannya akan terus meningkat,” kata Rokhmin.
Dia mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk segera merehabilitasi hutan secara masif, memperketat pengawasan tata ruang, menindak tegas pelaku perusakan lingkungan, merevitalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS), dan membangun infrastruktur pengendali banjir berbasis ekologi.
Penanganan banjir tidak boleh berhenti pada respons darurat semata. Indonesia harus meniru negara-negara yang berhasil menekan risiko banjir melalui konsistensi memperluas ruang hijau, memulihkan lahan kritis, dan mengembalikan fungsi ekologis sungai.
“Bencana banjir tidak boleh dianggap sebagai kejadian musiman. Ini masalah tata kelola lingkungan. Kalau kita tidak berubah, intensitas dan kerugiannya akan terus meningkat,” kata Rokhmin.
(jon)
Lihat Juga :