Soal Muktamar PBNU Dipercepat, Gus Yahya: Mau Cepat Tak Masalah

Kamis, 11 Desember 2025 - 21:51 WIB
loading...
Soal Muktamar PBNU Dipercepat,...
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menyatakan tak masalah jika forum Muktamar harus dipercepat. Foto/SindoNews
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ( PBNU ) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menyatakan tak masalah jika forum Muktamar harus dipercepat. Yang terpenting, forum tertinggi di PBNU ini memenuhi syarat konstitusional organisasi.

Hal ini diungkap Gus Yahya merespons pernyataan Rais Syuriyah PBNU Mohammad Nuh yang menyatakan perlunya percepatan untuk mengembalikan siklus Muktamar ke jadwal sebelum Covid-19.

"Mengenai percepatan muktamar, tidak ada masalah. Muktamar mau cepat, mau lambat, tidak ada masalah, tapi syarat harus dipenuhi," kata Gus Yahya dalam konferensi persnya di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (11/12/2025).

Baca juga: Gus Yahya Duga Konsesi Tambang Jadi Salah Satu Pemicu Konflik di Internal PBNU

Gus Yahya menjelaskan, salah satu syaratnya adalah forum Muktamar itu harus dipimpin oleh Rais Aam dan Ketua Umum PBNU. Keduanya, kata dia, harus bisa hadir dalam forum ini.


"Jadi kalau cuma salah satu, tidak mungkin bisa dilaksanakan. Makanya, seperti yang saya sampaikan selama ini bahwa sudahlah deripada nanti Muktamar jadi bermasalah, Muktamar jadi tidak sempurna. Ya sudah mari bareng-bareng saja, lalu kita persiapkan muktamar bersama-sama," ujarnya.

Baca juga: Pengasuh Pesantren Denanyar: Muktamar Luar Biasa Jawaban Polemik PBNU

Oleh karenanya, Gus Yahya menegaskan kembali bahwa secara prinsip dirinya tak menyoal jika adanya kesepakatan untuk dilakukan percepatan Muktamar. Yang terpenting, semua syaratnya bisa terpenuhi.

"Mau cepat mari, mau besok pagi ya sudah. Mari besok pagi Muktamar juga. Yang penting Muktamar ini benar. Yang utama jangan timbang, yang cacat, yang kurang sempurna," tegasnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dari Ploso, Gus Ma’shum...
Dari Ploso, Gus Ma’shum Faqih Ingatkan Adab Jadi Penuntun Musyawarah NU
Jelang Muktamar PBNU,...
Jelang Muktamar PBNU, Gus Muhaimin Sentil Pihak yang Main-main di NU untuk Keluar
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
4 Keputusan Munas Kader...
4 Keputusan Munas Kader Muda NU, Dukung Muktamar ke-35 di Lirboyo hingga Tolak Zonasi AHWA
AHWA dan Masa Depan...
AHWA dan Masa Depan Kepemimpinan NU
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
Seruan Masyayikh NU...
Seruan Masyayikh NU di Ponpes Al Falah Ploso Redam Ketegangan di PBNU
13 Kiai Berkumpul di...
13 Kiai Berkumpul di Ponpes Al Falah Ploso, Serukan Muktamar NU Digelar di Pesantren
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh...
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh Yusuf Sebut Gus Salam Layak Jadi Ketum PBNU
Rekomendasi
Masa Depan Kesehatan,...
Masa Depan Kesehatan, Brantas Abipraya Pastikan Pembangunan Bank Genomik Nasional Berjalan Optimal
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Berita Terkini
Bukan Sekadar Insinyur,...
Bukan Sekadar Insinyur, Alumni ITS Didorong Kuasai Kepemimpinan dan Finansial
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan,...
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan, Relawan Jokowi: Ini Bukan Akhir dari Segalanya
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
APHI Dorong Pemegang...
APHI Dorong Pemegang PBPH Manfaatkan Permenhut untuk Kembangkan Proyek Karbon
Ade Darmawan Minta Jaksa...
Ade Darmawan Minta Jaksa Tolak Segala Intervensi di Kasus Ijazah Jokowi
Nostalgia dengan Fotografi...
Nostalgia dengan Fotografi Analog, Lomography Kini Hadir di Indonesia
Infografis
3 Proyek Kereta Cepat...
3 Proyek Kereta Cepat Termahal di Dunia, Whoosh Tak Masuk Hitungan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved