Gus Yahya Duga Konsesi Tambang Jadi Salah Satu Pemicu Konflik di Internal PBNU

Kamis, 11 Desember 2025 - 19:45 WIB
loading...
Gus Yahya Duga Konsesi...
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menduga konsesi tambang menjadi salah satu pemicu konflik di Internal. Foto/SindoNews
A A A
JAKARTA - Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menduga konsesi tambang menjadi salah satu pemicu konflik di Internal yang terjadi belakangan ini. Akan tetapi, Gus Yahya menyebut isu ini hanya menjadi salah satu persoalan saja.

"Mungkin, mungkin saja (karena urusan konsesi tambang). Tapi bukan cuma itu, ada yang lain," kata pria yang akrab disapa Gus Yahya usai konferensi pers yang digelar di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (11/12/2025).

Kendati demikian, Gus Yahya tak mengungkap persoalan lain yang juga turut memperuncing konflik yang terjadi di internal organisasinya. Gus Yahya berseloroh, membutuhkan waktu berjam-jam untuk dapat menjelaskan. "Panjang kalau itu, kita harus rapat sampai berjam-jam," ujarnya.

Baca juga: KH Ma’ruf Amin Sebut Pemakzulan Ketum PBNU Tak Sah, Ini Alasannya

Di sisi lain, Gus Yahya juga turut menanggapi usulan pendahulunya, KH Said Aqil Siraj yang mengusulkan agar PBNU mengembalikan konsesi tambang kepada pemerintah, sebagai jalan keluar untuk menyelesaikan persoalan di internal.



"Iya itu enggak masalah, tapi semua harus dibicarakan bersama toh. Karena keputusanya ini juga keputusan bersama, maka kalau diubah harus dengan pembicaraan bersama. Soal putusannya kayak apa mari kita bicarakan nanti," tuturnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
Kritik Menggema Jelang...
Kritik Menggema Jelang Muktamar, Warga NU Depok Soroti Tata Kelola PBNU
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
Tata Kelola Saja Tidak...
Tata Kelola Saja Tidak Cukup, Gus Ma’shum: NU juga Butuh Tata Krama
Nahdlatul Ulama: Pesantren...
Nahdlatul Ulama: Pesantren dan Kedaulatan Masyarakat Sipil
Halaqoh Kiai Muda NU...
Halaqoh Kiai Muda NU Soroti Kepemimpinan di PBNU
Bertemu PWNU dan PCNU...
Bertemu PWNU dan PCNU se-Bengkulu, Gus Salam: Soliditasnya Bisa Jadi Teladan PBNU
Calon Ketum PBNU Gus...
Calon Ketum PBNU Gus Salam Sowan ke Rais Syuriyah dan Ketua PWNU Sulsel
Nahdliyin Muda Batang:...
Nahdliyin Muda Batang: Siapa pun Ketum PBNU Harus Bisa Memperkuat Posisi NU
Rekomendasi
Tren Paylater Makin...
Tren Paylater Makin Menjangkit, Literasi Keuangan Dinilai Jadi Faktor Penting
Pejuang Hizbullah Sergap...
Pejuang Hizbullah Sergap Pasukan Israel di Lebanon
Ratusan Kepsek di Sulsel...
Ratusan Kepsek di Sulsel Mundur Buntut Temuan BPK Terkait Dana BOS, DPR Dorong Evaluasi
Berita Terkini
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Denny JA Sebut Algoritma...
Denny JA Sebut Algoritma Lahirkan Kelas Baru Pekerja Digital yang Rentan
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Noel Divonis 4,5 Tahun...
Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara, KPK Tidak Ajukan Banding
Infografis
10 Penembak Jitu Terbaik...
10 Penembak Jitu Terbaik di Dunia, Salah Satunya Sniper Perempuan Soviet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved