Forum Rembuk Energi 2025, Ajak Anak Muda Terlibat dalam Isu Energi Nasional
Kamis, 11 Desember 2025 - 19:15 WIB
loading...
A
A
A
Senior Director of Oil, Gas and Petrochemical Danantara Asset Management Wiko Migantoro menekankan pentingnya upaya untuk memperkenalkan ekosistem energi kepada generasi muda secara lebih komprehensif. Wiko menjelaskan rantai nilai energi masa depan menghadirkan peluang besar di bidang teknologi, inovasi, dan pengembangan industri hijau.
Baca juga: Jaga Ketahanan Energi Nasional, Pertamina Patra Niaga Raih Penghargaan Subroto 2025
“Anak muda perlu memahami bahwa hilirisasi bukan hanya tentang industri berat, tetapi juga ekosistem yang luas—mulai dari teknologi, riset, hingga pengembangan industri berkelanjutan,” ujar Wiko.
Wakil BP BUMN Tedi Baratha, menyoroti peran hilirisasi dalam membuka kesempatan bagi berbagai sektor pendukung, termasuk UMKM dan layanan berbasis komunitas. Menurutnya, partisipasi generasi muda menjadi faktor penting dalam memastikan keberlanjutan program hilirisasi di masa depan. “Hilirisasi memberikan dampak nyata bagi daerah, membuka lapangan kerja, dan menciptakan ruang inovasi baru bagi anak muda,” kata Tedi.
Pemerintah sendiri telah menyiapkan sejumlah rencana dan kajian strategis untuk memperkuat sektor hilirisasi, termasuk penyusunan 18 dokumen pra-studi kelayakan yang akan menjadi panduan dalam memilih proyek prioritas di masa mendatang. Program ini mencakup penguatan rantai pasok energi, pengolahan mineral strategis, dan pengembangan industri berbasis energi terbarukan.
Dari perspektif pemberdayaan generasi muda, Advisor Committee Inisiatif Daulat Energi (IDE), Arief Rosyid, menekankan perlunya pendekatan yang komunikatif agar isu energi dan hilirisasi tidak terasa jauh dari keseharian anak muda. “Narasi hilirisasi harus disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami. Anak muda perlu melihat bahwa isu energi adalah bagian dari masa depan mereka,” ujarnya.
Baca juga: Jaga Ketahanan Energi Nasional, Pertamina Patra Niaga Raih Penghargaan Subroto 2025
“Anak muda perlu memahami bahwa hilirisasi bukan hanya tentang industri berat, tetapi juga ekosistem yang luas—mulai dari teknologi, riset, hingga pengembangan industri berkelanjutan,” ujar Wiko.
Wakil BP BUMN Tedi Baratha, menyoroti peran hilirisasi dalam membuka kesempatan bagi berbagai sektor pendukung, termasuk UMKM dan layanan berbasis komunitas. Menurutnya, partisipasi generasi muda menjadi faktor penting dalam memastikan keberlanjutan program hilirisasi di masa depan. “Hilirisasi memberikan dampak nyata bagi daerah, membuka lapangan kerja, dan menciptakan ruang inovasi baru bagi anak muda,” kata Tedi.
Pemerintah sendiri telah menyiapkan sejumlah rencana dan kajian strategis untuk memperkuat sektor hilirisasi, termasuk penyusunan 18 dokumen pra-studi kelayakan yang akan menjadi panduan dalam memilih proyek prioritas di masa mendatang. Program ini mencakup penguatan rantai pasok energi, pengolahan mineral strategis, dan pengembangan industri berbasis energi terbarukan.
Dari perspektif pemberdayaan generasi muda, Advisor Committee Inisiatif Daulat Energi (IDE), Arief Rosyid, menekankan perlunya pendekatan yang komunikatif agar isu energi dan hilirisasi tidak terasa jauh dari keseharian anak muda. “Narasi hilirisasi harus disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami. Anak muda perlu melihat bahwa isu energi adalah bagian dari masa depan mereka,” ujarnya.
Lihat Juga :