GENTING Collaboration Summit 2025 Teguhkan Sinergi Pentahelix untuk Arah Kebijakan 2026
Kamis, 11 Desember 2025 - 09:20 WIB
loading...
Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) dan BKKBN menggelar GENTING Collaboration Summit 2025 di Jakarta, pada Rabu (10/12/25). Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) dan BKKBN menggelar GENTING Collaboration Summit 2025 di JS Luwansa Hotel, Jakarta, pada Rabu (10/12/25). Forum ini menjadi ruang temu nasional bagi para pihak untuk memperkuat kolaborasi dalam pelaksanaan program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) dan menyelaraskan arah kebijakan tahun 2026.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji dalam sambutannya menyampaikan bahwa apresiasi kepada ribuan Orang Tua Asuh (OTA) yang selama setahun terakhir terlibat aktif mendampingi keluarga berisiko stunting.
Baca juga: Jutaan Orang Ingin Punya Anak Tapi Tidak Bisa Membangun Keluarga yang Diinginkan
“GENTING telah menyelamatkan 1,5 juta warga negara kita. Menolong satu keluarga berarti menyelamatkan satu generasi,” kata Wihaji di hadapan para peserta.
Acara yang dihadiri lebih dari 300 perwakilan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, BUMN/BUMD, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, komunitas hingga media tersebut dibuka dengan penayangan video perjalanan satu tahun GENTING.
Tayangan tersebut menampilkan beragam intervensi, mulai dari pemenuhan gizi, penyediaan air bersih, perbaikan sanitasi, hingga edukasi pencegahan stunting yang dilakukan bersama para mitra di seluruh Indonesia.
Kemendukbangga/BKKBN memberikan penghargaan kepada lebih dari 50 institusi dan individu yang berkontribusi dalam pendampingan keluarga berisiko stunting.
Baca juga: 30 PTN Bahas Bonus Demografi di Simposium Nasional Kependudukan 2025
Apresiasi tersebut diserahkan kepada BUMN, perusahaan swasta nasional, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, dan media yang dinilai konsisten menjalankan empat menu intervensi GENTING di berbagai daerah.
Partisipasi para mitra, dalam pandangan Menteri Wihaji memperlihatkan kuatnya semangat gotong royong dalam upaya percepatan penurunan stunting.
Kontribusi tersebut memperluas jangkauan program, memastikan keluarga terbawah mendapat dukungan, serta meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya pemenuhan gizi dan kesehatan keluarga sejak awal kehidupan.
Dalam momentum ini, Kemendukbangga/BKKBN juga menegaskan arah kebijakan GENTING untuk tahun 2026, terutama terkait penguatan tata kelola, peningkatan akurasi data sasaran, serta perluasan kemitraan pentahelix.
Program ini, menurut menteri, akan diarahkan untuk menjangkau lebih banyak keluarga di daerah prioritas, termasuk NTT dan Jawa Barat.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji dalam sambutannya menyampaikan bahwa apresiasi kepada ribuan Orang Tua Asuh (OTA) yang selama setahun terakhir terlibat aktif mendampingi keluarga berisiko stunting.
Baca juga: Jutaan Orang Ingin Punya Anak Tapi Tidak Bisa Membangun Keluarga yang Diinginkan
“GENTING telah menyelamatkan 1,5 juta warga negara kita. Menolong satu keluarga berarti menyelamatkan satu generasi,” kata Wihaji di hadapan para peserta.
Acara yang dihadiri lebih dari 300 perwakilan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, BUMN/BUMD, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, komunitas hingga media tersebut dibuka dengan penayangan video perjalanan satu tahun GENTING.
Tayangan tersebut menampilkan beragam intervensi, mulai dari pemenuhan gizi, penyediaan air bersih, perbaikan sanitasi, hingga edukasi pencegahan stunting yang dilakukan bersama para mitra di seluruh Indonesia.
Kemendukbangga/BKKBN memberikan penghargaan kepada lebih dari 50 institusi dan individu yang berkontribusi dalam pendampingan keluarga berisiko stunting.
Baca juga: 30 PTN Bahas Bonus Demografi di Simposium Nasional Kependudukan 2025
Apresiasi tersebut diserahkan kepada BUMN, perusahaan swasta nasional, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, dan media yang dinilai konsisten menjalankan empat menu intervensi GENTING di berbagai daerah.
Partisipasi para mitra, dalam pandangan Menteri Wihaji memperlihatkan kuatnya semangat gotong royong dalam upaya percepatan penurunan stunting.
Kontribusi tersebut memperluas jangkauan program, memastikan keluarga terbawah mendapat dukungan, serta meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya pemenuhan gizi dan kesehatan keluarga sejak awal kehidupan.
Dalam momentum ini, Kemendukbangga/BKKBN juga menegaskan arah kebijakan GENTING untuk tahun 2026, terutama terkait penguatan tata kelola, peningkatan akurasi data sasaran, serta perluasan kemitraan pentahelix.
Program ini, menurut menteri, akan diarahkan untuk menjangkau lebih banyak keluarga di daerah prioritas, termasuk NTT dan Jawa Barat.
(shf)
Lihat Juga :