Liga Muslim Dunia Gelar Kompetisi Al-Qur'an Internasional Pertama untuk Tunanetra di Jakarta
Senin, 08 Desember 2025 - 21:50 WIB
loading...
Liga Muslim Dunia (Muslim World League/MWL) untuk pertama kalinya menggelar Kompetisi Internasional Hafalan Al-Quran Albasira untuk Tunanetra di Jakarta. FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Liga Muslim Dunia (Muslim World League/MWL) untuk pertama kalinya menggelar Kompetisi Internasional Hafalan Al-Qur'an Albasira untuk Tunanetra, sebuah ajang global yang ditujukan khusus bagi para penghafal Al-Qur’an penyandang disabilitas netra. Kompetisi ini diselenggarakan di Jakarta dengan peserta dari berbagai negara.
Acara tersebut dihadiri oleh Sekretaris Jenderal MWL sekaligus Ketua Organisasi Ulama Muslim, Syekh Dr. Mohammed bin Abdulkarim Al-Issa, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, serta Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Kompetisi Albasira dirancang untuk memberi ruang prestasi bagi para hafiz tunanetra serta menegaskan kontribusi mereka dalam kegiatan keagamaan internasional. Selain menilai penguasaan hafalan dan kualitas tilawah, ajang ini juga mendorong penguatan kepercayaan diri dan partisipasi aktif penyandang disabilitas dalam kegiatan berskala global.
Terdapat lima kategori yang dipertandingkan yakni hafalan 30 juz beserta Matan Al-Jazariyyah, hafalan 30 juz (kategori putra), hafalan 30 juz (kategori putri), hafalan 20 juz, dan hafalan 10 juz. Para peserta terbaik dari setiap kelompok usia menerima penghargaan atas kemampuan luar biasa mereka dalam hafalan, pembacaan, serta penguasaan tajwid.
Dirjen Urusan Al-Iqrā' MWL, Khalid bin Hasan Abdul Kafi menegaskan bahwa pelayanan terhadap Al-Qur’an merupakan inti misi MWL secara global. "Acara MHQ bagi disabilitas netra ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka, menonjolkan peran aktif mereka, menginvestasikan kemampuan mental mereka dalam menguasai Kitabullah Ta'ala, dan menghormati para jenius di antara mereka dalam menghafal Al-Qur'an," ujarnya.
Khalid juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Indonesia atas kemitraan strategis dalam penyelenggaraan ajang ini. "Kami menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Republik Indonesia dan Kementerian Agama," ucapnya.
Dirjen Bimas Islam Kemenag, Abu Rokhmad menekankan bahwa penyelenggaraan kompetisi pada 3 Desember bertepatan dengan Hari Disabilitas Internasional, sehingga memiliki nilai simbolis yang kuat.
"Inisiatif ini menjadi momentum penting dalam membangun sinergi global untuk memperluas ruang partisipasi inklusif bagi penyandang disabilitas netra dalam pengembangan keilmuan Al-Qur’an di tingkat dunia, sekaligus meneguhkan kontribusi Indonesia dalam memajukan syiar Islam yang rahmatan lil ‘alamin," ujarnya.
Acara tersebut dihadiri oleh Sekretaris Jenderal MWL sekaligus Ketua Organisasi Ulama Muslim, Syekh Dr. Mohammed bin Abdulkarim Al-Issa, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, serta Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Kompetisi Albasira dirancang untuk memberi ruang prestasi bagi para hafiz tunanetra serta menegaskan kontribusi mereka dalam kegiatan keagamaan internasional. Selain menilai penguasaan hafalan dan kualitas tilawah, ajang ini juga mendorong penguatan kepercayaan diri dan partisipasi aktif penyandang disabilitas dalam kegiatan berskala global.
Terdapat lima kategori yang dipertandingkan yakni hafalan 30 juz beserta Matan Al-Jazariyyah, hafalan 30 juz (kategori putra), hafalan 30 juz (kategori putri), hafalan 20 juz, dan hafalan 10 juz. Para peserta terbaik dari setiap kelompok usia menerima penghargaan atas kemampuan luar biasa mereka dalam hafalan, pembacaan, serta penguasaan tajwid.
300 Mushaf Braille Elektronik Dibagikan
Sebagai bentuk dukungan terhadap aksesibilitas, MWL membagikan 300 mushaf Braille elektronik generasi terbaru kepada para peserta dan lembaga terkait. Teknologi ini diharapkan memperluas akses pembelajaran Al-Qur’an bagi tunanetra di seluruh dunia.Dirjen Urusan Al-Iqrā' MWL, Khalid bin Hasan Abdul Kafi menegaskan bahwa pelayanan terhadap Al-Qur’an merupakan inti misi MWL secara global. "Acara MHQ bagi disabilitas netra ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka, menonjolkan peran aktif mereka, menginvestasikan kemampuan mental mereka dalam menguasai Kitabullah Ta'ala, dan menghormati para jenius di antara mereka dalam menghafal Al-Qur'an," ujarnya.
Khalid juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Indonesia atas kemitraan strategis dalam penyelenggaraan ajang ini. "Kami menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Republik Indonesia dan Kementerian Agama," ucapnya.
Dirjen Bimas Islam Kemenag, Abu Rokhmad menekankan bahwa penyelenggaraan kompetisi pada 3 Desember bertepatan dengan Hari Disabilitas Internasional, sehingga memiliki nilai simbolis yang kuat.
"Inisiatif ini menjadi momentum penting dalam membangun sinergi global untuk memperluas ruang partisipasi inklusif bagi penyandang disabilitas netra dalam pengembangan keilmuan Al-Qur’an di tingkat dunia, sekaligus meneguhkan kontribusi Indonesia dalam memajukan syiar Islam yang rahmatan lil ‘alamin," ujarnya.
(abd)
Lihat Juga :