LAN Bangun Ekosistem Terintegrasi untuk Layanan Publik melalui Pendekatan Hexahelix
Sabtu, 06 Desember 2025 - 11:16 WIB
loading...
A
A
A
Analis Kebijakan Kementerian PAN RB Jauhar Faisal Rahman mengapresiasi upaya LAN dalam membentuk ekosistem inovasi pelayanan publik. Tujuannya yakni mendorong percepatan penguatan inovasi pelayanan publik, mendukung pencapaian reformasi birokrasi tematik, mengkodifikasi dan menyelaraskan berbagai ketentuan menjadi satu kerangka kebijakan yang terpadu.
Kemudian, membangun sistem pengawasan yang transparan dan akuntabel untuk memastikan bahwa setiap inovasi dalam pelayanan publik berjalan sesuai peraturan yang berlaku dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pemprov Sumatera Barat Febrina Tri Susila menuturkan keberhasilan Sumbar dalam membangun ekosistem inovasi di tingkat daerah melalui dukungan dan komitmen pimpinan melalui perjanjian kinerja pelaksanaan inovasi yang mewajibkan setiap unit kerja setingkat eselon III wajib memiliki satu inovasi. Hal tersebut kemudian membawa Sumatera Barat menjadi salah satu daerah berinovasi dengan jumlah 487 inovasi.
Dari sisi private sector, Komisaris PT Scientia Sacra Sahitya Budi Chairuddin menambahkan langkah konkret membangun ekosistem inovasi pelayanan publik dapat dilakukan melalui penyusunan rencana aksi inovasi pelayanan publik tingkat nasional dan daerah, pelembagaan (Institutionalization) di mana setiap instansi wajib memiliki tim/unit inovasi, penguatan manajemen pengetahuan yang mampu mentransfer dan mereplikasi inovasi, serta pemberian insentif.
Inovasi tidak bisa jalan sendiri-sendiri, dibutuhkan adanya orkestrasi Hexa Helix melalui kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan sebuah ekosistem inovasi yang saling terintegrasi dan berdampak luas bagi masyarakat.
Kemudian, membangun sistem pengawasan yang transparan dan akuntabel untuk memastikan bahwa setiap inovasi dalam pelayanan publik berjalan sesuai peraturan yang berlaku dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pemprov Sumatera Barat Febrina Tri Susila menuturkan keberhasilan Sumbar dalam membangun ekosistem inovasi di tingkat daerah melalui dukungan dan komitmen pimpinan melalui perjanjian kinerja pelaksanaan inovasi yang mewajibkan setiap unit kerja setingkat eselon III wajib memiliki satu inovasi. Hal tersebut kemudian membawa Sumatera Barat menjadi salah satu daerah berinovasi dengan jumlah 487 inovasi.
Dari sisi private sector, Komisaris PT Scientia Sacra Sahitya Budi Chairuddin menambahkan langkah konkret membangun ekosistem inovasi pelayanan publik dapat dilakukan melalui penyusunan rencana aksi inovasi pelayanan publik tingkat nasional dan daerah, pelembagaan (Institutionalization) di mana setiap instansi wajib memiliki tim/unit inovasi, penguatan manajemen pengetahuan yang mampu mentransfer dan mereplikasi inovasi, serta pemberian insentif.
Inovasi tidak bisa jalan sendiri-sendiri, dibutuhkan adanya orkestrasi Hexa Helix melalui kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan sebuah ekosistem inovasi yang saling terintegrasi dan berdampak luas bagi masyarakat.
(jon)
Lihat Juga :