IMM Dukung Upaya Raja Juli Cegah Bencana Sumatera Terulang
Jum'at, 05 Desember 2025 - 22:03 WIB
loading...
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Foto/Achmad Al Fiqri
A
A
A
JAKARTA - Ketua DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Riyan Beltra Delza mendukung langkah-langkah Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dalam merespons situasi darurat pascabencana di Sumatera. Diketahui, bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera dalam beberapa hari terakhir kembali menjadi alarm keras tentang rentannya kondisi ekologis di kawasan tersebut.
Gelondongan kayu yang terseret arus, rusaknya daerah aliran sungai (DAS), hingga hilangnya kawasan penyangga alam memperlihatkan bahwa tekanan terhadap lingkungan di wilayah hulu semakin tidak terkendali. Merespons situasi darurat ini, Raja Juli Antoni mengumumkan rangkaian langkah cepat. Di antaranya, pembentukan tim khusus untuk menelusuri asal-usul kayu yang ikut terbawa banjir, pengetatan pengawasan terhadap izin pemanfaatan hutan, serta penyusunan program pemulihan kawasan hutan kritis.
Langkah-langkah tersebut mendapatkan dukungan dari Riyan Beltra Delza. Dia mengapresiasi sikap tegas yang diambil Kementerian Kehutanan (Kemenhut). “Kami sangat mengapresiasi sikap tegas Menteri Kehutanan. Ini langkah penting untuk mencegah bencana berulang dan menjaga kehidupan masyarakat di Sumatera,” ujar Riyan, Jumat (5/12/2025).
Baca juga: Legislator Sebut Menhut Raja Juli Cuma Kebagian Cuci Piring soal Kerusakan Hutan
Riyan menilai, pemulihan hutan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Menurutnya, semua elemen masyarakat harus ikut terlibat menjaga alam. “Jaga hutan itu bukan cuma tugas pemerintah saja. Kita semua harus ikut terlibat, entah itu menanam, mengawasi, atau melaporkan kalau ada penyimpangan. Jangan biarkan Kemenhut kerja sendirian. Kalau bareng-bareng, hasilnya pasti jauh lebih maksimal,” ujar Riyan.
Menurut dia, bencana kali ini semestinya menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola lingkungan secara menyeluruh. “Ini peringatan serius buat kita. Sudah waktunya kita berbenah dan lebih peduli dengan kondisi hutan di sekitar kita,” imbuhnya.
Banjir dan longsor di Sumatera dinilai kembali menegaskan urgensi memperkuat komitmen nasional terhadap pelestarian hutan. Karena itu, sinergi antara pemerintah dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan lingkungan, sehingga masa depan kawasan terdampak dapat kembali aman, stabil, dan berkelanjutan.
Gelondongan kayu yang terseret arus, rusaknya daerah aliran sungai (DAS), hingga hilangnya kawasan penyangga alam memperlihatkan bahwa tekanan terhadap lingkungan di wilayah hulu semakin tidak terkendali. Merespons situasi darurat ini, Raja Juli Antoni mengumumkan rangkaian langkah cepat. Di antaranya, pembentukan tim khusus untuk menelusuri asal-usul kayu yang ikut terbawa banjir, pengetatan pengawasan terhadap izin pemanfaatan hutan, serta penyusunan program pemulihan kawasan hutan kritis.
Langkah-langkah tersebut mendapatkan dukungan dari Riyan Beltra Delza. Dia mengapresiasi sikap tegas yang diambil Kementerian Kehutanan (Kemenhut). “Kami sangat mengapresiasi sikap tegas Menteri Kehutanan. Ini langkah penting untuk mencegah bencana berulang dan menjaga kehidupan masyarakat di Sumatera,” ujar Riyan, Jumat (5/12/2025).
Baca juga: Legislator Sebut Menhut Raja Juli Cuma Kebagian Cuci Piring soal Kerusakan Hutan
Riyan menilai, pemulihan hutan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Menurutnya, semua elemen masyarakat harus ikut terlibat menjaga alam. “Jaga hutan itu bukan cuma tugas pemerintah saja. Kita semua harus ikut terlibat, entah itu menanam, mengawasi, atau melaporkan kalau ada penyimpangan. Jangan biarkan Kemenhut kerja sendirian. Kalau bareng-bareng, hasilnya pasti jauh lebih maksimal,” ujar Riyan.
Menurut dia, bencana kali ini semestinya menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola lingkungan secara menyeluruh. “Ini peringatan serius buat kita. Sudah waktunya kita berbenah dan lebih peduli dengan kondisi hutan di sekitar kita,” imbuhnya.
Banjir dan longsor di Sumatera dinilai kembali menegaskan urgensi memperkuat komitmen nasional terhadap pelestarian hutan. Karena itu, sinergi antara pemerintah dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan lingkungan, sehingga masa depan kawasan terdampak dapat kembali aman, stabil, dan berkelanjutan.
(rca)
Lihat Juga :