Menko PMK Dorong AI untuk Penanganan Bencana
Rabu, 03 Desember 2025 - 17:09 WIB
loading...
A
A
A
Ia menjelaskan bahwa kompleksitas medan, luas wilayah terdampak, dan kondisi geografis yang menantang menuntut inovasi teknologi yang presisi dan berorientasi kemanusiaan. Teknologi, menurut Pratikno, harus menjadi alat untuk mempercepat pencarian korban, mempermudah intervensi di medan berat, dan meningkatkan kapasitas kebijakan mitigasi.
“Teknologi yang cerdas tentu saja akan sangat membantu untuk mengetahui di mana posisi korban secara akurat, kita bisa menerbangkan drone tanpa awak untuk turun mendekati lokasi-lokasi yang berat, kita bisa mengerahkan robot-robot canggih yang bisa bekerja di medan yang sangat berat,” tegasnya.
Baca juga: Akses Darat Aceh Tamiang Mulai Terbuka, Truk BBM dan Alat Berat Dikerahkan
Menko PMK juga mengingatkan bahwa setiap inovasi teknologi membawa risiko ketimpangan jika hanya dikuasai oleh kelompok tertentu. Oleh karena itu, pemerintah mendorong paradigma ‘technology for humanity’ bahwa teknologi harus memperkuat kelompok rentan, membantu masyarakat terdampak bencana, penyandang disabilitas, serta memperluas akses layanan publik termasuk kesehatan.
Ia menambahkan bahwa pemanfaatan teknologi cerdas harus berkelindan dengan kebijakan pembangunan yang berbasis risiko dan presisi. Dari mitigasi bencana hingga sistem pelayanan publik, teknologi harus memperkuat ketangguhan masyarakat dan memperbaiki ekosistem kebijakan.
“Teknologi yang cerdas tentu saja akan sangat membantu untuk mengetahui di mana posisi korban secara akurat, kita bisa menerbangkan drone tanpa awak untuk turun mendekati lokasi-lokasi yang berat, kita bisa mengerahkan robot-robot canggih yang bisa bekerja di medan yang sangat berat,” tegasnya.
Baca juga: Akses Darat Aceh Tamiang Mulai Terbuka, Truk BBM dan Alat Berat Dikerahkan
Menko PMK juga mengingatkan bahwa setiap inovasi teknologi membawa risiko ketimpangan jika hanya dikuasai oleh kelompok tertentu. Oleh karena itu, pemerintah mendorong paradigma ‘technology for humanity’ bahwa teknologi harus memperkuat kelompok rentan, membantu masyarakat terdampak bencana, penyandang disabilitas, serta memperluas akses layanan publik termasuk kesehatan.
Ia menambahkan bahwa pemanfaatan teknologi cerdas harus berkelindan dengan kebijakan pembangunan yang berbasis risiko dan presisi. Dari mitigasi bencana hingga sistem pelayanan publik, teknologi harus memperkuat ketangguhan masyarakat dan memperbaiki ekosistem kebijakan.
Lihat Juga :