Rektor UGM Tegaskan Jokowi Lulus Program Sarjana, Foto Ijazah Berkacamata Tak Dilarang
Sabtu, 29 November 2025 - 11:22 WIB
loading...
Rektor UGM Prof Ova Emilia kembali menegaskan Presiden Ke-7 RI Jokowi merupakan lulusan Program Sarjana UGM pada 23 Oktober 1985. Itu ditegaskan Emilia dalam video unggahan di YouTube Universitas Gadjah Mada, Jumat (28/11/2025). Foto: YouTube UGM
A
A
A
YOGYAKARTA - Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Ova Emilia kembali menegaskan Presiden Ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) merupakan lulusan Program Sarjana UGM pada 23 Oktober 1985. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Jokowi di atas 2,5.
Hal itu ditegaskan Ova Emilia dalam video unggahan di YouTube Universitas Gadjah Mada, Jumat (28/11/2025). Ada sembilan poin yang ditegaskan terkait ijazah Jokowi dalam video tersebut. Salah satunya mengenai foto berkacamata.
Baca juga: Kontroversi Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Wakil Rektor: Cara Paling Tepat Buktikan Alumni UGM, Tunjukkan Ijazahnya
"Terkait foto Joko Widodo berkacamata, kami tegaskan bahwa di masa itu, yang dilarang adalah foto diri dengan kacamatan hitam. UGM juga memiliki arsip ijazah lainnya yang menunjukkan foto diri berkacamata," ujar Emilia dikutip Sabtu (29/11/2025).
Dia menegaskan ijazah Jokowi autentik dan sesuai data akademik resmi yang dimiliki kampus. Pernyataan ini disampaikan sebagai klarifikasi atas polemik ijazah Jokowi yang terus berkembang di ruang publik.
UGM memiliki bukti Jokowi terdaftar sebagai mahasiswa sejak 28 Juli 1980. Pengumuman penerimaan mahasiswa baru atas nama Joko Widodo juga tercantum dalam Koran Kedaulatan Rakyat edisi 18 Juli 1980.
Menurut Emilia, Jokowi menjalani seluruh prosedur registrasi sesuai ketentuan, termasuk pengisian formulir dan dokumen pernyataan sebagai mahasiswa baru. Data akademiknya tercatat dalam Buku Induk Angkatan 1980. Jokowi kemudian berkuliah di Fakultas Kehutanan dengan dosen pembimbing akademik Kasmudjo.
Tahun 1983 Jokowi menyelesaikan evaluasi program sarjana muda pada masa transisi ketika program tersebut disatukan menjadi program sarjana. Selanjutnya, Jokowi menyusun skripsi di bawah bimbingan Ahmad Sumitro,yang namanya memiliki dua ejaan sah yakni Soemitro (O-E) dan Sumitro (U).
Dia menyatakan Jokowi telah menerima ijazah asli sesuai ketentuan dan selanjutnya keputusan menunjukkan atau tidak kepada publik merupakan tanggung jawab pribadi Jokowi.
"Pernyataan ini untuk menyampaikan kebenaran sebagai tanggung jawab UGM dan tidak membela satu pihak pun secara tidak proporsional," kata Emilia.
Hal itu ditegaskan Ova Emilia dalam video unggahan di YouTube Universitas Gadjah Mada, Jumat (28/11/2025). Ada sembilan poin yang ditegaskan terkait ijazah Jokowi dalam video tersebut. Salah satunya mengenai foto berkacamata.
Baca juga: Kontroversi Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Wakil Rektor: Cara Paling Tepat Buktikan Alumni UGM, Tunjukkan Ijazahnya
"Terkait foto Joko Widodo berkacamata, kami tegaskan bahwa di masa itu, yang dilarang adalah foto diri dengan kacamatan hitam. UGM juga memiliki arsip ijazah lainnya yang menunjukkan foto diri berkacamata," ujar Emilia dikutip Sabtu (29/11/2025).
Dia menegaskan ijazah Jokowi autentik dan sesuai data akademik resmi yang dimiliki kampus. Pernyataan ini disampaikan sebagai klarifikasi atas polemik ijazah Jokowi yang terus berkembang di ruang publik.
UGM memiliki bukti Jokowi terdaftar sebagai mahasiswa sejak 28 Juli 1980. Pengumuman penerimaan mahasiswa baru atas nama Joko Widodo juga tercantum dalam Koran Kedaulatan Rakyat edisi 18 Juli 1980.
Menurut Emilia, Jokowi menjalani seluruh prosedur registrasi sesuai ketentuan, termasuk pengisian formulir dan dokumen pernyataan sebagai mahasiswa baru. Data akademiknya tercatat dalam Buku Induk Angkatan 1980. Jokowi kemudian berkuliah di Fakultas Kehutanan dengan dosen pembimbing akademik Kasmudjo.
Tahun 1983 Jokowi menyelesaikan evaluasi program sarjana muda pada masa transisi ketika program tersebut disatukan menjadi program sarjana. Selanjutnya, Jokowi menyusun skripsi di bawah bimbingan Ahmad Sumitro,yang namanya memiliki dua ejaan sah yakni Soemitro (O-E) dan Sumitro (U).
Dia menyatakan Jokowi telah menerima ijazah asli sesuai ketentuan dan selanjutnya keputusan menunjukkan atau tidak kepada publik merupakan tanggung jawab pribadi Jokowi.
"Pernyataan ini untuk menyampaikan kebenaran sebagai tanggung jawab UGM dan tidak membela satu pihak pun secara tidak proporsional," kata Emilia.
(jon)
Lihat Juga :