Kementan Susun Skema Penguatan Sektor Perunggasan
Jum'at, 28 November 2025 - 13:37 WIB
loading...
A
A
A
"Dengan adanya kucuran dana ini, negara harus hadir. Kita dorong agar peternak rakyat menjadi aktor utama, sementara pelaku usaha eksisting tetap menjadi bagian penting ekosistem. Kita ingin produksi tidak lagi tersentralisasi di Jawa, tetapi berkembang di luar Jawa sehingga swasembada bisa merata," tegasnya.
Ia juga menambahkan sejak hadirnya program MBG, dinamika di lapangan membaik. Dulu peternak sering melakukan demonstrasi. Dengan adanya MBG, mereka kini tidak lagi demo.
Agung menekankan bahwa dana Rp20 triliun dari Danantara merupakan skema kredit yang akan disalurkan kepada anak perusahaan Danantara untuk kemudian digunakan BUMN dalam pembangunan infrastruktur perunggasan. “Dana tersebut tidak langsung diberikan kepada peternak. BUMN akan memanfaatkannya untuk membangun infrastruktur mulai dari pembibitan, pembesaran, pakan, obat hewan, hingga cold storage,” jelas Agung.
Dalam sistem usaha, budidaya tetap akan dilakukan oleh peternak rakyat yang tergabung dalam kelompok dan berada di bawah Koperasi Merah Putih sebagai payung besar. Kementan juga mengusulkan skema pembiayaan baru berupa Kredit Usaha Peternakan, termasuk pembahasan bunga dan agunan. Namun hal tersebut masih dalam proses finalisasi.
Selain Agung Suganda, diskusi dihadiri sejumlah narasumber yakni Anggota Komisi IV DPR Jaelani, Direktur Kerja Sama Badan Gizi Nasional Muhammad Risa, dan Praktisi Industri Unggas Eko Putro Sandjojo. Selain itu hadir juga Sekjen Gabungan Asosiasi Peternakan Ayam Nasional Sugeng Wahyudi, dan akademisi IPB Prof Dwi Andreas Santoso.
Ia juga menambahkan sejak hadirnya program MBG, dinamika di lapangan membaik. Dulu peternak sering melakukan demonstrasi. Dengan adanya MBG, mereka kini tidak lagi demo.
Agung menekankan bahwa dana Rp20 triliun dari Danantara merupakan skema kredit yang akan disalurkan kepada anak perusahaan Danantara untuk kemudian digunakan BUMN dalam pembangunan infrastruktur perunggasan. “Dana tersebut tidak langsung diberikan kepada peternak. BUMN akan memanfaatkannya untuk membangun infrastruktur mulai dari pembibitan, pembesaran, pakan, obat hewan, hingga cold storage,” jelas Agung.
Dalam sistem usaha, budidaya tetap akan dilakukan oleh peternak rakyat yang tergabung dalam kelompok dan berada di bawah Koperasi Merah Putih sebagai payung besar. Kementan juga mengusulkan skema pembiayaan baru berupa Kredit Usaha Peternakan, termasuk pembahasan bunga dan agunan. Namun hal tersebut masih dalam proses finalisasi.
Selain Agung Suganda, diskusi dihadiri sejumlah narasumber yakni Anggota Komisi IV DPR Jaelani, Direktur Kerja Sama Badan Gizi Nasional Muhammad Risa, dan Praktisi Industri Unggas Eko Putro Sandjojo. Selain itu hadir juga Sekjen Gabungan Asosiasi Peternakan Ayam Nasional Sugeng Wahyudi, dan akademisi IPB Prof Dwi Andreas Santoso.
(abd)
Lihat Juga :