Kementan Susun Skema Penguatan Sektor Perunggasan

Jum'at, 28 November 2025 - 13:37 WIB
loading...
Kementan Susun Skema...
Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Agung Suganda dalam Diskusi Publik Fraksi PKB di Kompleks Parlemen, Kamis (27/11/2025). FOTO/IST
A A A
JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Danantara sedang menyusun skema penguatan sektor perunggasan nasional. Saat ini salah satu tantangannya adalah ketimpangan wilayah produksi.

Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda dalam Diskusi Publik Fraksi PKB bertajuk 'Danantara Kucurkan Anggaran Rp20 Trilun untuk Penguatan Peternak Lokal: Kebangkitan Industri Perunggasan Nasional?' di Kompleks Parlemen, Kamis (27/11/2025). Penyusunan skema investasi untuk restrukturisasi industri perunggasan nasional ini sebagai tindak lanjut dari rencana investasi Rp20 triliun oleh Danantara.

"Skema investasi masih kita bahas bersama. Apa yang kami sampaikan masih sangat dinamis, karena kami juga ingin mendapatkan masukan dari berbagai pihak. Proses pembahasan masih berjalan dan belum selesai," kata Agung Suganda.

Menurutnya, produksi telur dan daging ayam nasional masih berada dalam kondisi surplus, baik untuk memenuhi konsumsi reguler maupun kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun terdapat tantangan berupa ketimpangan wilayah produksi. Sebanyak 63 persen produksi telur terkonsentrasi di Jawa, disusul Sumatera, Kalimantan, sementara Papua dan Maluku menjadi wilayah dengan produksi paling kecil. Karena itu, ketika harga meningkat di Papua dan Maluku, penyebab utamanya adalah minimnya produksi di sana.

Hal serupa terjadi pada daging ayam, yang produksinya juga terpusat di Jawa. Konsentrasi ini menyebabkan munculnya disparitas harga dan tekanan inflasi di berbagai daerah. Menurut Agung, industri perunggasan saat ini masih didominasi pelaku usaha besar. Dengan adanya rencana investasi, pemerintah berharap terjadi restrukturisasi industri sehingga peternak rakyat dapat menjadi pelaku utama.

"Dengan adanya kucuran dana ini, negara harus hadir. Kita dorong agar peternak rakyat menjadi aktor utama, sementara pelaku usaha eksisting tetap menjadi bagian penting ekosistem. Kita ingin produksi tidak lagi tersentralisasi di Jawa, tetapi berkembang di luar Jawa sehingga swasembada bisa merata," tegasnya.

Ia juga menambahkan sejak hadirnya program MBG, dinamika di lapangan membaik. Dulu peternak sering melakukan demonstrasi. Dengan adanya MBG, mereka kini tidak lagi demo.

Agung menekankan bahwa dana Rp20 triliun dari Danantara merupakan skema kredit yang akan disalurkan kepada anak perusahaan Danantara untuk kemudian digunakan BUMN dalam pembangunan infrastruktur perunggasan. “Dana tersebut tidak langsung diberikan kepada peternak. BUMN akan memanfaatkannya untuk membangun infrastruktur mulai dari pembibitan, pembesaran, pakan, obat hewan, hingga cold storage,” jelas Agung.

Dalam sistem usaha, budidaya tetap akan dilakukan oleh peternak rakyat yang tergabung dalam kelompok dan berada di bawah Koperasi Merah Putih sebagai payung besar. Kementan juga mengusulkan skema pembiayaan baru berupa Kredit Usaha Peternakan, termasuk pembahasan bunga dan agunan. Namun hal tersebut masih dalam proses finalisasi.

Selain Agung Suganda, diskusi dihadiri sejumlah narasumber yakni Anggota Komisi IV DPR Jaelani, Direktur Kerja Sama Badan Gizi Nasional Muhammad Risa, dan Praktisi Industri Unggas Eko Putro Sandjojo. Selain itu hadir juga Sekjen Gabungan Asosiasi Peternakan Ayam Nasional Sugeng Wahyudi, dan akademisi IPB Prof Dwi Andreas Santoso.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sambut DSI Prabowo,...
Sambut DSI Prabowo, PKB Ingatkan Transparansi dan Keberpihakan ke Petani
Usai Hadiri Hari Buruh,...
Usai Hadiri Hari Buruh, Prabowo Panggil CTO Danantara ke Istana, Bahas Apa?
Dukung Swasembada Pangan,...
Dukung Swasembada Pangan, BRIN Jadi Dapur Riset Sinergi dengan Kementan dan Kemdiktisaintek
Prabowo Kunjungi Inggris,...
Prabowo Kunjungi Inggris, Saksikan Kerja Sama Semikonduktor Danantara dan Arm Limited
Danantara, Moodys, dan...
Danantara, Moody's, dan Harga Kepastian
Kementan Bentuk 33 Balai...
Kementan Bentuk 33 Balai Besar Modernisasi Pertanian di 33 Provinsi
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
PT DSI Jadi Perantara...
PT DSI Jadi Perantara Tunggal Ekspor 3 Komoditas, Dony Oskaria: Hingga 31 Desember 2026
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
Rekomendasi
5 Fakta Krisis Timur...
5 Fakta Krisis Timur Tengah Membara, Apache Ditembak Jatuh hingga 3 Negara Arab Dirudal Iran
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Kuwait Tawarkan Minyak...
Kuwait Tawarkan Minyak ke Pembeli Asia, Pertama Kalinya Sejak Konflik Iran
Berita Terkini
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Infografis
Sektor Keuangan Akan...
Sektor Keuangan Akan jadi Sasaran Ancaman Siber di 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved