Surat Kerry Riza Chalid Dinilai Bentuk Tekanan terhadap Langkah Pemerintah Perbaiki Tata Kelola Migas
Kamis, 27 November 2025 - 21:42 WIB
loading...
A
A
A
“Di tengah proses itu, setiap kebijakan baru pasti menggeser kepentingan. Karena itu, manuver ini sangat mungkin dilakukan sebagai upaya mempertahankan pola relasi bisnis lama yang selama ini memberikan keuntungan besar kepada jaringan tertentu,” sambungnya.
Dedi juga menyinggung bahwa jaringan mafia migas masih memiliki sumber daya untuk bisa melakukan perlawanan ke pihak-pihak yang mengganggu stabilitas bisnis mereka. Menurutnya, dengan sumber daya tersebut jaringan mafia migas ini bisa menggunakan operasi penggiringan opini publik untuk memberikan tekanan hukum.
Baca juga: Pertamina Berbenah Dinilai Bikin Mafia Migas Gerah
“Dalam pola konflik kebijakan seperti ini, selama jaringan ekonomi yang terganggu masih memiliki sumber daya, perlawanan hampir pasti berlanjut. Mereka bisa menggunakan opini publik, tekanan hukum, hingga manuver politik untuk memperlambat atau menggagalkan reformasi. Inilah kenapa pembenahan migas tidak pernah mudah yang dilawan bukan sekadar individu, tetapi ekosistem kepentingan yang sudah mengakar lama,” katanya.
Dedi mengatakan, jaringan mafia migas ini akan melakukan penggiringan opini publik untuk membentuk citra negatif ke pemerintah dan pertamina yang tengah melakukan pembenahan. “Manuver seperti ini dapat menimbulkan noise dan membingungkan publik. Tujuannya biasanya untuk mengaburkan inti persoalan agar pembenahan terlihat seolah-olah bermasalah,” imbuhnya.
Dedi juga menyinggung bahwa jaringan mafia migas masih memiliki sumber daya untuk bisa melakukan perlawanan ke pihak-pihak yang mengganggu stabilitas bisnis mereka. Menurutnya, dengan sumber daya tersebut jaringan mafia migas ini bisa menggunakan operasi penggiringan opini publik untuk memberikan tekanan hukum.
Baca juga: Pertamina Berbenah Dinilai Bikin Mafia Migas Gerah
“Dalam pola konflik kebijakan seperti ini, selama jaringan ekonomi yang terganggu masih memiliki sumber daya, perlawanan hampir pasti berlanjut. Mereka bisa menggunakan opini publik, tekanan hukum, hingga manuver politik untuk memperlambat atau menggagalkan reformasi. Inilah kenapa pembenahan migas tidak pernah mudah yang dilawan bukan sekadar individu, tetapi ekosistem kepentingan yang sudah mengakar lama,” katanya.
Dedi mengatakan, jaringan mafia migas ini akan melakukan penggiringan opini publik untuk membentuk citra negatif ke pemerintah dan pertamina yang tengah melakukan pembenahan. “Manuver seperti ini dapat menimbulkan noise dan membingungkan publik. Tujuannya biasanya untuk mengaburkan inti persoalan agar pembenahan terlihat seolah-olah bermasalah,” imbuhnya.
Lihat Juga :