Pemerintah dan Kebijakan Guru

Selasa, 25 November 2025 - 14:41 WIB
loading...
Pemerintah dan Kebijakan...
Hendarman - Analis Kebijakan Ahli Utama pada Kemendikbudristek/ Dosen Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan. Foto/Dok Pribadi
A A A
Hendarman
Analis Kebijakan Ahli Utama pada Kemendikdasmen/Ketua Dewan Pakar Jabatan Fungsional Analis Kebijakan INAKI (Ikatan Nasional Analis Kebijakan)/Dosen Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai guru”. Kutipan ini menyoroti peran fundamental guru dalam memajukan bangsa, karena mereka membentuk generasi penerus dan membebaskan dari kebodohan. Dengan menghargai guru, sebuah bangsa menunjukkan pengakuan terhadap kontribusi mereka dalam mencerdaskan dan membentuk karakter masyarakat, yang merupakan salah satu wujud dari menghargai pahlawan pendidikan.

Tidak dapat dihindari bahwa guru adalah fondasi sistem pendidikan. Kualitas mereka sangat menentukan kualitas pembelajaran serta daya saing suatu bangsa. Meski semua negara memiliki kebutuhan untuk memperkuat profesi guru, kebijakan yang ditempuh menunjukkan perbedaan yang cukup signifikan antara negara maju dan negara berkembang, baik dari sisi prioritas, sistem, maupun tantangannya.

Kebijakan Guru di Negara-Negara Maju
Negara maju cenderung menerapkan kebijakan berbasis kualitas, profesionalitas, dan standar mutu yang konsisten. Ini dapat ditemui misalnya di Finlandia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, Kanada. Indikator pembeda utama antara lain adanya (1) seleksi guru ketat dan sistematis, (2) pendidikan prajabatan yang kuat, (3) pengembangan keprofesian yang berkelanjutan, (4) karier guru yang terstruktur dan terbuka, serta (5) adanya dukungan kesejahteraan dan status sosial.

Indikator seleksi guru ketat dan sistematis dicirikan oleh adanya proses seleksi yang sangat kompetitif untuk calon guru, hanya lulusan terbaik yang diterima menjadi guru, serta ada uji kompetensi akademik, pedagogik, sosial, dan moral. Pendidikan prajabatan yang kuat sebagai indikator lain ditandai oleh penetapan standar minimal pendidikan adalah sarjana (S1) + sertifikasi khusus, pendidikan profesi guru sangat terstruktur, dan sebagian negara mewajibkan magang mengajar 1-2 tahun.

Sementara pengembangan keprofesian yang berkelanjutan dicirikan oleh adanya program pelatihan dan reskilling berkala, mentoring untuk guru junior, dan pemberian beasiswa dalam rangka pengembangan professional. Yang menarik dari negara-negara tersebut adalah bahwa karier guru menjadi indikator yang dilakukan secara terstruktur dan terbuka. Untuk itu maka promosi dilakukan berdasarkan prestasi dan kompetensi; sistem insentif berbasis kinerja, bukan semata masa kerja; serta budaya evaluasi yang serius tetapi suportif.

Kelima yaitu indikator dukungan kesejahteraan dan status sosial bagi guru. Apa yang dilakukan negara-negara tersebut? Ada tiga ciri yaitu gaji awal kompetitif dibandingkan dengan profesi lain; adanya jaminan pensiun, kesehatan, dan perlindungan kerja kuat; dan guru memiliki status sosial yang tinggi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ungkap Penyebab Gaji...
Ungkap Penyebab Gaji Guru Tidak Naik, Prabowo: Uangnya Nggak Ada
Ketum PGRI Prihatin...
Ketum PGRI Prihatin Guru Terpecah dalam Kubu ASN, PPPK dan Honorer
P2G: Kasus Chromebook...
P2G: Kasus Chromebook Hanya Bagian Kecil, Telusuri Aliran Dana Triliunan
Terbitkan SE Pengendalian...
Terbitkan SE Pengendalian Gratifikasi SPMB, KPK Soroti Calon Siswa Titipan
Ferdy Sambo Kuliah S2...
Ferdy Sambo Kuliah S2 di Lapas Cibinong, Ini Penjelasan Ditjen Pemasyarakatan
Ekonomi Digital dan...
Ekonomi Digital dan Pendidikan: Peluang Besar atau Ancaman Baru?
60 Ribu Guru Dipanggil...
60 Ribu Guru Dipanggil PPG 2026 Tahap 2, Ini Tahapan dan Dokumen yang Wajib Disiapkan
Mensos: Rekrutmen Guru...
Mensos: Rekrutmen Guru Sekolah Rakyat 2026 Capai 5.000 Orang
Perkuat Ekosistem Pendidikan,...
Perkuat Ekosistem Pendidikan, BTN Teken MoU Strategis dengan UNAIR
Rekomendasi
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Logo Koperasi dalam...
Logo Koperasi dalam Iklan Air Mineral Dinilai Bisa Membingungkan Konsumen
Perkuat Daya Saing,...
Perkuat Daya Saing, LOTTE Chemical Indonesia Raih Tiga Sertifikasi ISO
Berita Terkini
ASPEK Indonesia Dorong...
ASPEK Indonesia Dorong Reformasi Jaminan Sosial Jilid II
Program MBG Harus Dilanjutkan,...
Program MBG Harus Dilanjutkan, Pengamat: Prabowo Ingin Wujudkan Indonesia Emas 2045
Bareskrim Limpahkan...
Bareskrim Limpahkan Laporan Terhadap Grace Natalie, Ade Armando dan Abu Janda ke Polda Metro Jaya
Periksa Hilman Latief,...
Periksa Hilman Latief, KPK Telusuri Pihak yang Inisiasi Pembagian Kuota Haji Tambahan
Ini Daftar Hakim yang...
Ini Daftar Hakim yang Bakal Mengadili Dokter Tifa dan Roy Suryo
Selesai Diperiksa Kasus...
Selesai Diperiksa Kasus Kuota Haji, Eks Dirjen PHU Hilman Latief: Diminta Keterangan Saja
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved