Gus Ipul Buka Suara soal Pencopotan Charles Holland dari Penasihat PBNU

Senin, 24 November 2025 - 23:16 WIB
loading...
Gus Ipul Buka Suara...
Sekjen PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul buka suara terkait pencopotan Charles Holland Taylor dari posisi penasihat khusus Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf untuk urusan internasional. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ( PBNU ) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul buka suara terkait pencopotan Charles Holland Taylor dari posisi penasihat khusus Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf untuk urusan internasional. Dia pun membenarkan mengenai kabar pencopotan Charles Holland.

"Ya itu salah satunya. Coba nanti yang akan memberikan penjelasan lebih detail adalah jajaran syuriah. Tetapi semuanya bisa mengikuti dengan baik," ujar Gus Ipul kepada awak media, Senin (24/11/2025).

Dia juga mengingatkan seluruh PWNU dan PCNU untuk tetap mematuhi aturan organisasi serta tidak bersikap berlebihan. Menurutnya, kewenangan penuh dalam menjelaskan dan memutuskan isu ini berada pada Syuriah PBNU yang dipimpin Rais Aam dan para wakilnya.

Baca juga: Gus Yahya Ungkap Alasannya Menolak Mundur dari Ketua Umum PBNU



"Prinsipnya, saya minta khususnya kepada PW dan PC untuk benar-benar bersabar, tetap berada dalam frekuensinya, dan mengikuti perkembangan dan informasi yang official (resmi). Yang penting, kita serahkan kepada mereka yang memiliki otoritas itu adalah jajaran Syuriah PBNU," tegasnya.

Gus Ipul menegaskan agar seluruh jajaran di bawah PBNU tetap tenang dan menunggu informasi resmi. Dirinya mengaku tidak dalam posisi untuk memaparkan substansi persoalan secara detail, tetapi memastikan bahwa keterangan resmi akan segera diberikan oleh pihak berwenang.

"Saya juga tidak bisa komentar terlalu banyak. Intinya nanti masalahnya nanti akan dikemukakan dan dijawab dengan baik. Publik tidak akan terbawa oleh informasi-informasi yang tidak sesuai dasar pengambilan keputusan. Ditunggu saja, mungkin dalam 1-2 hari ada penjelasan lagi," ujarnya.

Gus Ipul juga meminta agar seluruh warga dan pengurus NU di semua tingkatan tidak terpancing dinamika internal yang mencuat ke publik. Ia menekankan bahwa permasalahan tersebut merupakan urusan internal organisasi dan akan diselesaikan melalui mekanisme keulamaan.

"Oh iya, sekali lagi saya sampaikan bahwa itu adalah masalah internal yang akan diselesaikan dengan cara-cara ulama. Kita harapkan semua ikut bersabar, tidak terjebak spekulasi. Tunggu pengumuman resmi," ujarnya.

"Karena namanya Nahdlatul Ulama, maka yang memimpin adalah para ulama. Para ulama akan mengambil keputusan sesuai nilai-nilai agama dan ketentuan yang ada," tambahnya.

Sebelumnya, Rais Aam PBNU KH Miftachul Ahyar mencabut mandat Charles Holland Taylor karena diduga memiliki keterkaitan dengan jejaring yang dinilai dapat mengganggu posisi politik luar negeri PBNU. Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor: 4780/PB.23/A.II.10.71/99/11/2025 yang ditandatangani pada 22 November 2025, sebagai tindak lanjut dari hasil Rapat Harian Syuriyah PBNU pada 20 November 2025.

Surat itu juga menyebut pencabutan tanda tangan Rais Aam pada SK sebelumnya, yakni SK PBNU Nomor 3137/PB.01/A.II.01.71/99/12/2024 tentang penetapan penasihat khusus untuk urusan internasional.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dari Ploso, Gus Ma’shum...
Dari Ploso, Gus Ma’shum Faqih Ingatkan Adab Jadi Penuntun Musyawarah NU
Jelang Muktamar PBNU,...
Jelang Muktamar PBNU, Gus Muhaimin Sentil Pihak yang Main-main di NU untuk Keluar
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
4 Keputusan Munas Kader...
4 Keputusan Munas Kader Muda NU, Dukung Muktamar ke-35 di Lirboyo hingga Tolak Zonasi AHWA
AHWA dan Masa Depan...
AHWA dan Masa Depan Kepemimpinan NU
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
Hasil Munas Alim Ulama...
Hasil Munas Alim Ulama dan Konbes NU Disambut Positif PWNU Aceh
Seruan Masyayikh NU...
Seruan Masyayikh NU di Ponpes Al Falah Ploso Redam Ketegangan di PBNU
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh...
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh Yusuf Sebut Gus Salam Layak Jadi Ketum PBNU
Rekomendasi
2 Fakta Stasiun JIS:...
2 Fakta Stasiun JIS: Hanya Miliki Satu Peron dan Beroperasi hingga Pukul 21.30 WIB
Widyawati Pantau Tio...
Widyawati Pantau Tio Pakusadewo dari Grup WA, Bersyukur Kondisinya Kini Membaik
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Berita Terkini
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dikabulkan Penangguhan Penahannya, Kubu Jokowi Buka Suara
Penahanan Roy Suryo...
Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangguhkan Kejaksaan, Kapolri: Kewajiban Kami Telah Selesai
37 Organisasi Tolak...
37 Organisasi Tolak Desakan MUI Agar Pelaku dan Pengkampanye LGBT Dipidana
Kasus Tudingan Ijazah...
Kasus Tudingan Ijazah Segera Disidang, Pengacara Pastikan Jokowi Hadir
Qodari: Haji 2026 Lancar,...
Qodari: Haji 2026 Lancar, Masa Tunggu Dipangkas dan Layanan Ditingkatkan
KPK Perpanjang Penahanan...
KPK Perpanjang Penahanan Eks Wamen Imipas Silmy Karim Cs selama 40 Hari
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved