Interfaith Harmony Camp 2025 Ditutup, Harmoni Umat Beragama Harus Dirawat
Minggu, 23 November 2025 - 21:31 WIB
loading...
A
A
A
“Kita menanam pohon hari ini, tetapi sesungguhnya kita sedang menanam harapan bagi Indonesia yang lebih damai dan berdaya,” ujarnya.
Zayadi menyebut Kementerian Agama akan terus menghadirkan ruang-ruang perjumpaan yang sehat, inklusif, dan produktif bagi generasi muda lintas agama. Menurutnya, harmoni sosial hanya dapat terwujud jika dirawat secara konsisten melalui dialog, kerja sama, dan aksi nyata yang berorientasi pada kebaikan bersama.
Kasubdit Kemitraan Umat Islam, Ali Sibromalisi, mengapresiasi antusiasme peserta yang mengikuti rangkaian kegiatan sejak hari pertama. Ia menyebut Interfaith Harmony Camp sebagai bagian dari agenda besar The Wonder of Harmony 2025, yang bertujuan memperkuat budaya kolaborasi di akar rumput.
“Kita menyaksikan bagaimana dialog dapat melahirkan rasa saling percaya di antara generasi muda lintas agama,” jelasnya.
Ali menuturkan sesi diskusi, group challenge, hingga praktik ekoteologi di lapangan dirancang untuk mengasah kepekaan sosial dan kepemimpinan peserta. Jejaring pertemanan yang terbangun, katanya, merupakan modal sosial penting bagi perluasan gerakan harmoni di tingkat komunitas. “Gerakan kecil yang dimulai dari anak muda akan memberikan dampak besar,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa penanaman pohon menjadi pengingat bahwa dialog lintas iman perlu diterjemahkan dalam tindakan nyata yang membawa manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
“Simbol ini sederhana, tetapi pesannya kuat: kita bertemu, berdialog, lalu menanam kebaikan bersama,” tambahnya.
Deklarasi yang dibacakan bersama oleh perwakilan lintas agama dan organisasi kepemudaan pada penutupan, deklarasi tersebut memuat lima komitmen bersama peserta.
Zayadi menyebut Kementerian Agama akan terus menghadirkan ruang-ruang perjumpaan yang sehat, inklusif, dan produktif bagi generasi muda lintas agama. Menurutnya, harmoni sosial hanya dapat terwujud jika dirawat secara konsisten melalui dialog, kerja sama, dan aksi nyata yang berorientasi pada kebaikan bersama.
Kasubdit Kemitraan Umat Islam, Ali Sibromalisi, mengapresiasi antusiasme peserta yang mengikuti rangkaian kegiatan sejak hari pertama. Ia menyebut Interfaith Harmony Camp sebagai bagian dari agenda besar The Wonder of Harmony 2025, yang bertujuan memperkuat budaya kolaborasi di akar rumput.
“Kita menyaksikan bagaimana dialog dapat melahirkan rasa saling percaya di antara generasi muda lintas agama,” jelasnya.
Ali menuturkan sesi diskusi, group challenge, hingga praktik ekoteologi di lapangan dirancang untuk mengasah kepekaan sosial dan kepemimpinan peserta. Jejaring pertemanan yang terbangun, katanya, merupakan modal sosial penting bagi perluasan gerakan harmoni di tingkat komunitas. “Gerakan kecil yang dimulai dari anak muda akan memberikan dampak besar,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa penanaman pohon menjadi pengingat bahwa dialog lintas iman perlu diterjemahkan dalam tindakan nyata yang membawa manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
“Simbol ini sederhana, tetapi pesannya kuat: kita bertemu, berdialog, lalu menanam kebaikan bersama,” tambahnya.
Deklarasi yang dibacakan bersama oleh perwakilan lintas agama dan organisasi kepemudaan pada penutupan, deklarasi tersebut memuat lima komitmen bersama peserta.
Lihat Juga :