Mendagri Dorong Karang Taruna Bangkit dan Berperan Strategis
Minggu, 23 November 2025 - 21:15 WIB
loading...
A
A
A
"Sejarah Indonesia menunjukkan peran penting pemuda sebagai motor perubahan, mulai dari Sumpah Pemuda 1928 hingga gerakan mahasiswa pada masa reformasi," ujarnya.
Baca juga: PLBN Skouw, Gerbang Perbatasan yang Jadi Magnet Wisata Baru di Ujung Timur Indonesia
Menurut Tito, jumlah pemuda Indonesia yang besar—sering disebut bonus demografi—merupakan peluang besar bagi pembangunan nasional. Dengan 56% pemuda tinggal di perkotaan dan 44% di perdesaan, potensi ini dapat dimanfaatkan untuk menahan laju urbanisasi bila kader Karang Taruna diikutsertakan dalam program strategis nasional, seperti program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih.
“Populasi usia produktif kita jauh lebih besar dibanding Jepang yang mayoritas penduduknya sudah menua, dan sekitar 93% penduduk Jepang ada di urban, sedangkan hanya 7% di perdesaan. Pemerintah sudah membuat beragam program, tapi perlu agen perubahan. Saya berharap bukan hanya perangkat desa, tetapi juga kader Karang Taruna,” tegas Tito.
Mendagri menyatakan berkepentingan mendorong Karang Taruna tampil lebih berperan dalam urusan hajat hidup masyarakat. Karena itu, organisasi pemuda tersebut perlu membangun identitas yang kuat, termasuk menelusuri sejarah organisasi yang selama ini dinilai masih simpang siur.
“Anggota organisasi akan bangga kalau punya landasan historis yang kuat. Perlu ada tim yang mengkaji sejarah Karang Taruna,” ungkapnya.
Baca juga: PLBN Skouw, Gerbang Perbatasan yang Jadi Magnet Wisata Baru di Ujung Timur Indonesia
Bonus Demografi Diaktifkan
Menurut Tito, jumlah pemuda Indonesia yang besar—sering disebut bonus demografi—merupakan peluang besar bagi pembangunan nasional. Dengan 56% pemuda tinggal di perkotaan dan 44% di perdesaan, potensi ini dapat dimanfaatkan untuk menahan laju urbanisasi bila kader Karang Taruna diikutsertakan dalam program strategis nasional, seperti program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih.
“Populasi usia produktif kita jauh lebih besar dibanding Jepang yang mayoritas penduduknya sudah menua, dan sekitar 93% penduduk Jepang ada di urban, sedangkan hanya 7% di perdesaan. Pemerintah sudah membuat beragam program, tapi perlu agen perubahan. Saya berharap bukan hanya perangkat desa, tetapi juga kader Karang Taruna,” tegas Tito.
Mendagri menyatakan berkepentingan mendorong Karang Taruna tampil lebih berperan dalam urusan hajat hidup masyarakat. Karena itu, organisasi pemuda tersebut perlu membangun identitas yang kuat, termasuk menelusuri sejarah organisasi yang selama ini dinilai masih simpang siur.
“Anggota organisasi akan bangga kalau punya landasan historis yang kuat. Perlu ada tim yang mengkaji sejarah Karang Taruna,” ungkapnya.
Lihat Juga :