Gus Imin: Pesantren Penopang Utama Pemberdayaan Masyarakat

Minggu, 23 November 2025 - 18:21 WIB
loading...
Gus Imin: Pesantren...
Menko Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar saat menghadiri Haul Akbar ke-21 Almarhum KH Muhsin Syafi’i, Muassis Ponpes Roudlotul Muhsinin Al-Maqbul di Malang, Jawa Timur. Foto/Ist
A A A
MALANG - Pesantren memiliki peran strategis dalam mewujudkan kemandirian masyarakat dan memperkuat pemberdayaan umat. Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Imin saat menghadiri Haul Akbar ke-21 Almarhum KH Muhsin Syafi’i, Muassis Ponpes Roudlotul Muhsinin Al-Maqbul di Malang, Jawa Timur.

Acara haul tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh penting dan para masyayikh, antara lain KH Nurul Huda Djazuli, KH Abdurrahman Al Kautsar, KH Abdussalam Shohib, KH Fahim Royani, para pengasuh berbagai pondok pesantren, para alumni, santri, serta wali santri yang memadati lokasi acara.

Baca juga: Ada Ditjen Pesantren, Wamenag: 42 Ribu Pondok Pesantren dan 11 Juta Santri Semakin Berdaya

Gus Imin mengatakan salah satu tugas pemerintahan melalui Kemenko Pemberdayaan Masyarakat adalah mendorong agar Pesantren berdaya di semua bidang. Ini dinilai penting mengingat pesantren telah terbukti menjadi pusat pendidikan, pembentukan karakter, dan pemberdayaan sosial-ekonomi masyarakat.



“Negara sudah sepatutnya berterima kasih kepada para wali dan para masyayikh yang telah merintis, membangun, dan menguatkan pondok-pondok pesantren di seluruh Indonesia, termasuk Ponpes Roudlotul Muhsinin Al-Maqbul ini,” ujar Gus Imin yang juga menjabat Ketua Umum PKB tersebut, Minggu (23/11/2025).

Ia lebih jauh menyatakan keyakinannya bahwa kebangkitan masyarakat Indonesia sangat ditentukan oleh kekuatan pesantren. “Dengan bismillah, saya berani menyatakan atas nama pemerintah: kalau pesantren tumbuh kuat dan kokoh, insyaallah masyarakat juga akan tumbuh kuat dan kokoh,” tegasnya yang hadir didampingi Sekjen DPP PKB Hasanuddin Wahid.

Baca juga: Mardiono Tegaskan Pesan Prabowo: Pesantren Siap Jadi Lumbung Pangan Baru

Menurut Gus Imin, ketahanan masyarakat bertumpu pada dua faktor utama: Pertama, pendidikan sebagai fondasi memutus mata rantai berbagai persoalan kemasyarakatan, termasuk kemiskinan. Kedua, pemberdayaan sebagai kelanjutan dari sistem pendidikan yang tumbuh di pesantren.

Lebih lanjut ia mengurai sejarah panjang kemandirian pesantren yang telah berkontribusi besar bagi umat. Ia mencontohkan Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari yang mendirikan Pondok Pesantren Tebuireng dengan modal seadanya, namun hingga kini tetap berdiri kokoh sebagai pesantren mandiri dengan kontribusi besar bagi bangsa.

“Saya ingin menyampaikan kepada dunia bahwa akar pesantren masih kuat dengan kemandirian dan kekokohannya, termasuk yang dijaga oleh Ponpes Roudlotul Muhsinin al-Maqbul Malang ini,” ujar Gus Imin.

Meski demikian, Gus Imin tak menutup mata bahwa belakangan ini muncul kekhawatiran dan sikap sinis sebagian kalangan terhadap pesantren, terutama ketika sejumlah musibah menimpa beberapa pesantren di daerah. Citra tersebut, kata dia, seringkali menimbulkan salah paham terhadap pesantren.

Namun ia menegaskan bahwa semangat awal pesantren sebagai pusat pendidikan dan pemberdayaan tetap tumbuh kuat dan mengakar. Ia juga mengajak seluruh elemen pesantren untuk melakukan konsolidasi guna menghadapi tantangan besar di masa depan.

“Hari ini tidak ada jalan lain. Monggo kita semua konsolidasi, karena semua aspek nasional dan global sedang berubah. Kita harus mengambil hal-hal baru dengan produktif, mengembangkan dunia pendidikan, sekaligus menyiapkan generasi yang tangguh, berdaya, dan mandiri,” pungkasnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pesantren dan AI, Cucun...
Pesantren dan AI, Cucun Tekankan Pentingnya Etika serta Nilai Keagamaan dalam Teknologi
Darunnajah Gelar 4th...
Darunnajah Gelar 4th ICOP Bersama Menteri ATR/BPN, Siap Optimalisasi Wakaf Nasional
PBNU: Segelintir Kasus...
PBNU: Segelintir Kasus Kekerasan Seksual Tak Mewakili Wajah Pesantren
Mengenal Gareth Morgan:...
Mengenal Gareth Morgan: di Balik Metafora Organisme Pesantren
PBNU: Iduladha 2026...
PBNU: Iduladha 2026 Jadi Pengingat Kemanusiaan di Tengah Dunia yang Terluka
Rakernas Inkopotren...
Rakernas Inkopotren 2026 Fokus Dorong UMKM Pesantren Go Internasional
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
Gus Zainul Arifin, Kiai...
Gus Zainul Arifin, Kiai Muda yang Hadirkan Dakwah Modern Tanpa Tinggalkan Tradisi
IPB University dan Pesantren...
IPB University dan Pesantren Darunnajah 14 Gelar Pelatihan Produk Unggulan Pesantren
Rekomendasi
Sering Dibully karena...
Sering Dibully karena Kondisi Fisiknya, Debi Ceper Mengaku Tak Pernah Sakit Hati
Lepas E4 vs Jaecoo J5:...
Lepas E4 vs Jaecoo J5: Perbandingan SUV EV Rp300 Jutaan Terbaik
Leopard Aesthetics yang...
Leopard Aesthetics yang Menggigit: Lepas E4 EV Buktikan SUV Listrik Bisa Elegan Tanpa Radikal
Berita Terkini
Didakwa Terima Suap...
Didakwa Terima Suap Rp4,8 Miliar, Hery Susanto Tak Ajukan Eksepsi
Jaksa Ungkap Nama Samaran...
Jaksa Ungkap Nama Samaran Hery Susanto, Ada John Lennon 07 hingga Komandante
3 Fakta Terbaru Kasus...
3 Fakta Terbaru Kasus Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Batal Ajukan Gugatan Praperadilan
Singgung Perbedaan Pandangan,...
Singgung Perbedaan Pandangan, Dudung Ajak Purnawirawan TNI-Polri Jaga Persatuan
Gita Wirjawan: Integritas...
Gita Wirjawan: Integritas Harus Jadi Prioritas Memilih Pemimpin
KPK Periksa Eks Sekjen...
KPK Periksa Eks Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono sebagai Tersangka Kasus Gratifikasi
Infografis
Deretan Tokoh Bangsa...
Deretan Tokoh Bangsa Lulusan Pesantren, Ada Gus Dur hingga Haedar Nashir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved