Boni Hargens Apresiasi Kinerja Polri Terbaik ke-3 di Dunia Versi WISPI
Sabtu, 22 November 2025 - 18:53 WIB
loading...
A
A
A
Dia menekankan pada tiga hal yang perlu mendapat evaluasi, pertama peningkatan kapasitas institusional dengan menekankan pada investasi dalam teknologi canggih, pelatihan SDM berkelanjutan, dan modernisasi infrastruktur kepolisian untuk menghadapi tantangan keamanan abad 21.
"Kedua, optimalisasi proses operasional di mana perlu penyempurnaan standar operasional prosedur, digitalisasi layanan, dan efisiensi birokrasi untuk respons yang lebih cepat dan akurat," ungkapnya.
Ketiga, lanjut dia, penguatan kolaborasi multi-pihak. Menurut dia, sinergi dengan lembaga pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil untuk menciptakan ekosistem keamanan yang komprehensif Indonesia masih menghadapi realitas peningkatan angka kriminalitas di beberapa sektor, yang menempatkan Polri dalam posisi strategis untuk terus bertransformasi dan berinovasi.
"Kejahatan siber, transnasional, dan berbasis teknologi memerlukan pendekatan baru yang adaptif dan proaktif. Polri perlu terus mengembangkan kemampuan dalam menghadapi ancaman keamanan yang semakin kompleks dan dinamis, mulai dari radikalisme, terorisme, hingga kejahatan terorganisir yang memanfaatkan teknologi digital," kata dia.
Dia menegaskan dukungan dari pemerintah, partisipasi aktif masyarakat, dan sinergi dengan lembaga lain menjadi kunci utama untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja Polri dalam menghadapi tantangan keamanan nasional dan global. Menurut dia, pendekatan holistik yang melibatkan seluruh elemen bangsa diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi pembangunan nasional.
"Optimisme yang tinggi menyelimuti prospek Polri di masa depan, dengan keyakinan bahwa di bawah kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo, institusi ini mampu terus menjaga stabilitas keamanan nasional dan mempertahankan kepercayaan publik yang telah dibangun dengan kerja keras dan dedikasi," pungkasnya.
"Kedua, optimalisasi proses operasional di mana perlu penyempurnaan standar operasional prosedur, digitalisasi layanan, dan efisiensi birokrasi untuk respons yang lebih cepat dan akurat," ungkapnya.
Ketiga, lanjut dia, penguatan kolaborasi multi-pihak. Menurut dia, sinergi dengan lembaga pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil untuk menciptakan ekosistem keamanan yang komprehensif Indonesia masih menghadapi realitas peningkatan angka kriminalitas di beberapa sektor, yang menempatkan Polri dalam posisi strategis untuk terus bertransformasi dan berinovasi.
"Kejahatan siber, transnasional, dan berbasis teknologi memerlukan pendekatan baru yang adaptif dan proaktif. Polri perlu terus mengembangkan kemampuan dalam menghadapi ancaman keamanan yang semakin kompleks dan dinamis, mulai dari radikalisme, terorisme, hingga kejahatan terorganisir yang memanfaatkan teknologi digital," kata dia.
Dia menegaskan dukungan dari pemerintah, partisipasi aktif masyarakat, dan sinergi dengan lembaga lain menjadi kunci utama untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja Polri dalam menghadapi tantangan keamanan nasional dan global. Menurut dia, pendekatan holistik yang melibatkan seluruh elemen bangsa diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi pembangunan nasional.
"Optimisme yang tinggi menyelimuti prospek Polri di masa depan, dengan keyakinan bahwa di bawah kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo, institusi ini mampu terus menjaga stabilitas keamanan nasional dan mempertahankan kepercayaan publik yang telah dibangun dengan kerja keras dan dedikasi," pungkasnya.
(cip)
Lihat Juga :