Reformasi Polri Jadi Sasaran Hoaks, Publik Diminta Lihat Peran Polisi Secara Adil
Sabtu, 22 November 2025 - 17:14 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas menyoroti efek buruk media sosial yang sering dipakai untuk membangun citra negatif tanpa data. Menurut Fernando, sebagian akun justru sengaja menyebar ketidakpercayaan terhadap Polri.
Baca juga: Sepanjang Sesuai UU ASN, Penugasan Anggota Polri di Luar Institusi Dinilai Tetap Sah
“Media sosial ini seperti pisau bermata dua. Masih banyak masyarakat yang belum cerdas mencerna informasi. Judulnya provokatif langsung dishare, padahal isinya belum tentu benar,” jelasnya.
Fernando juga menyoroti betapa mudahnya media sosial membentuk opini publik tentang Polri. Banyak kritik liar, hoaks, hingga framing negatif yang memperburuk citra institusi.
“Belanja masalah lewat media sosial penting. Tapi jangan sampai reaktif. Yang puas 79,8%, tapi yang tidak puas jangan makin bertambah," sebutnya.
Fernando mengingatkan survei menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap Polri sudah tinggi, namun opini negatif di dunia digital bisa sewaktu-waktu memuncrat jika ruang hoaks dibiarkan terbuka.
Sekjen JARI 98 Ferry Supriyadi menilai kehadiran hoaks dan permainan opini soal reformasi Polri justru membuat publik gagal melihat banyak perubahan nyata yang telah dilakukan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Lihat Juga :