Hentikan Greenwashing, Indonesia Pimpin Dunia Ciptakan Aturan Soal Kredit Alam
Rabu, 19 November 2025 - 18:16 WIB
loading...
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq di Konferensi Iklim COP30, Brasil menyatakan Indonesia berkomitmen menghentikan praktik greenwashing. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Greenwashing saat ini masih menjadi masalah besar dalam pelestarian lingkungan. Untuk mengatasi persoalan ini, Indonesia berkomitmen menghentikan praktik greenwashing.
Hal itu ditegaskan Menteri Lingkungan Hidup /Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq di Konferensi Iklim COP30, Brasil. Dalam momen tersebut, Indonesia, Prancis, dan Inggris meluncurkan forum kebijakan global bernama Nature Credit Policy Forum.
Baca juga: 5 Pemicu Dunia Tak Mampu Menghentikan Perubahan Iklim yang Menghancurkan Masa Depan Manusia
Tujuannya membuat aturan main yang jelas untuk kredit alam. Greenwashing merupakan sikap perusahaan mengaku peduli lingkungan, padahal kenyataannya tidak.
"Sederhananya, kredit alamadalah sebuah mekanisme di mana perusahaan bisa menebus dosa lingkungan mereka dengan berinvestasi pada proyek-proyek pelestarian alam, seperti melindungi hutan, laut, atau satwa liar," katanya, Rabu (19/11/2025)
Masalahnya, kata Hanif, seringkali tidak jelas apakah investasi ini benar-benar efektif dan apakah uangnya sampai ke tangan yang tepat, yaitu masyarakat adat dan komunitas lokal yang menjadi penjaga alam sesungguhnya.
"Forum yang baru diluncurkan ini akan menjadi tempat para pemimpin dunia untuk berbagi pengalaman. Saling belajar tentang apa yang berhasil dan tidak berhasil dalam kebijakan kredit alam," katanya.
Baca juga: Gunung Semeru Meletus Dahsyat Sore Ini, Muntahkan Awan Panas Sejauh 7 Km
Selain itu, membuat standar yang jelas dengan menentukan cara mengukur, memverifikasi, dan memastikan sebuah proyek benar-benar berkualitas. Termasuk merancang aturan agar keuntungan dari kredit alam mengalir langsung ke masyarakat di tingkat tapak.
“Mekanisme kredit alam hanya bermakna jika dijalankan dengan prinsip transparansi serta akuntabilitas. Indonesia menuntut jaminan bahwa manfaatnya mengalir langsung kepada masyarakat setempat sekaligus menjaga keanekaragaman hayati dalam jangka panjang,” tegasnya.
Langkah Indonesia ini mendapat dukungan kuat dari negara lain. Menteri dari Prancisdan Inggrismenyatakan forum ini adalah langkah penting untuk membangun kerangka kerja yang kokoh, sehingga perusahaan bisa berinvestasi dengan percaya diri dan komunitas lokal menerima manfaat nyata.
Peluncuran forum ini adalah tonggak penting untuk mencapai target Kesepakatan Kunming-Montreal, yaitu menghentikan laju kehilangan keanekaragaman hayati sebelum 2030.
"Dengan memimpin inisiatif ini, Indonesia menunjukkan kepada dunia bahwa kita tidak hanya menuntut aksi, tetapi juga menyediakan solusi untuk memastikan setiap upaya pelestarian alam berjalan dengan jujur, adil, dan benar-benar bermanfaat," katanya.
Hal itu ditegaskan Menteri Lingkungan Hidup /Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq di Konferensi Iklim COP30, Brasil. Dalam momen tersebut, Indonesia, Prancis, dan Inggris meluncurkan forum kebijakan global bernama Nature Credit Policy Forum.
Baca juga: 5 Pemicu Dunia Tak Mampu Menghentikan Perubahan Iklim yang Menghancurkan Masa Depan Manusia
Tujuannya membuat aturan main yang jelas untuk kredit alam. Greenwashing merupakan sikap perusahaan mengaku peduli lingkungan, padahal kenyataannya tidak.
"Sederhananya, kredit alamadalah sebuah mekanisme di mana perusahaan bisa menebus dosa lingkungan mereka dengan berinvestasi pada proyek-proyek pelestarian alam, seperti melindungi hutan, laut, atau satwa liar," katanya, Rabu (19/11/2025)
Masalahnya, kata Hanif, seringkali tidak jelas apakah investasi ini benar-benar efektif dan apakah uangnya sampai ke tangan yang tepat, yaitu masyarakat adat dan komunitas lokal yang menjadi penjaga alam sesungguhnya.
"Forum yang baru diluncurkan ini akan menjadi tempat para pemimpin dunia untuk berbagi pengalaman. Saling belajar tentang apa yang berhasil dan tidak berhasil dalam kebijakan kredit alam," katanya.
Baca juga: Gunung Semeru Meletus Dahsyat Sore Ini, Muntahkan Awan Panas Sejauh 7 Km
Selain itu, membuat standar yang jelas dengan menentukan cara mengukur, memverifikasi, dan memastikan sebuah proyek benar-benar berkualitas. Termasuk merancang aturan agar keuntungan dari kredit alam mengalir langsung ke masyarakat di tingkat tapak.
“Mekanisme kredit alam hanya bermakna jika dijalankan dengan prinsip transparansi serta akuntabilitas. Indonesia menuntut jaminan bahwa manfaatnya mengalir langsung kepada masyarakat setempat sekaligus menjaga keanekaragaman hayati dalam jangka panjang,” tegasnya.
Langkah Indonesia ini mendapat dukungan kuat dari negara lain. Menteri dari Prancisdan Inggrismenyatakan forum ini adalah langkah penting untuk membangun kerangka kerja yang kokoh, sehingga perusahaan bisa berinvestasi dengan percaya diri dan komunitas lokal menerima manfaat nyata.
Peluncuran forum ini adalah tonggak penting untuk mencapai target Kesepakatan Kunming-Montreal, yaitu menghentikan laju kehilangan keanekaragaman hayati sebelum 2030.
"Dengan memimpin inisiatif ini, Indonesia menunjukkan kepada dunia bahwa kita tidak hanya menuntut aksi, tetapi juga menyediakan solusi untuk memastikan setiap upaya pelestarian alam berjalan dengan jujur, adil, dan benar-benar bermanfaat," katanya.
(shf)
Lihat Juga :