Pemerintah dan Dunia Usaha Dorong Pembiayaan Hutan Berkelanjutan di Forum COP30
Minggu, 16 November 2025 - 13:51 WIB
loading...
A
A
A
Dari sisi dunia usaha, Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI), Purwadi Soeprihanto menyampaikan bahwa pelaku usaha kehutanan kini tengah mempersiapkan integrasi tata kelola karbon ke dalam model bisnis mereka.
Ia menekankan bahwa persyaratan integritas-mulai dari legalitas, metodologi perhitungan yang kredibel, hingga mekanisme pembagian manfaat dengan masyarakat-menjadi kunci agar kredit karbon Indonesia dapat diterima pasar global.
Purwadi menekankan bahwa dukungan terhadap investasi hijau sangat diperlukan untuk mencapai FOLU Net Sink 2030. Investasi sektor swasta akan berkontribusi penting dalam kegiatan aksi mitigasi pernurunan emisi.
“Untuk menggerakkan investasi, Indonesia perlu membangun ekosistem pembiayaan yang memungkinkan kredit karbon menjadi portofolio untuk penilaian pinjaman, insentif fiskal seperti pengurangan pajak, hingga penurunan bunga investasi hijau,” jelas Purwadi.
Partisipasi Indonesia di Forest Pavilion COP30 menunjukkan bahwa negara ini tidak hanya menjadi penerima manfaat pendanaan iklim, tetapi juga aktor yang membentuk standar global dalam tata kelola karbon berintegritas. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, masyarakat adat, dan komunitas lokal, Indonesia terus mendorong pembiayaan kehutanan yang lebih inklusif, akuntabel, dan berkelanjutan sebagai bagian dari kepemimpinan iklim di tingkat global.
Ia menekankan bahwa persyaratan integritas-mulai dari legalitas, metodologi perhitungan yang kredibel, hingga mekanisme pembagian manfaat dengan masyarakat-menjadi kunci agar kredit karbon Indonesia dapat diterima pasar global.
Purwadi menekankan bahwa dukungan terhadap investasi hijau sangat diperlukan untuk mencapai FOLU Net Sink 2030. Investasi sektor swasta akan berkontribusi penting dalam kegiatan aksi mitigasi pernurunan emisi.
“Untuk menggerakkan investasi, Indonesia perlu membangun ekosistem pembiayaan yang memungkinkan kredit karbon menjadi portofolio untuk penilaian pinjaman, insentif fiskal seperti pengurangan pajak, hingga penurunan bunga investasi hijau,” jelas Purwadi.
Partisipasi Indonesia di Forest Pavilion COP30 menunjukkan bahwa negara ini tidak hanya menjadi penerima manfaat pendanaan iklim, tetapi juga aktor yang membentuk standar global dalam tata kelola karbon berintegritas. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, masyarakat adat, dan komunitas lokal, Indonesia terus mendorong pembiayaan kehutanan yang lebih inklusif, akuntabel, dan berkelanjutan sebagai bagian dari kepemimpinan iklim di tingkat global.
(shf)
Lihat Juga :