Trilogi Kerukunan dan Ekoteologi Resmi Diluncurkan, Menag Ajak Umat Jaga Alam sebagai Amanah Ilahi
Jum'at, 14 November 2025 - 21:25 WIB
loading...
A
A
A
Dia juga menyinggung pandangan para filsuf dan teolog mulai dari Descartes, Plotinus, hingga Ibn Arabi, yang menggambarkan hubungan antara manusia, alam, dan Tuhan. Menag menekankan pentingnya memahami konsep jawhar (substansi) dan ‘arad (penampakan) agar manusia tidak terjebak melihat alam semata sebagai bentuk fisik.
Dalam sambutannya, Nasaruddin mengutip sejumlah tradisi besar seperti Islam, Hindu, Taoisme, dan filsafat klasik untuk menunjukkan bahwa hampir semua ajaran agama mengandung etika ekologis.
“Alam adalah partner, bukan objek. Engkau adalah aku, aku adalah engkau. Kalau engkau mati, aku mati,” ucapnya.
Menag mengapresiasi Kepala BMBPSDM Muhammad Ali Ramdhani yang meluncurkan buku pengantar ekoteologi. Dia berharap ke depan lahir karya yang lebih komprehensif untuk mengurai hubungan manusia, alam, dan Tuhan dalam perspektif moderasi beragama.
“Jika pemahaman puncak ini terwujud akan muncul kesadaran global untuk menjaga bumi. Semakin cepat alam rusak, semakin cepat pula tanda-tanda kehancuran datang. Mari kita menunda kiamat dengan menjaga lingkungan,” katanya.
Dalam sambutannya, Nasaruddin mengutip sejumlah tradisi besar seperti Islam, Hindu, Taoisme, dan filsafat klasik untuk menunjukkan bahwa hampir semua ajaran agama mengandung etika ekologis.
“Alam adalah partner, bukan objek. Engkau adalah aku, aku adalah engkau. Kalau engkau mati, aku mati,” ucapnya.
Menag mengapresiasi Kepala BMBPSDM Muhammad Ali Ramdhani yang meluncurkan buku pengantar ekoteologi. Dia berharap ke depan lahir karya yang lebih komprehensif untuk mengurai hubungan manusia, alam, dan Tuhan dalam perspektif moderasi beragama.
“Jika pemahaman puncak ini terwujud akan muncul kesadaran global untuk menjaga bumi. Semakin cepat alam rusak, semakin cepat pula tanda-tanda kehancuran datang. Mari kita menunda kiamat dengan menjaga lingkungan,” katanya.
Lihat Juga :