Wujudkan SDGs 2030, LAN Perkuat Tata Kelola Pemerintahan di Pusat dan Daerah
Jum'at, 14 November 2025 - 11:37 WIB
loading...
A
A
A
Head of Policy and Advocacy Tanoto Foundation Eddy Henry, menyampaikan kolaborasi antara Tanoto Foundation dan LAN menjadi bentuk nyata kemitraan strategis dalam mendukung tata kelola yang efektif dan berbasis data.
“Kegiatan ini menjadi wadah penting untuk memperkuat kapasitas pelatih dan policy champions dalam mengawal implementasi SDGs, terutama di bidang pendidikan dan kesehatan,” ungkapnya.
Direktur Advokasi dan Pengembangan Kinerja Kebijakan LAN Seno Hartono menyebutkan workshop ini dirancang untuk melahirkan pelatih kebijakan (policy trainers) yang mampu mengembangkan peta jalan dan rencana aksi kelembagaan tata kelola efektif untuk percepatan SDGs.
“Setiap peserta akan diminta membuat rancangan pelatihan tindak lanjut yang akan dipresentasikan di akhir program,” jelasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala UN Resident Coordinator in Indonesia (UNRC) Mathew David Jhonson Idan, Programme Management Expert UN DESA, Mr. Prabin Maharjan. Melalui kegiatan ini, LAN menegaskan komitmennya untuk terus menjadi akselerator reformasi birokrasi dan penggerak tata kelola pembangunan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.
Ke depan, diharapkan TOT-Workshop ini tidak hanya berhenti di sini, melainkan harus bisa ditindaklanjuti untuk dilaksanakan di instansi asal peserta. Sebagaimana di sampaikan oleh Muzani Mohamad Mansoer, diharapkan networking/jejaring kerja bisa dibangun kolaborasi antara Lembaga Administrasi Negara (LAN), United Nations Development and Social Affairs (UNDESA), United Nations Project Office on Governance (UNPOG) Division for Public Institutions and Digital Government (DPIDG) dengan Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota.
“Pesan daro Kadis DPMPTSP Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Alexander B. Koroh, dan BPSDM Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Aulia Widyaiswara semakin menambah semangat menyusun roadmap di masa yang akan datang,” katanya.
“Kegiatan ini menjadi wadah penting untuk memperkuat kapasitas pelatih dan policy champions dalam mengawal implementasi SDGs, terutama di bidang pendidikan dan kesehatan,” ungkapnya.
Direktur Advokasi dan Pengembangan Kinerja Kebijakan LAN Seno Hartono menyebutkan workshop ini dirancang untuk melahirkan pelatih kebijakan (policy trainers) yang mampu mengembangkan peta jalan dan rencana aksi kelembagaan tata kelola efektif untuk percepatan SDGs.
“Setiap peserta akan diminta membuat rancangan pelatihan tindak lanjut yang akan dipresentasikan di akhir program,” jelasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala UN Resident Coordinator in Indonesia (UNRC) Mathew David Jhonson Idan, Programme Management Expert UN DESA, Mr. Prabin Maharjan. Melalui kegiatan ini, LAN menegaskan komitmennya untuk terus menjadi akselerator reformasi birokrasi dan penggerak tata kelola pembangunan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.
Ke depan, diharapkan TOT-Workshop ini tidak hanya berhenti di sini, melainkan harus bisa ditindaklanjuti untuk dilaksanakan di instansi asal peserta. Sebagaimana di sampaikan oleh Muzani Mohamad Mansoer, diharapkan networking/jejaring kerja bisa dibangun kolaborasi antara Lembaga Administrasi Negara (LAN), United Nations Development and Social Affairs (UNDESA), United Nations Project Office on Governance (UNPOG) Division for Public Institutions and Digital Government (DPIDG) dengan Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota.
“Pesan daro Kadis DPMPTSP Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Alexander B. Koroh, dan BPSDM Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Aulia Widyaiswara semakin menambah semangat menyusun roadmap di masa yang akan datang,” katanya.
(cip)
Lihat Juga :