RI dan Republik Demokratik Kongo Perkuat Kolaborasi Bangun Pasar Karbon Berintegritas Tinggi
Kamis, 13 November 2025 - 13:39 WIB
loading...
A
A
A
Melalui semua upaya ini, Indonesia berupaya menempatkan diri sebagai pusat global untuk pengembangan pasar karbon berkelanjutan. Terbuka bekerja sama dengan mitra internasional untuk memastikan integritas dan keselarasan dengan standar global.
"Baru-baru ini Indonesia menandatangani MoU dengan Asosiasi Perdagangan Emisi Internasional (IETA) dan Dewan Integritas Pasar Karbon Sukarela (ICVCM). Kemitraan ini berfokus pada pembangunan kapasitas, kolaborasi teknis, dan keterlibatan sektor swasta — elemen-elemen penting untuk pasar karbon yang kredibel dan terhubung secara global," jelas Wamenhut.
Dalam kesempatan tersebut, Wamenhut juga menegaskan pentingnya memperkuat kerja sama Selatan-Selatan di bidang kehutanan. Indonesia dan Kongo sebelumnya telah berkolaborasi melalui Pusat Lahan Gambut Tropis Internasional (ITPC) dan Inisiatif Lahan Gambut Global, yang memfasilitasi pertukaran pengetahuan dan penelitian antarnegara tropis. Baca juga: Indonesia Tegaskan Komitmen Iklim dan Dukung Penuh Inisiatif Brasil untuk Konservasi Hutan Tropis
“Berlandaskan fondasi ini, Indonesia siap berkolaborasi dengan Republik Demokratik Kongo dalam memperkuat pasar karbon di sektor kehutanan. Kami berbagi komitmen yang sama: melindungi hutan tropis sambil mendorong kemakmuran ekonomi dan sosial,” tandasnya.
Republik Demokratik Kongo juga ingin menindaklanjuti koalisi yang dulu pernah dimulai sejak COP Glasgow, yaitu koalisi antara Brazil, Indonesia dan Republik Demokratik Kongo. Selain itu, Republik Demokratik Kongo juga ingin menindaklanjuti kerjasama di dalam International Tropical Peatland Center (ITPC). Untuk itu, akan dilakukan komunikasi lebih intensif antara Indonesia dan Republik Demokratik Kongo terkait kedua hal tersebut.
"Baru-baru ini Indonesia menandatangani MoU dengan Asosiasi Perdagangan Emisi Internasional (IETA) dan Dewan Integritas Pasar Karbon Sukarela (ICVCM). Kemitraan ini berfokus pada pembangunan kapasitas, kolaborasi teknis, dan keterlibatan sektor swasta — elemen-elemen penting untuk pasar karbon yang kredibel dan terhubung secara global," jelas Wamenhut.
Dalam kesempatan tersebut, Wamenhut juga menegaskan pentingnya memperkuat kerja sama Selatan-Selatan di bidang kehutanan. Indonesia dan Kongo sebelumnya telah berkolaborasi melalui Pusat Lahan Gambut Tropis Internasional (ITPC) dan Inisiatif Lahan Gambut Global, yang memfasilitasi pertukaran pengetahuan dan penelitian antarnegara tropis. Baca juga: Indonesia Tegaskan Komitmen Iklim dan Dukung Penuh Inisiatif Brasil untuk Konservasi Hutan Tropis
“Berlandaskan fondasi ini, Indonesia siap berkolaborasi dengan Republik Demokratik Kongo dalam memperkuat pasar karbon di sektor kehutanan. Kami berbagi komitmen yang sama: melindungi hutan tropis sambil mendorong kemakmuran ekonomi dan sosial,” tandasnya.
Republik Demokratik Kongo juga ingin menindaklanjuti koalisi yang dulu pernah dimulai sejak COP Glasgow, yaitu koalisi antara Brazil, Indonesia dan Republik Demokratik Kongo. Selain itu, Republik Demokratik Kongo juga ingin menindaklanjuti kerjasama di dalam International Tropical Peatland Center (ITPC). Untuk itu, akan dilakukan komunikasi lebih intensif antara Indonesia dan Republik Demokratik Kongo terkait kedua hal tersebut.
(poe)
Lihat Juga :