BNPB: Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Longsor di 6 Wilayah Indonesia

Selasa, 11 November 2025 - 16:02 WIB
loading...
A A A
Hingga laporan ini diterbitkan, kondisi air telah surut dan kegiatan pembersihan serta pemulihan lingkungan mulai dilakukan secara bertahap. Masih di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kabupaten Bima juga mengalami dua kejadian bencana hidrometeorologi yang terjadi hampir bersamaan, yaitu banjir dan angin kencang.

Banjir melanda empat kecamatan, yakni Sanggar, Bolo, Soromandi, dan Wera, pada Senin, 10 November 2025 sekitar pukul 11.40 Wita. Hujan dengan intensitas tinggi sejak pagi hari menyebabkan air meluap ke permukiman warga. Berdasarkan laporan sementara, sebanyak 825 KK atau 2.347 jiwa terdampak, dengan total 739 unit rumah tergenang.


"Selain itu, tujuh akses jalan terputus dan sejumlah lahan pertanian ikut terendam. Beberapa lapak jualan warga di Desa Bajo juga dilaporkan rusak," ujarnya.

BPBD Kabupaten Bima segera melakukan asesmen lapangan, pendataan dampak, serta koordinasi dengan berbagai instansi terkait. Kebutuhan mendesak yang tengah diupayakan antara lain bantuan logistik, material bangunan seperti atap seng atau spandek, perbaikan infrastruktur darurat, dan alat berat untuk pembersihan material banjir.

Tak lama berselang, sekitar pukul 14.10 Wita, angin kencang melanda Kecamatan Wawo, tepatnya di Desa Pesa dan Desa Maria. Sebanyak 15 KK terdampak, dengan 15 unit rumah mengalami kerusakan pada bagian atap. BPBD Kabupaten Bima bersama aparat desa dan kecamatan segera melakukan pendataan dan penanganan awal di lokasi. "Hingga kini, proses penanganan masih berlangsung dengan dukungan berbagai unsur pemerintah daerah dan masyarakat," ujar Aam.

Di Jawa Timur, banjir terjadi di Kabupaten Nganjuk pada Senin, 10 November 2025 sekitar pukul 17.15 WIB. Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Gondang menyebabkan saluran drainase meluap dan menggenangi permukiman warga di Desa Balong Gebang. "Sekitar 130 KK terdampak, dengan enam rumah warga terendam air setinggi 30–70 cm," ungkap Aam.

Aam memastikan BPBD Kabupaten Nganjuk bersama aparat desa dan kecamatan segera melakukan pendataan, pembersihan lingkungan, serta memberikan bantuan darurat. Hingga laporan ini disusun, air telah surut dan warga mulai beraktivitas seperti biasa.

Pada hari yang sama, tanah longsor terjadi di Kabupaten Magetan, tepatnya di Kecamatan Poncol, sekitar pukul 15.30 WIB. Longsoran tebing di sekitar jalan raya menimpa satu kendaraan roda dua yang melintas, menyebabkan satu orang meninggal dunia dan satu lainnya luka berat. Selain korban jiwa, dua rumah warga terdampak dan satu jembatan mengalami kerusakan.

BPBD Kabupaten Magetan bersama unsur TNI, Polri, Dinas PUPR, Dinas Sosial/Tagana, PMI, dan relawan segera melakukan evakuasi serta pembersihan material longsoran menggunakan dua unit mobil damkar. Berkat kerja cepat tim gabungan, akses jalan kembali normal pada hari yang sama.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BNPB Sebut Karhutla...
BNPB Sebut Karhutla Dominasi Bencana di Tanah Air pada Akhir Pekan Ini
Aliansi Kebangsaan Serukan...
Aliansi Kebangsaan Serukan Indonesia Berdamai dengan Alam Hadapi Krisis Iklim
Tito Karnavian: Kemendagri...
Tito Karnavian: Kemendagri dan Pemda Akan Dukung Penuh Optimalisasi Program BSPS
BMKG Prediksi Curah...
BMKG Prediksi Curah Hujan Tetap Rendah di Wilayah Indonesia pada Pertengahan Juli 2026
BMKG: 48,9% Wilayah...
BMKG: 48,9% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau, Puncaknya Juli-September 2026
Bumi Eropa Membara,...
Bumi Eropa Membara, Dunia Memilih Bisu: Pelajaran dari Gelombang Panas yang Tak Lagi Anomali
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Peringatan BMKG: Gelombang...
Peringatan BMKG: Gelombang Tinggi Hantam Sejumlah Perairan Indonesia 20-23 Juli 2026, Ini Daftar Wilayahnya
Tinggalkan Jas dan Dasi,...
Tinggalkan Jas dan Dasi, Pekerja Kantoran di Jepang Boleh Pakai Celana Pendek dan Kaus Oblong
Rekomendasi
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
Mahasiswa Sains Komunikasi...
Mahasiswa Sains Komunikasi MNC University Raih Runner Up 2 Putri Budaya Banten 2026
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
Berita Terkini
Penampakan Alphard yang...
Penampakan Alphard yang Disita KPK Terkait Kasus Bupati Lombok Barat
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan, Relawan Jokowi: Jangan Salah Paham, Perkara Belum Selesai
Kemendagri Terus Perkuat...
Kemendagri Terus Perkuat Pengawasan dan Transparansi Tata Kelola Pemerintahan
Bareskrim Polri Tahan...
Bareskrim Polri Tahan 2 Bos Pabrik Gas Whip Pink
Oegroseno Buka Suara...
Oegroseno Buka Suara usai Absen dari Panggilan Kortas Tipidkor: Datang Harus Bawa Data
Mahalnya Harga Stabilitas
Mahalnya Harga Stabilitas
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved