Fraksi PDIP Pertanyakan Lokasi Islamic Center, Ini Jawaban Bupati Batang
Senin, 14 September 2020 - 18:56 WIB
loading...
Bupati Batang Wihaji dalam sidang Paripurna Jawaban Bupati menyatakan lokasi pembangunan Islamic Center sudah dikaji sejak awal tahun 2019. FOTO : Istimewa
A
A
A
BATANG - Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dalam pandangan umum fraksi minggu yang lalu, melalui juru bicaranya Junedi mempertanyakan lokasi Islamic Center yang berada di pangkalan truk Banyuputih.
Islamic Center direncanakan dibangun melalui dana APBD yang sesuai rencana pembangunanya pada tahun 2021 mendatang.
Pihak Fraksi PDIP menyayangkan pangkalan truk yang akan menjadi lokasi merupakan salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi parkir.
Sehingga dari Fraksi PDIP menyarankan supaya tidak berada di pangkalan truk tersebut dan mencari lokasi yang lebih tepat.
Bupati Batang Wihaji dalam sidang Paripurna Jawaban Bupati (PJB) mengatakan lokasi pembangunan Islamic Center sudah dikaji sejak awal tahun 2019. "Dari hasil Feasibility Study (FS) mengacu pada pertimbangan sosiologis dan ekonomis. Sehingga ditetapkan di Dukuh Petamanan Desa Banyuputih Kacamatan Banyuputih," ungkap Wihaji, Senin (14/9/2020).
Ia menjelaskan, keberadaan pangkalan truk di Banyuptuih sejak dibangunya jalan tol, PAD yang di dapat dari retribusi parkir sudah mengalami penurunan. Sehingga diputuskan lokasi tersebut agar punya nilai manfaat yang lebih bagi kemaslahatan umat.
Terpisah, Anggota DPRD dari Fraksi Nasional Demokrat (Nasdem) H Muafi dari Dapil 3 yang meliputi Kecamatan Gringsing, Limpung, Banyuputih dan Tersono sangat mendukung lokasi Islamic Center berada di Banyuputih sebagai perluasan kota. "Islamic Center sangat bagus di Banyuputih, karena sangat diharapakan masyarakat setempat," kata Muafi.
Islamic Center direncanakan dibangun melalui dana APBD yang sesuai rencana pembangunanya pada tahun 2021 mendatang.
Pihak Fraksi PDIP menyayangkan pangkalan truk yang akan menjadi lokasi merupakan salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi parkir.
Sehingga dari Fraksi PDIP menyarankan supaya tidak berada di pangkalan truk tersebut dan mencari lokasi yang lebih tepat.
Bupati Batang Wihaji dalam sidang Paripurna Jawaban Bupati (PJB) mengatakan lokasi pembangunan Islamic Center sudah dikaji sejak awal tahun 2019. "Dari hasil Feasibility Study (FS) mengacu pada pertimbangan sosiologis dan ekonomis. Sehingga ditetapkan di Dukuh Petamanan Desa Banyuputih Kacamatan Banyuputih," ungkap Wihaji, Senin (14/9/2020).
Ia menjelaskan, keberadaan pangkalan truk di Banyuptuih sejak dibangunya jalan tol, PAD yang di dapat dari retribusi parkir sudah mengalami penurunan. Sehingga diputuskan lokasi tersebut agar punya nilai manfaat yang lebih bagi kemaslahatan umat.
Terpisah, Anggota DPRD dari Fraksi Nasional Demokrat (Nasdem) H Muafi dari Dapil 3 yang meliputi Kecamatan Gringsing, Limpung, Banyuputih dan Tersono sangat mendukung lokasi Islamic Center berada di Banyuputih sebagai perluasan kota. "Islamic Center sangat bagus di Banyuputih, karena sangat diharapakan masyarakat setempat," kata Muafi.
Lihat Juga :