Kemenag Padukan Prisma Umat Dalam Pengelolaan Dana Paramita
Sabtu, 08 November 2025 - 21:06 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, Program Prisma Umat juga menjadi penerjemahan dari arahan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Agama Nasaruddin Umar yang sekarang concern dengan pemberdayaan. Dalam program Prisma Umat ini, ada beberapa fokus yang akan terus dikembangkan di antaranya adalah eco-enzim untuk berbagai produk, salah satunya adalah sabun dan kerajinan.
Baca juga: Mensos: Biaya Pengobatan Korban Ledakan SMAN 72 Ditanggung Negara
“Nah, dari sini kalau dua pondasi kita kuatkan dan kita dorong dengan kemandirian ekonominya, maka tentu umat mandiri akan dapat diwujudkan. Maka saya berharap program Prisma Umat ini berfokus di rumah ibadah agar nanti rumah ibadah melihat dan mengelola umatnya itu sendiri. Saya pikir ini semua kita akan lakukan dengan tagline Rumah Ibadah Berdaya dan Berdampak dengan memanfaatkan dana filantropi khususnya dana sosial keagamaan,” paparnya.
Terkait keberlanjutan ke depan, pihaknya akan melibatkan para penyuluh agama Buddha. Menurutnya, penyuluh adalah menjadi garda terdepan untuk menguatkan umat.
“Penyuluh punya tugas untuk membina setidaknya 4 kelompok binaan. Dalam tatanan proses ini tidak lagi hanya dalam tataran rumah ibadah, tapi mereka masuk dalam kelompok binaan. Nah, mereka ini lah kelompok-kelompok yang wajib kita tingkatkan. Saya berpikir bahwa keberlanjutan program ini adalah nanti per wilayah masing-masing di mana penyuluh berada, dia akan terus melakukan pendampingan. Ini kita akan mengatur dari sisi tugas penyuluh, tentu kita barengi dengan tata kelola bagaimana pelaksanaan penyuluh itu sendiri termasuk kompetensi,” katanya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Karakter Eling Indonesia (KEI) Yusri Heni menjelaskan bahwa selama kurang lebih tiga minggu, pihaknya mendampingi umat untuk melakukan berbagi aktivitas mulai dari sosialisasi, pembekalan, praktik berbenah rumah untuk melatih karakter umat dan pendampingan pembuatan kemandirian ekonomi melalui program eco-enzim.
Baca juga: Mensos: Biaya Pengobatan Korban Ledakan SMAN 72 Ditanggung Negara
“Nah, dari sini kalau dua pondasi kita kuatkan dan kita dorong dengan kemandirian ekonominya, maka tentu umat mandiri akan dapat diwujudkan. Maka saya berharap program Prisma Umat ini berfokus di rumah ibadah agar nanti rumah ibadah melihat dan mengelola umatnya itu sendiri. Saya pikir ini semua kita akan lakukan dengan tagline Rumah Ibadah Berdaya dan Berdampak dengan memanfaatkan dana filantropi khususnya dana sosial keagamaan,” paparnya.
Terkait keberlanjutan ke depan, pihaknya akan melibatkan para penyuluh agama Buddha. Menurutnya, penyuluh adalah menjadi garda terdepan untuk menguatkan umat.
“Penyuluh punya tugas untuk membina setidaknya 4 kelompok binaan. Dalam tatanan proses ini tidak lagi hanya dalam tataran rumah ibadah, tapi mereka masuk dalam kelompok binaan. Nah, mereka ini lah kelompok-kelompok yang wajib kita tingkatkan. Saya berpikir bahwa keberlanjutan program ini adalah nanti per wilayah masing-masing di mana penyuluh berada, dia akan terus melakukan pendampingan. Ini kita akan mengatur dari sisi tugas penyuluh, tentu kita barengi dengan tata kelola bagaimana pelaksanaan penyuluh itu sendiri termasuk kompetensi,” katanya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Karakter Eling Indonesia (KEI) Yusri Heni menjelaskan bahwa selama kurang lebih tiga minggu, pihaknya mendampingi umat untuk melakukan berbagi aktivitas mulai dari sosialisasi, pembekalan, praktik berbenah rumah untuk melatih karakter umat dan pendampingan pembuatan kemandirian ekonomi melalui program eco-enzim.
Lihat Juga :