Penciptaan Lapangan Kerja Harus Ditopang Industrialisasi
Senin, 03 November 2025 - 20:23 WIB
loading...
A
A
A
Kedua, memperdalam klasterisasi ekonomi sebagai basis penguatan ekosistem industri. Misalnya di Jawa Barat adalah klaster otomotif, di Batam adalah elektronik, atau Jawa Timur dan Sumatra adalah pangan-minuman. Kebijakan klaster ditujukan untuk menghubungkan industri menengah-besar dengan UMKM pemasok agar tecipta rantai ekonomi, sehingga perekonomian di bawah turut bergeliat. Agar investasi pada industri besar juga berdampak positif hingga ke kantong-kantong rakyat.
Peranan UMKM, termasuk ekonomi kreatif, tidak bisa dianggap sebelah mata di sini. Sejauh ini, sumbangsih UMKM terhadap perekonomian kurang lebih mencapai 60-an% dari PDB dan menyerap hingga 110 juta orang. Sementara sektor ekonomi kreatif sendiri saat ini memang terus bertumbuh, dengan capaian ekspor USD12,36 miliar tahun lalu (tumbuh 4,46% secara year-on-year) dan menyerap tidak kurang dari 25 juta pekerja. Konektivitas UMKM dan sektor ekonomi kreatif ke dalam klaster industri dapat meningkatkan nilai tambah bagi sektor terbanyak yang menyerap tenaga kerja ini.
Ketiga, memperbaiki iklim investasi dan dunia usaha. Reformasi perizinan memang sudah berjalan, tetapi kepastian energi, lahan industri, tata ruang, dan logistik masih perlu dikawal. Pemerintah sudah menekankan pentingnya menjaga iklim investasi. Tugas berikutnya adalah mengukur seberapa besar capaian investasi pada industri lokal yang naik kelas, dan berapa banyak pekerja yang naik status ke formal setiap tahunnya.
Keempat, melanjutkan hilirisasi yang tidak hanya berhenti di smelter. Proses harus berlanjut pada komponen-komponen lanjutan hingga produk akhir seperti prekursor-katoda baterai, inverter, hingga perakitan kendaraan listrik di hilir.
Sementara terakhir, tidak kalah penting, adalah investasi pada sumber daya manusia. Industrialisasi tanpa skills hanya menambah masalah. Tugas besarnya adalah bagaimana pendidikan kita, terutama vokasi bisa terhubung dengan kebutuhan sesuai klaster industrinya, link & match. Pelatihan pun tidak boleh hanya bersifat generik, tapi riil menjadi jalan bagi upskilling & reskilling tenaga kerja.
Dari apa yang telah berjalan, saya menaruh optimisme besar bahwa kepemimpinan Presiden Prabowo bisa menggerakkan industrialisasi, sehingga, target pertumbuhan ekonomi 8% serta pembukaan 19 juta lapangan pekerjaan dalam lima tahun ke depan dapat tercapai.
Peranan UMKM, termasuk ekonomi kreatif, tidak bisa dianggap sebelah mata di sini. Sejauh ini, sumbangsih UMKM terhadap perekonomian kurang lebih mencapai 60-an% dari PDB dan menyerap hingga 110 juta orang. Sementara sektor ekonomi kreatif sendiri saat ini memang terus bertumbuh, dengan capaian ekspor USD12,36 miliar tahun lalu (tumbuh 4,46% secara year-on-year) dan menyerap tidak kurang dari 25 juta pekerja. Konektivitas UMKM dan sektor ekonomi kreatif ke dalam klaster industri dapat meningkatkan nilai tambah bagi sektor terbanyak yang menyerap tenaga kerja ini.
Ketiga, memperbaiki iklim investasi dan dunia usaha. Reformasi perizinan memang sudah berjalan, tetapi kepastian energi, lahan industri, tata ruang, dan logistik masih perlu dikawal. Pemerintah sudah menekankan pentingnya menjaga iklim investasi. Tugas berikutnya adalah mengukur seberapa besar capaian investasi pada industri lokal yang naik kelas, dan berapa banyak pekerja yang naik status ke formal setiap tahunnya.
Keempat, melanjutkan hilirisasi yang tidak hanya berhenti di smelter. Proses harus berlanjut pada komponen-komponen lanjutan hingga produk akhir seperti prekursor-katoda baterai, inverter, hingga perakitan kendaraan listrik di hilir.
Sementara terakhir, tidak kalah penting, adalah investasi pada sumber daya manusia. Industrialisasi tanpa skills hanya menambah masalah. Tugas besarnya adalah bagaimana pendidikan kita, terutama vokasi bisa terhubung dengan kebutuhan sesuai klaster industrinya, link & match. Pelatihan pun tidak boleh hanya bersifat generik, tapi riil menjadi jalan bagi upskilling & reskilling tenaga kerja.
Dari apa yang telah berjalan, saya menaruh optimisme besar bahwa kepemimpinan Presiden Prabowo bisa menggerakkan industrialisasi, sehingga, target pertumbuhan ekonomi 8% serta pembukaan 19 juta lapangan pekerjaan dalam lima tahun ke depan dapat tercapai.
(rca)
Lihat Juga :