Cerita Sandi Uno Maju Pilgub Jakarta, Sempat Tak Pede Lawan AHY dan Ditolak Usulkan Anies Jadi Cagub
Senin, 03 November 2025 - 18:35 WIB
loading...
A
A
A
"Akhirnya Pak Prabowo menyampaikan kepada saya, 'Enggak, kamu bisa'. Akhirnya saya keliling. Hampir 1,5 tahun saya keliling, dari 2015 akhir sampai 2016, itu elektabilitasnya mulai meningkat, tetapi masih sangat rendah," ungkap Sandi.
Pada saat itu, kata Sandi, dirinya sangat tidak pede melawan AHY. "Saya bilang, 'Wah, ini kan anaknya presiden, saya tuh siapa?' gitu. Walaupun waktu itu Pak Ahok kuat, saya gimana caranya finish di posisi kedua, paling tidak," katanya.
Sandi pun berkonsultasi dengan koleganya. Akhirnya, ia harus mencari pasangan yang paling memungkinkan bisa meraup suara banyak. "Dan terus terang pada saat itu enggak banyak pilihan. Sampai-sampai itu partai kita, waktu itu ada selain Perindo ya, ada PKS dan Gerindra, itu Google. Sampai nge-Google gitu kita, belum ada Chat GPT pada saat itu, siapa pasangan yang paling cocok," kata Sandi.
Singkat cerita, Sandi berkata, Anies Baswedan kala itu baru menyelesaikan tugas sebagai Mendikbud. Lantas, ia berniat untuk menjadikan Anies pasangannya dan langsung meminta persetujuan Prabowo.
"Langsung kontak, dan saya bilang, wah, kalau Pak Anies, namanya udah lebih dikenal, lebih banyak diperbincangkan oleh elite kita. Akhirnya saya ajak untuk bekerja sama, bergabung. Paling tidak menurut saya kita punya peluang untuk lolos ke putaran kedua. Dan kalau lolos ke putaran kedua, ya nanti Tuhan yang menentukan, gitu," tutur Sandi.
Singkat cerita, kata Sandi, dirinya bicara ke Prabowo. "Pak Prabowo enggak setuju. Sampai saat terakhir Pak Prabowo enggak setuju."
Pada saat itu, kata Sandi, dirinya sangat tidak pede melawan AHY. "Saya bilang, 'Wah, ini kan anaknya presiden, saya tuh siapa?' gitu. Walaupun waktu itu Pak Ahok kuat, saya gimana caranya finish di posisi kedua, paling tidak," katanya.
Sandi pun berkonsultasi dengan koleganya. Akhirnya, ia harus mencari pasangan yang paling memungkinkan bisa meraup suara banyak. "Dan terus terang pada saat itu enggak banyak pilihan. Sampai-sampai itu partai kita, waktu itu ada selain Perindo ya, ada PKS dan Gerindra, itu Google. Sampai nge-Google gitu kita, belum ada Chat GPT pada saat itu, siapa pasangan yang paling cocok," kata Sandi.
Singkat cerita, Sandi berkata, Anies Baswedan kala itu baru menyelesaikan tugas sebagai Mendikbud. Lantas, ia berniat untuk menjadikan Anies pasangannya dan langsung meminta persetujuan Prabowo.
"Langsung kontak, dan saya bilang, wah, kalau Pak Anies, namanya udah lebih dikenal, lebih banyak diperbincangkan oleh elite kita. Akhirnya saya ajak untuk bekerja sama, bergabung. Paling tidak menurut saya kita punya peluang untuk lolos ke putaran kedua. Dan kalau lolos ke putaran kedua, ya nanti Tuhan yang menentukan, gitu," tutur Sandi.
Singkat cerita, kata Sandi, dirinya bicara ke Prabowo. "Pak Prabowo enggak setuju. Sampai saat terakhir Pak Prabowo enggak setuju."
Lihat Juga :