BNPB: Penurunan Muka Tanah Perparah Banjir di Semarang
Sabtu, 01 November 2025 - 08:31 WIB
loading...
A
A
A
Hasil observasi menunjukkan bahwa aliran air dari kolam retensi belum dapat mengalir optimal ke laut karena adanya dua pintu pembuangan yang juga berfungsi sebagai jembatan sementara untuk mobilisasi kendaraan proyek.
Guna memastikan sistem pembuangan bekerja efektif, Budi meninjau menggunakan perahu karet di area tersebut. Berdasarkan hasil tinjauan lapangan, ditemukan sejumlah hambatan teknis yang memerlukan penanganan lintas sektor secara segera.
BNPB kemudian berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional (BBPJN), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Kodam IV/Diponegoro, serta pihak pengembang proyek untuk melaksanakan langkah korektif di lapangan.
Beberapa keputusan langsung diambil antara lain pembongkaran dan pembuatan sodetan pada bagian yang menghambat laju air serta penerapan inovasi teknis untuk memastikan sistem tata air dapat berfungsi lebih efektif dan berkelanjutan.
Selain itu, Budi juga mendorong pemasangan pompa tambahan oleh BBWS guna mempercepat pengaliran air dari kolam retensi yang tertahan akibat proses pembangunan tanggul. Seluruh langkah ini langsung dilaksanakan di lapangan pada hari yang sama.
Sebagai penguatan, BNPB juga membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pompanisasi yang bertugas memastikan seluruh pompa beroperasi secara maksimal selama 24 jam dan menangani setiap kendala teknis yang muncul di lapangan secara cepat.
Guna memastikan sistem pembuangan bekerja efektif, Budi meninjau menggunakan perahu karet di area tersebut. Berdasarkan hasil tinjauan lapangan, ditemukan sejumlah hambatan teknis yang memerlukan penanganan lintas sektor secara segera.
BNPB kemudian berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional (BBPJN), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Kodam IV/Diponegoro, serta pihak pengembang proyek untuk melaksanakan langkah korektif di lapangan.
Beberapa keputusan langsung diambil antara lain pembongkaran dan pembuatan sodetan pada bagian yang menghambat laju air serta penerapan inovasi teknis untuk memastikan sistem tata air dapat berfungsi lebih efektif dan berkelanjutan.
Selain itu, Budi juga mendorong pemasangan pompa tambahan oleh BBWS guna mempercepat pengaliran air dari kolam retensi yang tertahan akibat proses pembangunan tanggul. Seluruh langkah ini langsung dilaksanakan di lapangan pada hari yang sama.
Sebagai penguatan, BNPB juga membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pompanisasi yang bertugas memastikan seluruh pompa beroperasi secara maksimal selama 24 jam dan menangani setiap kendala teknis yang muncul di lapangan secara cepat.
Lihat Juga :