Great Institute: 85,8% Publik Puas Setahun Pemerintahan Prabowo
Jum'at, 31 Oktober 2025 - 20:35 WIB
loading...
A
A
A
Direktur Eksekutif Great Institute Sudarto membeberkan bahwa 85,8% publik menyatakan puas dengan kinerja setahun pemerintahan Prabowo. “Masyarakat merasakan langsung kebijakan, khususnya program makan bergizi gratis dan penguatan ekonomi desa melalui koperasi,” ujarnya.
Di balik angka itu, terdapat struktur keyakinan publik. Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai bermanfaat oleh 89,8% responden, 71,8% percaya Koperasi Merah Putih akan memperbaiki ekonomi desa dan akses modal, 71,8% merasa ekonomi rumah tangga mereka membaik, dan 62,1% menyebut daya beli naik.
Dari dapur sekolah hingga koperasi desa, dari harga pangan di pasar sampai dompet rumah tangga, keputusan politik dirasakan di meja makan rakyat. Di ranah politik, kecenderungan serupa muncul.
Sebanyak 89,8% responden menilai pemberantasan korupsi lebih baik dibanding periode sebelumnya. Kemudian, 81,8% menyebut kebebasan berpendapat membaik, dan 89,8% menilai politik luar negeri Indonesia tampil lebih tegas, terutama dalam soal Palestina.
Data demi data disampaikan, tetapi catatan-catatan kritis terus mengalir. Para peneliti Great Institute mengingatkan soal tekanan impor, tantangan memperkuat industri nasional, tingginya pekerja informal, serta perlunya menjaga ruang demokrasi ketika negara memperluas peran.
Kepala Desk Politik Hanief Adrian merangkum dengan satu kalimat tenang. “Optimisme tanpa pengawasan bisa menyesatkan. Kita mendukung, tapi tetap mengawal,” ujarnya.
Di balik angka itu, terdapat struktur keyakinan publik. Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai bermanfaat oleh 89,8% responden, 71,8% percaya Koperasi Merah Putih akan memperbaiki ekonomi desa dan akses modal, 71,8% merasa ekonomi rumah tangga mereka membaik, dan 62,1% menyebut daya beli naik.
Dari dapur sekolah hingga koperasi desa, dari harga pangan di pasar sampai dompet rumah tangga, keputusan politik dirasakan di meja makan rakyat. Di ranah politik, kecenderungan serupa muncul.
Sebanyak 89,8% responden menilai pemberantasan korupsi lebih baik dibanding periode sebelumnya. Kemudian, 81,8% menyebut kebebasan berpendapat membaik, dan 89,8% menilai politik luar negeri Indonesia tampil lebih tegas, terutama dalam soal Palestina.
Data demi data disampaikan, tetapi catatan-catatan kritis terus mengalir. Para peneliti Great Institute mengingatkan soal tekanan impor, tantangan memperkuat industri nasional, tingginya pekerja informal, serta perlunya menjaga ruang demokrasi ketika negara memperluas peran.
Kepala Desk Politik Hanief Adrian merangkum dengan satu kalimat tenang. “Optimisme tanpa pengawasan bisa menyesatkan. Kita mendukung, tapi tetap mengawal,” ujarnya.
Lihat Juga :