Majukan Kepentingan Indonesia dalam APEC 2025
Jum'at, 31 Oktober 2025 - 11:41 WIB
loading...
A
A
A
Lebih jauh, Dian mengatakan, saat ini terjadi perlambatan ekonomi kawasan, dan meningkatnya proteksionisme akibat rivalitas AS - China. Dalam konteks ini, Korea memanfaatkan posisinya sebagai middle power teknokratis untuk memimpin agenda “Connect, Innovate, Prosper” yang menyoroti isu digitalisasi, demografi, dan keberlanjutan.
Di bidang ekonomi, Korea Selatan telah menjadi salah satu investor besar di Indonesia, total investasi kumulatif Korea di Indonesia dilaporkan mencapai sekitar USD 11,3 miliar (2020-2024). Kerja sama perdagangan juga makin diperdalam dengan implementasi Indonesia–Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA) yang mulai berlaku pada Januari 2023, meliputi liberalisasi tarif, investasi, transfer teknologi dan pengembangan ekonomi digital.
Baca juga: Prabowo Bakal Sampaikan Gagasan Membangun Kawasan Asia-Pasifik di KTT APEC 2025
Di bidang pertahanan, kerja sama turut diperkuat, misalnya peningkatan kerja sama maritim, pengembangan industri pertahanan bersama, dan proyek jet tempur bersama seperti KF?21 Boramae yang melibatkan pihak Indonesia dan Korea.
‘’Meski demikian, masih terdapat tantangan implementasi, termasuk dalam memastikan transfer teknologi berjalan optimal, menyeimbangkan kepentingan investasi asing dengan pembangunan kapasitas domestik, serta menjaga agar kerja sama ekonomi dan pertahanan tidak sangat tergantung pada satu mitra saja atau terjebak dalam dinamika geopolitik yang kompleks,’’ papar Dian yang lulusan Master of International Studies, Seoul National University ini.
Menurut Dian, lomba IG Reels ini dapat dilihat sebagai diplomasi publik kreatif yang efektif untuk mempererat hubungan Indonesia–Korea Selatan melalui pendekatan people-to-people. Inisiatif ini merepresentasikan bentuk soft power engagement yang memanfaatkan platform digital untuk membangun persepsi positif, memperluas pemahaman lintas budaya, dan menumbuhkan sense of shared identity di antara generasi muda kedua negara.
Kerja Sama Pertahanan dan Ekonomi
Di bidang ekonomi, Korea Selatan telah menjadi salah satu investor besar di Indonesia, total investasi kumulatif Korea di Indonesia dilaporkan mencapai sekitar USD 11,3 miliar (2020-2024). Kerja sama perdagangan juga makin diperdalam dengan implementasi Indonesia–Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA) yang mulai berlaku pada Januari 2023, meliputi liberalisasi tarif, investasi, transfer teknologi dan pengembangan ekonomi digital.
Baca juga: Prabowo Bakal Sampaikan Gagasan Membangun Kawasan Asia-Pasifik di KTT APEC 2025
Di bidang pertahanan, kerja sama turut diperkuat, misalnya peningkatan kerja sama maritim, pengembangan industri pertahanan bersama, dan proyek jet tempur bersama seperti KF?21 Boramae yang melibatkan pihak Indonesia dan Korea.
‘’Meski demikian, masih terdapat tantangan implementasi, termasuk dalam memastikan transfer teknologi berjalan optimal, menyeimbangkan kepentingan investasi asing dengan pembangunan kapasitas domestik, serta menjaga agar kerja sama ekonomi dan pertahanan tidak sangat tergantung pada satu mitra saja atau terjebak dalam dinamika geopolitik yang kompleks,’’ papar Dian yang lulusan Master of International Studies, Seoul National University ini.
Menurut Dian, lomba IG Reels ini dapat dilihat sebagai diplomasi publik kreatif yang efektif untuk mempererat hubungan Indonesia–Korea Selatan melalui pendekatan people-to-people. Inisiatif ini merepresentasikan bentuk soft power engagement yang memanfaatkan platform digital untuk membangun persepsi positif, memperluas pemahaman lintas budaya, dan menumbuhkan sense of shared identity di antara generasi muda kedua negara.
Lihat Juga :